Perbankan Masih akan Buru Surat Berharga di Semester II, Kepemilikan SBN Melesat

Penempatan dana bank pada surat berharga mencapai Rp1.115,97 triliun per April 2020 atau naik 8,18 persen
Bareksa • 30 Jul 2020
cover

Teller melayani transaksi nasabah di Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (31/12). Libur Natal dan Tahun Baru 2016, Bank Mandiri menyiapkan Rp 17,5 triliun yang dialokasikan sebesar 63 persen untuk memenuhi kebutuhan ATM dan 37 persen untuk kebutuhan di kantor cabang. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pd/15

Bareksa.com - Perbankan diprediksi masih akan terus memburu surat berharga pada semester II tahun ini, meskipun bank-bank milik pemerintah mulai ekspansi kredit. Berdasarkan statistik perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penempatan dana bank pada surat berharga mencapai Rp1.115,97 triliun per April 2020 atau naik 8,18 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dilansir Bisnis.com, kenaikan penempatan dana tertinggi terjadi pada instrumen obligasi 21,74 persen, diikuti surat perbendaharaan negara 20,15 persen. Sementara pada sertifikat Bank Indonesia turun 72,36 persen dan lainnya turun 6,14 persen. Porsi terbesar penempatan dana perbankan ada di obligasi.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan bank mulai meningkatkan pemilikan surat berharga jangka panjang dibandingkan jangka pendek pada masa awal pandemi. Hal ini tercermin dari penempatan dana pada surat perbendaharaan negara dan obligasi yang naik tinggi, sedangkan SBI turun. Menurut dia, bank yang meningkatkan penyaluran dana pada surat berharga untuk menjaga posisi tetap likuid dalam jangka panjang.

"Hal ini bertujuan untuk menjaga likuiditas dalam jangka panjang, paling tidak sampai pandemi mereda," katanya.

Dia melanjutkan penempatan dana dari pemerintah memang mendorong penyaluran kredit, terutama bank-bank yang mendapat penempatan dana PEN. Namun, penempatan surat berharga bank diproyeksi masih akan tinggi dan cenderung meningkat selama masa pandemi. Namun, jika pandemi mulai mereda, penempatan dana di surat berharga berpeluang turun. Pada saat yang sama, bank juga bank kembali aktif menyalurkan kredit.

"Penempatan surat berharga bank bila masih dalam masa pandemi kemungkinan akan tetap tinggi dan cenderung meningkat. Ini bertujuan untuk menjaga likuiditas bank dalam jangka panjang," imbuhnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh perbankan memang melesat 72 persen secara year to date (YtD) dari sebelumnya Rp581,37 triliun pada akhir Desember 2019 jadi Rp1.001 triliun pada 24 Juli 2020. Lonjakan itu utamanya ditopang kenaikan kepemilikan SBN oleh bank konvensional yang meroket 76 persen jadi Rp962,87 triliun dan bank syariah naik 5,5 persen jadi Rp38,34 triliun. 

Tren kenaikan kepemilikan SBN juga dicatatkan reksadana yang naik 8,5 persen jadi Rp141,71 triliun, BI (net) naik 6,8 persen jadi Rp280,56 triliun, asuransi naik 29 persen jadi Rp278,59 triliun dan individu naik 39,5 persen jadi Rp113,93 triliun.

Sedangkan kepemilikan SBN oleh investor asing YtD menurun 11,2 persen jadi Rp942,22 triliun, serta dana pensiun minus 9,7 persen jadi Rp231,89 triliun.

Kepemilikan SBN Rupiah yang Dapat Diperdagangkan (Rp triliun)


Sumber : DJPPR Kemenkeu

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Masa pemesanan Obligasi Negara Ritel seri ORI017 sudah ditutup 9 Juli 2020 pukul 10.00 WIB. Tunggu penerbitan SBN ritel berikutnya di Bareksa. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.