Mau Investasi Tapi Takut Risiko? Tangkis dengan 10 Tips Diversifikasi Ini

Diversifikasi memungkinan risiko dapat tersebar tidak hanya di beberapa produk tapi di berbagai kelas aset
Hanum Kusuma Dewi • 28 Sep 2022
cover

Ilustrasi wanita investor sedang berpikir mengenai investasi reksadana dan unit link. (shutterstock)

Bareksa.com - Don't put your eggs in one basket, atau jangan meletakkan telur-telur dalam satu keranjang. Berinvestasi dengan apapun tujuannya sebaiknya dilakukan dengan diversifikasi investasi.

Diversifikasi adalah strategi investasi dengan meletakkan investasi pada berbagai jenis instrumen investasi untuk tujuan mengurangi risiko. Dengan berinvestasi pada berbagai jenis aset, risiko penurunan harga pada suatu instrumen investasi diharapkan dapat tertahan atau tertutupi oleh kenaikan harga pada instrumen investasi lain. 

Mengapa diversifikasi perlu dilakukan? Diversifikasi investasi berguna antara lain untuk mengurangi risiko investasi dari instrumen berikut jenis investasi yang kamu pilih.

Iya, sebaiknya jangan menempatkan seluruh dana investasi (eggs/telur) dalam satu jenis instrumen investasi (basket). Jika tidak, saat instrumen investasi (basket) 'jatuh', maka seluruh dana (eggs/telur) akan turun nilainya (pecah). Tempatkanlah dana dalam beberapa jenis instrumen investasi dengan melakukan diversifikasi.

Tempatkanlah telur dalam beberapa keranjang. Dengan begitu, jika salah satu keranjang investasi jatuh, maka kamu masih memiliki cadangan keranjang investasi di tempat lain. Harapannya, keranjang lain ini dapat menopang keseluruhan portofolio investasi agar tidak jatuh nilainya secara keseluruhan.

Atau dalam kalimat lain, tempatkan dana investasimu pada sejumlah jenis (kelas aset) dan produk reksadana yang berbeda. Nah, berikut 10 tips melakukan diversifikasi investasi menurut Forbes.

1. Pelajari Perlunya Diversifikasi

Portofolio yang terdiversifikasi membantu mengurangi potensi risiko yang mungkin terjadi pada investasi. Dengan kata lain, diversifikasi memberikan keseimbangan terbaik untuk rencana tabungan atau investasimu.

2. Alokasi Aset

Secara garis besar, ada dua tipe dasar investasi, yakni saham dan obligasi. Saham dipandang berisiko tinggi dengan tingkat pengembalian tinggi, sementara obligasi biasanya lebih stabil dengan tingkat pengembalian yang lebih rendah. Untuk meminimalkan eksposur risiko, investor harus membagi uang  di antara dua opsi ini.

Triknya terletak pada keseimbangan keduanya, dengan menemukan keseimbangan antara risiko dan kepastian. Distribusi aset biasanya berdasarkan usia dan gaya hidup. Umumnya, semakin lanjut usia, maka sebaiknya investor memilih profil risiko yang lebih rendah.

3. Menilai Risiko Kualitatif Sebelum Berinvestasi

Kamu dapat meminimalkan ketidakpastian misalnya pada transaksi saham dengan menerapkan analisis risiko kualitatif sebelum membeli atau menjual saham. Analisis risiko kualitatif memberikan peringkat yang telah ditentukan sebelumnya untuk menilai keberhasilan proyek.

Untuk menerapkan prinsip yang sama, kamu harus mengevaluasi saham melalui parameter tertentu yang menunjukkan stabilitasnya atau potensi untuk bekerja dengan baik. Parameter ini akan mencakup model bisnis yang kuat, integritas manajemen senior, tata kelola perusahaan, nilai merek, kepatuhan terhadap peraturan, praktik manajemen risiko yang efektif, dan ketergantungan produk atau layanannya, ditambah dengan keunggulan kompetitifnya.

4. Investasi dalam Pasar Uang

Keuntungan terbesar dari pasar uang ini adalah kemudahan likuidasi. Risiko yang lebih rendah juga membuatnya menjadi investasi yang aman.

5. Berinvestasi dalam Obligasi dengan Arus Kas yang Sistematis

Reksadana pendapatan tetap dipandang sebagai pilihan investasi yang andal dan stabil. Sebab, dalam satu reksadana bisa berisikan berbagai macam aset obligasi. 

