Berikut 5 MI Juara Dana Kelolaan Reksadana Pendapatan Tetap November 2020

Ashmore tercatat sebagai MI dengan pertumbuhan dana kelolaan terbesar baik secara tahunan (YoY), year to date (YTD), maupun bulanan (MoM)
Abdul Malik • 11 Dec 2020
cover

Ilustrasi investasi di reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Bareksa.com - Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report November 2020, menyebutkan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap, tumbuh positif secara year to date (YtD) baik dari sisi pertumbuhan dana kelolaan maupun pertumbuhan unit pada November 2020.

Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap pada November 2020 tercatat Rp132,7,71 triliun, tumbuh 8,7 persen secara year to date (YTD).

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report November 2020

Di sisi lain, pertumbuhan reksadana pendapatan tetap dari sisi penerbitan unit tercatat tumbuh 1,37 persen menjadi 80,1 miliar unit secara year to date (YTD).

Top 5 MI dana kelolaan reksadana pendapatan tetap

1. Manulife AM Indonesia

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia berada di posisi pertama MI dengan perolehan dana reksadana pendapatan tetap terbesar November 2020. Pada bulan lalu, AUM reksadana pendapatan tetap Manulife AM tercatat Rp17,54 triliun, dengan market share 13 persen.

Manulife berhasil mencetak kenaikan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap 67 persen secara year on year (YoY), 62 persen secara year to date (YtD), dan 18 persen secara bulanan (MoM).

2. Bahana TCW

Posisi Kedua MI dengan perolehan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar pada November 2020, ditempati Bahana TCW Investment Management. Dana kelolaan yang dihimpun Bahana TCW Rp12,47 triliun.Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Bahana TCW pada November 2020, tercatat tumbuh 18 persen secara bulanan (MoM), 3 persen secara year to date dan 5 persen secara year on year. Bahana TCW menguasai 9 persen market share reksadana pendapatan tetap.

3. Batavia PAM

Ranking ketiga dana kelolaan reksadana pendapatan terbesar pada November 2020, ditempati oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia PAM). Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Batavia PAM pada bulan lalu senilai Rp12,11 triliun dan penguasaan pangsa pasar 9 persen.

AUM reksadana pendapatan tetap Batavia PAM pada November, berhasil tumbuh 6 persen secara tahunan (YoY), 7 persen secara year to date (YtD), dan 2 persen secara bulanan.

4. Sinarmas AM

Pada November 2020, Sinarmas AM menjadi juara keempat MI dengan perolehan dana kelolaan atau AUM reksadana pendapatan tetap terbesar. Pada November 2020, Sinarmas AM membukukan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Rp11,77 triliun. Sinarmas AM menguasai market share reksadana pendapatan tetap 9 persen.

5. Ashmore

Posisi lima MI dengan perolehan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar pada November 2020 ditempati Ashmore. Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Ashmore pada November 2020 senilai Rp8,54 triliun dan market share 6 persen.

Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Ashmore pada November 2020, tumbuh 224 persen secara tahunan (YoY), 188 secara year to date (YTD), dan 20 persen secara bulanan (MoM).

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report November 2020

Reksadana Pendapatan Tetap

Sebagai informasi, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi atau deposito. Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Nah reksadana pendapatan tetap sendiri adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari asetnya dalam bentuk efek utang atau obligasi. Obligasi atau surat utang ini bisa yang diterbitkan oleh perusahaan (korporasi) maupun obligasi pemerintah. Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang tetapi lebih moderat dibandingkan saham sehingga cocok untuk jangka waktu 1 sampai 3 tahun.

Sesuai dengan karakternya, reksadana pendapatan tetap ini memiliki tingkat pengembalian hasil yang stabil karena memiliki aset surat utang atau obligasi yang memberikan keuntungan berupa kupon secara rutin. Dalam jangka pendek dan menengah, nilai aktiva bersih (NAB) dari reksa dana pendapatan tetap cenderung naik stabil dan tidak banyak berfluktuasi (naik-turun).

Karena itu, reksadana ini cocok untuk investor bertipe konservatif (risk averse).Sebagai informasi tambahan, sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa: Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report November 2020. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi [email protected]com (cc: [email protected]).

(Martina Priyanti/Tim Data/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.