BeritaArrow iconPasar ModalArrow iconArtikel

IHSG Anjlok 1,05 Persen di Sesi I, Akibat Dua Sentimen Ini

Bareksa12 Februari 2019
Tags:
IHSG Anjlok 1,05 Persen di Sesi I, Akibat Dua Sentimen Ini
Seorang karyawan melihat pergerakan saham dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpantau turun di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/6). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Salah satunya ialah Investor Menunggu Data Trade Balance Januari 2019

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktatif dalam perdagangan hari ini, Selasa (12 Februari 2019). Pergerakan IHSG berbalik melemah pagi ini, meskipun sempat dibuka menguat.

Berdasarkan pantauan Bareksa, IHSG melemah 1,05 persen atau 68,33 poin ke level 6.426,67 pada akhir perdagangan sesi I. Dari 627 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, 97 saham menguat, 278 saham melemah, sedangkan 252 saham lainnya stagnan.

Berikut 2 faktor penyebab IHSG tertekan.

Promo Terbaru di Bareksa

Penguatan Dolar AS

Dolar Amerika Serikat berada di kisaran level tertinggi tahun 2019 pada perdagangan hari ini karena ketegangan perdagangan AS dan China dan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi meningkatkan daya tarik aset safe haven.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,01 persen atau 0,01 poin ke level 97,047 pada pukul 11.02 WIB. Keadaan tersebut membuat Rupiah melemah.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berlanjut pada perdagangan hari ini. Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka terdepresiasi 46 poin atau 0,33 persen di level Rp14.080 per dolar AS dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (11 Februari 2019), nilai rupiah berakhir melemah 79 poin atau 0,57 persen di posisi Rp14.034 per dolar AS.

Data Neraca Dagang

Dari domestik, para investor terlihat melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah rupiah terdepresiasi.

Selain itu, rilis data neraca dagang besok, 13 Februari 2019 juga menjadi sentimen negatif, mengingat konsensus analis memperkirakan Indonesia akan kembali defisit US$1,5 miliar, setelah pada bulan Desember 2018 tercatat defisit US$1,1 miliar.

(KA02/hm)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.205,01

Down- 0,89%
Up1,74%
Down- 0,12%
Up7,82%
Up19,69%
Up15,87%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.164,3

Down- 0,41%
Up2,34%
Up0,79%
Up7,74%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,82

Up0,05%
Up2,44%
Up0,93%
Up8,12%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045,49

Down- 1,51%
Up2,95%
Down- 0,20%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua