AUM Reksadana Syariah November Melesat 33 Persen YtD, Ini Daftar Top 20 MI

Dalam daftar top 20 secara YtD, ada 15 MI membukukan kenaikan dana kelolaan dan hanya 5 MI yang masih mencatatkan penurunan
Abdul Malik • 11 Dec 2020
cover

Ilustrasi investor Muslimah yang berinvestasi di reksadana syariah secara online menggunakan ponsel. (Shutterstock)

Bareksa.com - Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report November 2020 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan dana kelolaan industri reksadana nasional mencatatkan kinerja positif pada November 2020. Dana kelolaan industri reksadana nasional pada November 2020 menembus Rp547,8 triliun, atau merupakan level tertinggi sepanjang tahun ini.

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report November 2020

Kinerja positif dana kelolaan reksadana pada November 2020, juga nampak pada Asset Under Management (AUM) atau dana kelolaan reksadana syariah. Pada bulan lalu, AUM reksadana yang dikelola berdasarkan prinsip syariah tercatat Rp72,33 triliun, atau melesat 33 secara year to date (YtD) dan naik 30 persen secara tahunan (YoY).

Laju kenaikan dana kelolaan reksadana syariah secara industri karena ditopang kinerja mayoritas perusahaan manajemen investasi (MI) yang juga positif AUM reksadana syariahnya.

Tercatat dalam daftar top 20, secara YtD 15 MI membukukan kenaikan dana kelolaan dan hanya 5 MI yang masih mencatatkan penurunan. Secara tahunan atau YoY, 16 MI dana kelolaan reksadana syariahnya naik, 4 lainnya menurun.Kinerja dana kelolaan reksadana syariah sedikit berbeda dengan total dana kelolaan industri reksadana secara keseluruhan.

MI Jawara AUM Reksadana Syariah

1. Manulife Aset Manajemen Indonesia

Manulife AM tercatat sebagai juara dana kelolaan reksadana syariah terbesar pada November 2020. Manulife mengelola reksadana syariah senilai Rp6,87 triliun dengan market share 9 persen. Secara bulanan (MoM) AUM reksadana syariah Manulife AM minus 2 persen, namun secara YtD, AUM reksadana syariah Manulife naik 15 persen dan YoY tumbuh 10 persen. Untuk diketahui, Manulife AM memang terus menjuarai dana kelolaan reksadana syariah.

2. BNP Paribas Asset Management

Posisi kedua ditempati BNP AM dengan AUM reksadana syariah Rp6,38 triliun dan market share 97 persen. Secara bulanan, dana kelolaan reksadana syariah BNP AM naik 1 persen, YtD naik 94 persen dan tahunan melonjak 99 persen.

3. Bahana TCW Investment Management

Bahana TCW IM berada di peringkat ketiga dengan dana kelolaan reksadana syariah Rp6,32 triliun pada November 2020 dan market share 9 persen. AUM reksadana syariah Bahana naik 3 persen MoM, melesat 158 persen YtD dan tumbuh 152 persen YoY.

4. Danareksa Investment Management

Peringkat keempat ditempati Danareksa IM dengan dana kelolaan reksadana syariah pada November 2020 senilai Rp6,19 triliun dengan market share 9 persen. Meski secara bulanan, AUM reksadana syariah Danareksa stagnan, namun secara YtD melonjak 140 persen dan YoY tumbuh 101 persen.

5. Mandiri Manajemen Investasi

Mandiri Manajemen Investasi (MMI) menduduki peringkat kelima pada November 2020 dengan AUM reksadana syariah Rp6,00 triliun dengan pangsa pasar 8 persen. Secara bulanan, AUM reksadana syariah MMI naik 7 persen, YtD tumbuh 112 persen dan YoY tumbuh 89 persen.

Posisi keenam hingga 20 sebagaimana tertera dalam tabel berikut :

Top 20 MI AUM Reksadana Syariah November 2020

Sumber : Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report November 2020

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report November 2020. Untuk berlangganan laporan ini sila hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

(Martina Priyanti/Tim Data/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.