Seberapa Laris Saham BUMI Sampai Bisa Masuk LQ45?
“Saya pikir positif, banyak yang punya saham BUMI jadi kalau likuid tentu banyak senang,” katanya.

“Saya pikir positif, banyak yang punya saham BUMI jadi kalau likuid tentu banyak senang,” katanya.
Bareksa.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengumumkan daftar saham-saham dengan likuiditas terbesar (LQ45) pada bulan Februari 2017 mendatang. LQ 45 sendiri merupakan kumpulan saham-saham yang paling sering diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Saham emiten milik Bakrie Group, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang status penghentian sementara perdagangannya dicabut dua bulan lalu kerap masuk jajaran saham paling aktif di BEI. Oleh karena itu, bisa saja BUMI masuk ke dalam indeks saham bergengsi tersebut. (baca juga: IHSG Anjlok 2%, Saham BUMI Masuk Daftar Paling Banyak Diborong Asing)
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini, ditemui di jakarta, Jumat, 2 Desember 2016 menyambut positif hal ini.
Promo Terbaru di Bareksa
“Saya pikir positif, banyak yang punya saham BUMI jadi kalau likuid tentu banyak senang,” katanya.
Data bursa menunjukkan saham BUMI juga tercatat menjadi salah satu dari 10 penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Oktober 2016. Pada periode ini, harga saham BUMI telah naik 151,5 persen dan memberi 3,5 poin kepada IHSG yang naik 45,47 poin dalam periode perdagangan 1 Oktober 2016 hingga 28 Oktober 2016.
Apalagi, berdasarkan laporan kepemilikan saham periode September, kepemilikan investor lokal memiliki porsi paling besar dari keseluruhan total saham yakni 51,63 persen. Dari jumlah tersebut, investor ritel lokal (30,48 persen) memiliki porsi lebih besar dibandingkan institusi lokal (20,98 persen). (Baca juga: Porsi Kepemilikan 30%, Investor Ritel Lokal Jadi Penggerak Aktifnya Saham BUMI)
Walaupun demikian, untuk masuk jajaran LQ45 ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan selain likuiditas. Termasuk di dalamnya faktor fundamental perusahaan, termasuk aktivitas operasional dan keuangan. Faktor fundamental tidak hanya dilihat dari kondisi saat ini saja tetapi juga melalui prospek ke depannya.
“Jadi bisa saja masuk," terang dia. (Baca juga: Menakar Peluang Harga Saham BUMI Menuju Harga Konversi Utang)
Hamdi mengatakan LQ45 memang kerap menjadi acuan utama investor dalam melakukan pembelian saham. Walaupun demikian, bukan berarti masuk ke saham LQ45 tidak memiliki risiko kerugian.
Untuk itulah investor harus menghitung benar korelasi antara harga saham dan juga fundamental perusahan ditambah lagi dengan prospek industri ke depannya. Hal ini menurutnya tidak berlaku untuk saham BUMI saja melainkan semua saham yang ada di BEI.
Semenjak suspennya dicabut pada 5 Oktober 2016, saham BUMI memang ramai diperdagangkan. Pada perdagangan kemarin, Kamis, 1 Desember 2016 saham BUMI diperdagangkan hingga 15 juta lot.
Sejak perdagangan hari Senin 28 November 2016 saham BUMI telah diperdagangkan hingga 30,7 juta lot dengan valuasi Rp908 miliar. Sebagai perbandingan saham LQ45 lainnya seperti TLKM dalam kurun waktu yang sama sejak Senin, 28 November 2016 hanya diperdagangkan sebanyak 4,1 juta lot dengan valuasi Rp1,6 triliun.
Saham PT Astra International Tbk (ASII) yang termasuk kedalam daftar LQ45 pun hanya diperjualbelikan sebanyak 1,4 juta lot dengan valuasi Rp1 triliun sejak Senin lalu.
Grafik: Pergerakan Saham BUMI

Sumber: Bareksa.com
Pergerakan saham BUMI memang cukup signifikan didorong oleh sentimen proses restrukturisasi yang akan dijalankan, setelah rencana penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) mendapat restu dari pengadilan. Selain itu, naiknya harga batubara juga ikut mengerek saham pertambangan yang ada di bursa. (hm)
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.205,01 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.164,3 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.195,82 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.045,49 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
