
Bareksa – World Gold Council (WGC) dan Boston Consulting Group (BCG) memperkirakan potensi permintaan emas digital global mencapai US$700 miliar dalam jangka panjang. Angka tersebut mencerminkan peluang pasar yang belum tergarap, bukan nilai investasi yang sudah terealisasi.
Dalam lima tahun mendatang, pasar emas digital diproyeksikan tumbuh rata-rata 27% per tahun, dari sekitar US$45–55 miliar saat ini menjadi US$160–170 miliar pada 2031, berdasarkan skenario dasar kedua lembaga.
Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan Digital Gold: Unlocking a $700-Billion Opportunity yang dirilis pada 20 Oktober 2026. Riset ini melibatkan 12.267 investor ritel dari berbagai negara serta wawancara dengan 20 pakar industri. Hampir sembilan dari sepuluh responden menyatakan bersedia mempertimbangkan emas digital apabila hambatan utama, terutama kepercayaan, akses, kegunaan, dan biaya, dapat diatasi.
WGC dan BCG memperkirakan pasar emas digital dapat tumbuh sekitar 27% per tahun dalam skenario dasar selama lima tahun ke depan. Pertumbuhan tersebut bergantung pada peningkatan perlindungan konsumen, kejelasan regulasi, ketersediaan akses melalui lembaga keuangan, dan biaya transaksi yang kompetitif.
Laporan tersebut menyusun tiga skenario pertumbuhan pasar emas digital hingga 2031.
Skenario | Nilai Pasar pada 2031 |
Pesimistis | US$70–80 miliar |
Dasar | US$160–170 miliar |
Optimistis | US$270–280 miliar |
Sumber: WGC dan BCG, Digital Gold: Unlocking a $700-Billion Opportunity, 2026.
Sebagai perbandingan, nilai pasar emas digital saat ini diperkirakan sekitar US$45–55 miliar. Dalam skenario optimistis, pertumbuhan didukung perlindungan konsumen yang lebih kuat, transparansi aset emas, akses luas melalui bank dan platform keuangan, serta biaya yang semakin kompetitif.
Sebaliknya, pasar dapat tumbuh lebih lambat apabila persoalan kepercayaan, regulasi, dan biaya belum teratasi. Angka US$700 miliar bukan target nilai pasar pada 2031. Nilai tersebut merupakan estimasi potensi permintaan jangka panjang apabila hambatan investasi berhasil dikurangi secara lebih menyeluruh.
Menurut WGC, pasar investasi emas fisik global bernilai sekitar US$13 triliun, sementara emas digital masih mewakili kurang dari 1% nilai tersebut. Meski porsinya masih kecil, aktivitas perdagangan emas tokenisasi menunjukkan perkembangan.
Pada kuartal pertama 2026, volume perdagangan spot kumulatif emas tokenisasi mencapai sekitar US$90 miliar, melampaui total volume perdagangan sepanjang 2025. Namun, perlu dibedakan antara nilai pasar dan volume perdagangan. Volume perdagangan dapat mencakup transaksi berulang atas aset yang sama sehingga tidak mencerminkan jumlah dana baru yang masuk.
Mengenal Dua Jenis Emas Digital
Jenis | Cara Kerja |
Vaulted digital gold | Kepemilikan emas dicatat melalui sistem digital, dengan dukungan emas fisik yang disimpan oleh penyedia atau kustodian |
Tokenised gold | Kepemilikan, hak, atau eksposur terhadap emas direpresentasikan melalui token digital sesuai struktur produk |
Kedua jenis produk tersebut tidak selalu memiliki hak, mekanisme penukaran, struktur biaya, dan risiko yang sama. Investor perlu membaca ketentuan masing-masing produk sebelum bertransaksi.
Riset WGC dan BCG menemukan bahwa minat terhadap emas digital sudah tinggi, tetapi belum seluruhnya berubah menjadi investasi aktual. Hampir empat dari lima investor menempatkan kepercayaan terhadap penyedia sebagai pertimbangan utama.
WGC dan BCG mengidentifikasi empat faktor yang dapat memperluas pasar.
Faktor | Perbaikan yang Dibutuhkan |
Kepercayaan | Perlindungan konsumen, transparansi aset dan mekanisme penukaran |
Akses | Distribusi melalui aplikasi perbankan dan layanan keuangan yang mudah digunakan |
Kegunaan | Pengembangan fungsi emas, misalnya sebagai agunan jika diizinkan |
Biaya | Harga dan biaya layanan yang mampu bersaing dengan produk emas lainnya |
Berdasarkan pemodelan WGC-BCG, penanganan seluruh hambatan tersebut berpotensi meningkatkan tingkat partisipasi sebesar 13 poin persentase dan porsi alokasi emas digital dalam portofolio sebesar 2,5 poin persentase. Peningkatan tersebut menjadi dasar estimasi potensi permintaan hingga US$700 miliar dalam jangka panjang.
WGC dan BCG memperkirakan sekitar 65% dari potensi permintaan yang belum terealisasi berasal dari masyarakat yang sebelumnya belum berinvestasi emas. Temuan ini mengindikasikan bahwa emas digital dapat memperluas basis investor, bukan hanya mengalihkan pembelian dari emas batangan atau produk investasi emas lainnya.
Investor muda menjadi salah satu kelompok yang berpotensi mendukung pertumbuhan tersebut. Dalam survei WGC-BCG, tingkat kesadaran emas digital mencapai 50% pada responden berusia 25–34 tahun, dibandingkan 23% pada kelompok usia 55 tahun ke atas.
Meski demikian, minat tinggi tidak menjamin seluruh responden akan melakukan investasi. Keputusan pembelian tetap dipengaruhi kondisi keuangan, kepercayaan, akses, dan risiko yang dipahami calon investor.
Potensi pertumbuhan pasar emas digital tidak dapat disamakan dengan proyeksi keuntungan yang akan diterima investor. Harga emas tetap dapat mengalami kenaikan maupun penurunan. Selain risiko pasar, investasi emas digital juga memiliki risiko tambahan sesuai struktur produknya.
Investor perlu memperhatikan beberapa aspek berikut:
Ketersediaan aset pendukung: pastikan terdapat informasi yang memadai mengenai emas yang menjadi dasar produk.
Legalitas penyedia: periksa izin, status pengawasan, dan ketentuan perlindungan konsumen.
Biaya dan selisih harga: pahami spread, biaya administrasi, serta biaya pencairan atau penukaran.
Likuiditas: pastikan mekanisme penjualan dan waktu pencairan dana sesuai kebutuhan.
Risiko teknologi: perhatikan keamanan akun, sistem transaksi, serta ketentuan penyimpanan aset digital.
Produk yang menawarkan fungsi tambahan seperti pinjaman dengan jaminan emas atau imbal hasil dari pemanfaatan emas juga dapat memiliki risiko yang berbeda dari kepemilikan emas biasa.
WGC dan BCG memperkirakan pasar emas digital global berpotensi mencapai US$160–170 miliar pada 2031 dalam skenario dasar, dengan pertumbuhan sekitar 27% per tahun. Sementara itu, potensi permintaan jangka panjang hingga US$700 miliar menunjukkan masih besarnya pasar yang belum tergarap. Namun, realisasi potensi tersebut bergantung pada perlindungan investor, transparansi aset, akses layanan, dan biaya yang kompetitif. Bagi investor, perkembangan emas digital dapat membuka pilihan investasi baru. Meski demikian, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan karakteristik produk, risiko harga emas, dan kredibilitas penyedia.
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
***
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
WGC dan BCG memperkirakan potensi permintaan yang belum terealisasi mencapai US$700 miliar dalam jangka panjang, dengan syarat hambatan investasi berhasil diatasi.
Dalam skenario dasar, nilai pasar diperkirakan mencapai US160–170miliar,darisekitarUS45–55 miliar saat ini.
Tidak. Angka 27% merupakan proyeksi pertumbuhan nilai pasar emas digital secara keseluruhan, bukan estimasi imbal hasil investasi individu.
Tidak semua produk memiliki struktur dan mekanisme yang sama. Investor perlu memeriksa bentuk hak atas emas, aset pendukung, dan ketentuan produknya.
Emas digital merupakan kategori lebih luas. Emas tokenisasi adalah salah satu bentuknya yang menggunakan token digital untuk merepresentasikan hak atau eksposur terhadap emas.