Jadi Mandiri Bayar S2 Sendiri, Kado Terindah Saat Hari Ibu

Cukup menabung Rp1 juta per bulan, kembangkan karir dan banggakan Ibumu
Bareksa • 21 Dec 2018
cover

Ilustrasi mahasiswa perempuan lulus dan telah diwisuda berfoto bersama ibunya.

Bareksa.com – Bagi seorang ibu, pendidikan merupakan bekal paling penting untuk anak dalam menjalani hidup. Tak jarang Ibu kita berharap anaknya dapat menempuh pendidikan hingga pasca sarjana (S2) atau lebih.

Dan sebentar lagi, tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu. Ini adalah momen untuk memberikan kado yang berkesan bagi orang yang telah merawat kita.

Untuk mewujudkan impian ibu, kita dapat menabung untuk melanjutkan jenjang pendidikan S2 secara mandiri, alias bayar sendiri tanpa merepotkan orang tua.

Asumsikan saja biaya kuliah S2 saat ini di perguruan tinggi Jakarta sebesar Rp20 juta per semester. Maka total biaya yang akan dikeluarkan selama empat semester atau hingga lulus paling sedikit sekitar Rp80 juta.

Nilai tersebut cukup besar jika tidak dipersiapkan sejak lama. Apalagi kita yang baru lulus dan baru bekerja hanya memiliki gaji minim.

Maka itulah, kita perlu memikirkan alternatif lain. Salah satu yang kini banyak dianjurkan penasihat keuangan independen dan bahkan pemerintah adalah bahwa kita perlu mulai mempertimbangkan untuk mengumpulkan uang dengan tidak sekedar menabung, tetapi berinvestasi. Salah satu instrumen investasi yang bisa dipilih adalah berinvestasi reksadana.

Salah satu jenis reksadana adalah reksadana saham yang cocok jangka waktu panjang. Dengan perkiraan waktu investasi sekitar lima tahun, uang yang kita kumpulkan diharapkan cukup untuk mempersiapkan biaya pendidikan.

Simulasi Reksadana

Benarkah kita bisa mengumpulkan uang sebanyak itu? Untuk menghitungnya, mari kita gunakan simulasi berdasarkan data historis reksadana.

Misalkan kita memiliki gaji rata-rata gaji lulusan first graduate sarjana S1, yakni sekitar Rp5 juta per bulan. Lalu, secara rutin, kita sisihkan 20 persen atau setara Rp1 juta per bulan untuk disimpan pada reksadana.

Bila kita secara rutin menyisihkan uang gaji bulanan itu selama lima tahun, maka uang pokok yang terkumpul Rp60 juta. Kalau uang itu disimpan pada rekening bank saja, ada potongan biaya administrasi bulanan dan pajak 20 persen per tahun. Bukannya tumbuh, uang tersebut malah bisa berkurang.

Namun, lain halnya apabila kita menyimpannya di reksadana saham seperti Simas Saham Unggulan, salah satu produk reksadana kelolaan PT Sinarmas Asset Management. Reksadana saham ini berpotensi menghasilkan keuntungan (return) lebih besar dari sekedar menabung di bank.

Asumsikan kita sudah menabung reksadana selama lima tahun (periode 20 Desember 2013 – 20 Desember 2018), maka uang tersebut bertambah menjadi Rp80,65 juta atau meningkat 34,43 persen.

Jelasnya seperti yang tampak pada grafik di bawah ini. Garis hijau menunjukkan dana pokok kita, sedangkan garis abu-abu menunjukkan hasil investasi kita.

Grafik: Hasil Menyimpan Uang Reksadana Simas Saham Unggulan Selama 5 Tahun

Sumber: Bareksa.com 

Dana yang terkumpul sebesar Rp80,65 juta ini pun cukup untuk membiayai pendidikan kuliah hingga selesai yang diperkirakan mencapai Rp80 juta. Kalau kita bisa membiayai kuliah sendiri, tentunya kita bisa membanggakan ibu.

Jadi, yuk mulai nabung di reksadana untuk masa depan anak kita.

Investasi pada reksadana saham disarankan hanya untuk investor agresif, yakni investor yang dapat menerima risiko tinggi, terutama risiko fluktuasi NAB (nilai aset bersih) per unit reksadana saham. Investasi reksadana saham sangat menguntungkan apabila dilakukan dalam jangka panjang (di atas lima tahun).

Sebelum berinvestasi, ketahuilah dulu tujuan keuangan dan profil risiko untuk mendapatkan kenyamanan dalam memilih produk dan hasil yang maksimal.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(hm)

***

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.