6. Ikuti Strategi Beli-Tahan (Buy-Hold)

Rencana investasi pada dasarnya adalah rencana tabungan jangka panjang. Jadi, kamu sebagai investor harus mulai berpikir jangka panjang dan menghindari reaksi spontan.

Pikirkan beli-tahan alih-alih strategi perdagangan (trading) konstan. Hal ini berarti menjaga portofolio yang relatif stabil dari waktu ke waktu, terlepas dari fluktuasi pasar. Tidak seperti perdagangan konstan (trading), ini adalah pendekatan yang lebih pasif karena kamu membiarkan investasi tumbuh.

7. Pahami Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pasar Keuangan

Sebelum berinvestasi di pasar keuangan, kamu sebagai investor perlu memahami terlebih dahulu faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakannya. Pasar keuangan termasuk bursa saham, valuta asing, pasar obligasi, pasar uang, dan pasar antar bank.

Pasar keuangan pada dasarnya adalah pasar untuk instrumen keuangan dan seperti pasar lainnya, berfungsi berdasarkan permintaan dan penawaran. Maka, seperti pasar lainnya, ada juga faktor eksternal seperti suku bunga dan inflasi yang mempengaruhi dinamikanya.

8. Pelajari tentang Pasar Global

Pasar global memiliki potensi pengembalian yang tinggi dalam waktu singkat. Pasar-pasar ini biasanya dicirikan oleh dinamika yang bergerak sangat cepat, yang mendorong seorang investor juga harus berurusan dengan berbagai peraturan moneter.

Terlebih bagi sebagai investor muda, perlu waktu untuk mempelajari fungsinya, memahami tren dan fluktuasi, dan apa yang mendorong perubahan. Makanya, kamu dapat memulai dengan reksadana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded fund/ETF) atau reksadana dengan struktur biaya rendah dan likuiditas yang cukup. Atau, pilihlah reksadana indeks saham yang dikelola secara pasif dan biaya pengelolaannya rendah sehingga keuntungannya efisien. 

Langkah tersebut akan memungkinkan kamu  berinvestasi dengan aman dengan modal kecil, memberi kamu kesempatan sempurna untuk mengamati dan memahami bagaimana pasar global bekerja.

9. Seimbangkan Kembali (Rebalancing) Portofolio secara Berkala

Penting untuk memeriksa portofolio investasimu secara berkala untuk memeriksa saldo berbagai aset. Ulasan ini harus didasarkan pada tujuan investasimu, sekaligus untuk mengevaluasi investasi selama ini.

Tujuannya tak lain untuk membuat kamu lebih disiplin tentang investasimu, sekaligus membuat kamu tetap sadar akan pertumbuhan tahunannya. Selain itu, kedua faktor dimaksud akan membantu kamu membuat keputusan yang lebih tepat, sambil mengembangkan wawasan yang lebih baik tentang investasi di masa depan.

10. Cobalah Skema Investasi yang Disiplin

Jika kamu memiliki jumlah kecil yang ingin kamu investasikan selama waktu tertentu, systematic investment plan (SIP) adalah pilihan yang baik. Dengan metode ini, kamu dapat menginvestasikan jumlah tetap di reksadana dengan interval tetap. 

Langkah ini sangat ideal bagi mereka yang tidak memiliki akses ke jumlah besar, tetapi mampu berinvestasi hanya dalam jumlah kecil setiap bulan. Selain itu, dengan jumlah investasi akan dikurangkan langsung dari rekening bankmu, membuat kamu terbiasa menyisihkan jumlah tetap secara teratur untuk masa depan.

Dollar cost averaging (DCA) adalah satu contoh dari SIP. Intinya, investor secara rutin menginvestasikan sejumlah uang yang sama. Sebagai contoh, kamu bisa menyisihkan Rp1 juta untuk beli reksadana setiap habis gajian di tanggal 25. 

Jadi, sudah ada gambaran akan memilih reksadana apa dan produknya apa untuk diversifikasi investasi reksadana? Selain diversifikasi jenis dan produk reksadana, kamu bisa memilih emas dan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel yang juga tersedia di Bareksa.

Jangan lupa, diversifikasi dengan instrumen investasi serta produknya yang sesuai profil risiko dan tujuan investasi kamu ya.

(Martina Priyanti/hm)

***


Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana. 
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerjasama dengan Mitra Emas berizin.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan ​penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021.