BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Kinerja BBCA Q1 2026: Laba Tembus Rp14,7 Triliun, Kredit Hampir Rp1.000 Triliun

Abdul Malik24 April 2026
Tags:
Kinerja BBCA Q1 2026: Laba Tembus Rp14,7 Triliun, Kredit Hampir Rp1.000 Triliun
Mencara BCA atau kantor pusat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau Bank BCA di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta. (Shutterstock)

BBCA catat laba Rp14,7 triliun di Q1 2026, kredit Rp994 triliun. CASA tetap dominan, kualitas aset terjaga di tengah dinamika pasar.

Bareksa - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merilis kinerja keuangan kuartal I 2026 dengan laba mencapai Rp14,7 triliun. Kinerja ini penting karena menunjukkan daya tahan sektor perbankan besar di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.

Berdasarkan siaran pers PT Bank Central Asia Tbk pada 23 April 2026, sepanjang kuartal I 2026, total kredit BBCA mencapai Rp994 triliun, tumbuh 5,6% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini mencerminkan permintaan pembiayaan yang masih solid di berbagai sektor.

PT Bank Central Asia Tbk merupakan emiten perbankan terbesar di Indonesia yang fokus pada transaksi keuangan dan penyaluran kredit ke berbagai segmen.

Promo Terbaru di Bareksa

Kredit dan Pendanaan Tetap Tumbuh

Pertumbuhan kredit BBCA terutama ditopang oleh kredit produktif yang mencapai Rp760,2 triliun atau naik 7,8% YoY.

Di sisi lain, kredit UMKM tumbuh lebih tinggi sebesar 12% YoY menjadi Rp146 triliun. Pendanaan bank juga tetap kuat dengan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.292,4 triliun, naik 8,3% YoY.

Dana murah atau CASA tercatat Rp1.089 triliun dan mendominasi sekitar 85,2% dari total DPK. Kondisi ini menunjukkan likuiditas BBCA tetap solid, yang menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas operasional bank.

Fokus ESG dan Kredit Berkelanjutan

BBCA juga memperkuat pembiayaan berkelanjutan dengan total kredit ESG mencapai Rp258,4 triliun atau sekitar 26% dari portofolio. Angka ini tumbuh 10% YoY, menunjukkan komitmen pada prinsip keberlanjutan.

Kredit hijau (green financing) mencapai Rp113 triliun, naik 7,7% YoY. Salah satu pendorong utama adalah pembiayaan sektor energi baru dan terbarukan (EBT) yang melonjak 53,5% YoY.

Langkah ini memperkuat posisi BBCA dalam tren pembiayaan hijau yang semakin relevan bagi investor global.

Kualitas Aset dan Digitalisasi

Kualitas kredit BBCA tetap terjaga dengan rasio NPL di level 1,8% dan LAR sebesar 5,1%. Rasio pencadangan juga kuat, masing-masing 174,6% untuk NPL dan 69,7% untuk LAR.

Dari sisi digital, BBCA terus mengembangkan aplikasi myBCA dengan berbagai fitur baru. Inovasi ini termasuk layanan cabang digital dan fitur lifestyle seperti pemesanan makanan.

Presiden Direktur BBCA, Hendra Lembong, menyatakan kinerja didorong momentum Ramadan dan program BCA Expoversary 2026 yang diperpanjang hingga April.

Inovasi dan Ekspansi Ekosistem

BBCA meluncurkan Ocean by BCA, platform digital untuk membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara terintegrasi. Platform ini menyediakan dashboard bisnis, solusi keuangan, dan akses ke berbagai layanan dalam satu sistem.

Selain itu, BBCA meraih sertifikasi ISO internasional untuk privasi data (ISO 27701:2019) dan manajemen AI (ISO 42001:2023). Bank ini menjadi yang pertama di Asia Tenggara memperoleh sertifikasi AI tersebut.

Tabel Ringkasan Kinerja BBCA Q1 2026

Indikator
Nilai
Pertumbuhan

Laba Bersih

Rp14,7 triliun

4% YoY

Total Kredit

Rp994 triliun

5,6% YoY

Kredit Produktif

Rp760,2 triliun

7,8% YoY

Kredit UMKM

Rp146 triliun

12% YoY

DPK

Rp1.292,4 triliun

8,3% YoY

CASA

Rp1.089 triliun

11,2% YoY

NPL

1,8%

Stabil

LAR

5,1%

Stabil

Sumber: BBCA

Kesimpulan

Kinerja BBCA pada kuartal I 2026 menunjukkan pertumbuhan yang stabil dengan dukungan likuiditas kuat dan kualitas aset terjaga. Fokus pada digitalisasi dan pembiayaan berkelanjutan menjadi pendorong utama dalam menjaga kinerja di tengah dinamika pasar.

FAQ

1. Apa yang mendorong pertumbuhan kredit BBCA di Q1 2026?
Didorong oleh kredit produktif, UMKM, serta momentum musiman seperti Ramadan dan program promosi.

2. Seberapa kuat likuiditas BBCA saat ini?
Sangat kuat, terlihat dari CASA yang mendominasi lebih dari 85% DPK.

3. Bagaimana kualitas kredit BBCA?
Tetap terjaga dengan NPL rendah di 1,8% dan pencadangan yang tinggi.

4. Apa itu Ocean by BCA?
Platform digital untuk membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara terintegrasi.

5. Apakah BBCA fokus pada pembiayaan hijau?
Ya, kredit ESG mencapai 26% portofolio dan terus tumbuh.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Adam Nugroho/AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.212,91

Up1,00%
Up1,75%
Up0,54%
Up7,93%
Up20,24%
Up14,59%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.199,48

Up0,36%
Up2,28%
Up1,24%
Up7,94%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.173,28

Up0,86%
Up2,46%
Up1,56%
Up7,83%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.048,94

Up0,64%
Up2,25%
Up0,13%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua