BeritaArrow iconEmasArrow iconArtikel

Harga Emas Mulai Abaikan Kenaikan Suku Bunga, Lebih Responsif Terhadap Jumlah Uang Beredar

Abdul Malik24 Oktober 2023
Tags:
Harga Emas Mulai Abaikan Kenaikan Suku Bunga, Lebih Responsif Terhadap Jumlah Uang Beredar
Ilustrasi tren harga emas yang saat ini dinilai lebih responsif terhadap jumlah uang beredar (M2), ketimbang kenaikan suku bunga AS dan melonjaknya yield Treasury AS. (Shutterstock)

Saat ini valuasi emas dinilai masih murah mengingat jumlah uang beredar yang sudah meningkat

Bareksa.com - Harga emas dinilai semakin selaras dengan jumlah uang yang beredar (M2) di dunia, namun semakin mengabaikan kenaikan suku bunga dan melonjaknya ekspektasi imbal hasil (yield) Obligasi Negara Amerika Serikat (AS).

Charlie Morris, Chief Investment Officer ByteTree dalam laporan terbaru Atlas Pulse Gold Report, menyatakan emas menyukai suku bunga rendah, inflasi tinggi, jumlah uang beredar yang meningkat, dan permintaan global yang kuat, namun tampaknya logam mulia mulai mengabaikan suku bunga yang lebih tinggi. “Suku bunga melonjak dan harga emas tidak peduli, tampatkna emas sedang mengirimkan pesan ini,” kata Morris dilansir Kitco News (23/10/2023).

Morris yakin saat ini valuasi emas masih murah mengingat jumlah uang beredar yang sudah meningkat. “Saat ini, grafik menunjukkan bahwa emas berada di kisaran 5% lebih murah terhadap jumlah uang beredar global. Ini cara berpikir yang berbeda,” tulisnya.

Promo Terbaru di Bareksa

Investasi Emas di Sini

Dia mengatakan inti dari jumlah uang beredar global yakni emas adalah aset global, sehingga emas bisa memberi tahu hal-hal yang tidak dapat diungkapkan oleh data-data AS. “Secara tradisional, kita menggunakan data AS untuk banyak hal, terutama karena AS adalah negara dengan perekonomian terbesar,” ujarnya.

Harga emas dan jumlah uang beredar (M2) AS cukup seimbang selama 50 tahun terakhir. Namun AS menyumbang 40% terhadap produk domestik bruto (PDB) global pada 1960 dan 26% saat ini. “Meninggalkan 74% gambaran untuk analisis keuangan, tidak lagi diperlukan,” ungkapnya.

Morris mencatat emas masih menunjukkan kenaikan 20% berdasarkan M2 AS. Dia juga melihat kemungkinan alasan mengapa emas mengabaikan kenaikan suku bunga. “Saya khawatir dengan lonjakan suku bunga dan imbal hasil obligasi. Benarkah hal ini telah meredakan inflasi dan menyebabkan penurunan suku bunga riil. Biasanya hal ini berdampak buruk bagi emas, namun kali ini tampaknya berbeda,” dia menjelaskan.

Untuk mencoba menjelaskan perbedaan ini, Morris melakukan simulasi model dengan menimbang faktor geopolitik, permintaan bank sentral, ketidaksesuaian harga (mispricing) efek sekuritas yang dilindungi (TIPS), hingga potensi bubble. “Pemodelan saya terhadap TIPS 20 tahun menunjukkan perbedaan yang luar biasa, menyiratkan harga emas dinilai terlalu mahal hingga 58%,” katanya.

Morris menegaskan kesimpulan itu bukan bubble, melainkan TIPS yang salah harga atau dinilai terlalu murah, sehingga meremehkan inflasi. Saat ini, kondisi geopolitik sedang genting, sehingga bank sentral menempatkan emas sebagai aset safe haven di atas Treasury AS.

“Akibatnya, emas lebih selaras dengan jumlah uang beredar global dibandingkan inflasi sebagai penentu harga jangka panjang. Suku bunga riil akan terus menjadi pengaruh terpenting dalam jangka menengah, namun kita hidup di masa transformasi,” dia mengungkapkan.

Investasi Emas di Sini

Morris mengatakan faktor-faktor jangka panjang saat ini lebih penting daripada faktor-faktor jangka pendek. “Pendorong jangka panjang emas seharusnya adalah jumlah uang beredar dibandingkan inflasi, sebab M2 naik seiring dengan perekonomian, sedangkan inflasi hanya meningkat karena kesalahan pengelolaan ekonomi, yang secara teoritis bersifat opsional,” katanya.

Harga Emas Hari ini, Selasa (24/10/2023)

Emas

Harga Beli Emas Hari Ini

Emas pasar spot

US$1.972,53 per troy ounce

Emas Treasury​

Rp1.039.755 per gram

Emas Pegadaian​

Rp1.017.000 per gram

Emas Indogold

Rp1.021.000 per gram

Emas Antam

Rp1.119.000 per gram

Sumber: harga-emas.org, Bareksa Emas, harga emas spot per pukul 11.54 WIB​

Investasi Emas di Sini

Investasi Emas di Bareksa Emas

Salah satu cara mudah investasi emas adalah dengan memanfaatkan fitur Bareksa Emas yang tersedia di Bareksa. Kamu bisa berinvestasi emas dari manapun dan kapanpun.

Dalam menyediakan fitur Bareksa Emas, Bareksa bekerja sama dengan Pegadaian, Treasury, dan Indogold. Bareksa Emas sebagai alternatif pilihan investor untuk memiliki emas fisik yang bisa dibeli secara digital atau emas online.

Mitra pengelolaan emas di Bareksa Emas yaitu Treasury berlisensi sebagai pedagang emas digital dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Sementara Pegadaian juga memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Investasi emas secara online bukan berarti tidak ada wujudnya. Sekarang, setelah membeli emas digital Treasury di Bareksa Emas, Smart Investor juga bisa memiliki wujud fisiknya yang diantar langsung ke rumah dengan fitur Cetak Fisik.

Emas batangan yang tersedia di Bareksa Emas adalah emas murni dengan kadar 99,99%. Smart Investor dapat memilih emas Antam ataupun emas UBS untuk Tarik Fisik di Bareksa Emas. Ayo investasi emas dan lakukan cetak fisik di Bareksa!

Beli Emas di Sini

(AM)

***

Ingin investasi emas dan reksadana di Bareksa?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.331,66

Up0,99%
Up4,37%
Up0,04%
Up5,01%
Up18,41%
-

Capital Fixed Income Fund

1.782,41

Up0,56%
Up3,37%
Up0,03%
Up6,88%
Up16,27%
Up43,28%

STAR Stable Income Fund

1.933,11

Up0,52%
Up3,01%
Up0,03%
Up6,01%
Up28,67%
Up59,89%

I-Hajj Syariah Fund

4.841,92

Up0,57%
Up3,13%
Up0,03%
Up6,13%
Up21,96%
Up40,57%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.143,44

Up0,40%
Up2,80%
Up0,03%
Up4,98%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua