Berita / Kategori / Artikel

Bareksa Cetak 100 Ribu Investor Reksadana, Kuasai Pangsa Pasar 16 Persen

Kenaikan itu ditopang oleh melonjaknya jumlah nasabah di Bareksa, serta didorong kemitraan dengan beberapa perusahaan
• 10 Apr 2018
cover

Presiden Komisaris Bareksa Mahendra Siregar (tengah) memberikan penjelasan mengenai investor di Marketplace Finansial Bareksa didampingi Presiden Direktur Bareksa Karaniya Dharmasaputra dan CEO DOKU Thong Sennelius dalam konferensi pers di Jakarta 6 April 2017.

Bareksa - Marketplace reksadana online, PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa), mengumumkan telah berhasil mencetak 100.000 investor reksadana pada 09 April 2018. Angka itu melonjak lebih dari 58 persen dibandingkan Desember 2017 yang sebanyak 63.500 investor reksadana, atau hanya dalam waktu tiga bulan.

Dengan begitu, Bareksa menguasai pangsa pasar industri reksadana sekitar 16 persen berdasarkan jumlah investor. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) jumlah investor reksa dana tercatat sebanyak 619.380 investor per Desember 2017.

Seiring kenaikan jumlah investor, Bareksa juga membukukan kenaikan jumlah dana yang dinvestasikan oleh nasabah menjadi Rp850 miliar per 9 April 2018. Angka itu melonjak 88 persen dibandingkan per Desember 2017 dana yang diinvestasikan Rp450 miliar. Kenaikan jumlah dana yang diinvestasikan di reksadana melalui Bareksa seiring pertumbuhan industri.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kinerja industri reksa dana pada 2017 cukup cemerlang. Jumlah produk reksadana tahun lalu naik menjadi 1.777 produk dibandingkan 2016 yang sebanyak 1.425 produk. Nilai aktiva bersih (NAB) industri reksadana pada 2017, juga melonjak 35 persen menjadi Rp457,5 triliun dibandingkan Rp338,7 triliun di 2016.  

Tidak berbeda, jumlah unit penyertaan (UP) beredar sepanjang 2017 tercatat 324,2 miliar, atau naik 35 persen dari Desember 2016 yang sebanyak 240,2 miliar. Nilai subscription naik 10 persen menjadi Rp386,5 triliun pada Desember 2017.

“Kenaikan jumlah investor Bareksa didorong oleh kenaikan jumlah investor melalui Bareksa sendiri, maupun ditopang oleh kemitraan dengan beberapa perusahaan terkemuka yakni Tokopedia, Bukalapak, Doku, dan Mandiri e-Cash,” kata Co Founder Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, dalam pernyataannya Selasa, 10 April 2018.

PT Tokopedia (Tokopedia), perusahaan marketplace terbesar di Indonesia, pada awal Maret 2018 resmi mengumumkan kerja sama dengan Bareksa dalam menyediakan fasilitas pembelian reksadana online, yang bertujuan mempermudah akses masyarakat dalam berinvestasi. Awal kerja sama dimulai sejak Februari 2018 atau dua bulan lalu.

Sebelumnya pada Januari 2017, Bareksa juga meluncurkan kemitraan dengan PT Bukalapak, yang juga merupakan marketplace terbesar di Indonesia dengan menghadirkan fitur Bukareksa bagi pengguna Bukalapak. BukaReksa merupakan fitur di Bukalapak yang menyediakan sarana berinvestasi reksadana secara online dan aman.

Kerja sama Bareksa dengan DOKU (PT Nusa Inti Artha), penyedia mobile wallet juga telah diumumkan pada Agustus 2016 dengan menyediakan tabungan reksadana online di DOKU.

Kemudian pada pertengahan 2017, kerja sama antara Bareksa dengan Mandiri e-Cash, semakin mempermudah pembayaran atau pembelian reksadana. Jika sebelumnya metode pembayaran hanya dengan cara transfer bank, saat ini nasabah Bareksa yang menggunakan aplikasi Mandiri e-Cash membayar transaksi reksadana dengan aplikasi tersebut. Kelebihan pembayaran melalui Mandiri e-Cash adalah nasabah terhindar dari biaya transfer bank.

Presiden Direktur Bareksa Portal Investasi, Ady F Pangerang, menyatakan ada beberapa faktor yang menjadi pendorong lonjakan minat masyarakat terhadap produk reksadana. Di antaranya penurunan suku bunga acuan hingga kemudahan masyarakat membeli reksadana.

“Sejak September 2017, suku bunga acuan BI turun jadi 4,25 persen dari sebelumnya 4,5 persen. Kondisi itu mendorong penurunan suku bunga deposito. Sehingga masyarakat mulai melirik alternatif investasi lain seperti reksadana,” ungkap Ady.

Menurut Ady, seiring dengan perkembangan teknologi, penyedia platform pembelian dan penjualan (marketplace) reksadana secara online muncul. “Kemudahan yang diberikan membuat masyarakat dapat membeli reksadana di manapun dan kapanpun,” imbuhnya.

Tags: