Meroket di Akhir Pekan, Ini Analisis Teknikal Fundamental Saham PGAS
Saham PGAS pada perdagangan Jumat 29 Juni 2018, PGAS ditutup meroket 9,61 persen di level Rp1.995

Saham PGAS pada perdagangan Jumat 29 Juni 2018, PGAS ditutup meroket 9,61 persen di level Rp1.995
Bareksa.com - Harga saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) pada perdagangan Jumat 29 Juni 2018, PGAS ditutup meroket 9,61 persen di level Rp1.995 per saham. Saham PGAS ditransaksikan sebanyak 9.813 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp220,24 miliar.
Berdasarkan aktivitas broker summary, anggota bursa yang menempati jajaran top buyer atau sebagai pembeli terbanyak saham PGAS pada perdagangan akhir pekan lalu antara lain Mirae Asset Sekuritas (YP) dengan nilai pembelian Rp26,05 miliar, kemudian Mandiri Sekuritas (CC) Rp17,55 miliar, dan RHB Sekuritas (DR) Rp12,21 miliar.
Ketiga broker tersebut masing-masing berkontribusi terhadap nilai transaksi PGAS secara keseluruhan yaitu sebesar 11,83 persen, 7,97 persen, dan 5,54 persen.
Promo Terbaru di Bareksa
Sejuta Jaringan Gas Bumi
Distributor gas milik negara ini menargetkan membangun sekitar satu juta jaringan gas di seluruh wilayah Indonesia yang akan disambungkan untuk kebutuhan rumah tangga.
"Jumlah rumah tangga di Indonesia saat ini adalah 126 juta. Rencana umumnya kita 4,5 juta jargas terpasang untuk rumah tangga. Tapi kami targetkan atau kami maunya satu atau dua tahun ke depan itu bisa terbangun jargas untuk 1 juta pelanggan," kata Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo dilansir Antara, Jumat (29 Juni 2018).
Dilo mengatakan untuk mempercepat pembangunan jaringan gas bumi tersebut PGN akan menawarkan konsep kerja sama dengan pihak lain, seperti badan usaha, untuk melakukan investasi. "Saya mau menawarkan kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha. Jadi konsepnya seperti public private partnership," kata dia.
PGN membuka kesempatan kepada pihak lain terkait kerja sama program pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga. Namun demikian, seleksi ketat akan dilakukan terhadap pihak lain yang berminat untuk menjajaki kerja sama ini. Program pembangunan jaringan gas bumi ini merupakan upaya jangka panjang yang dilakukan oleh pemerintah agar bisa mengurangi subsidi energi untuk LPG 3 kilogram.
"Hari ini cadangan gas kita itu bisa cukup untuk 70 tahun ke depan, tapi hari ini cadangan minyak kita makin turun, paling umurnya cuma lima tahun untuk minyak bumi. Sisanya akan impor dan subsidi tiap tahun untuk elpiji, itu besar, nilainya sekitar Rp30 triliun," kata dia.
Ia menegaskan, penggunaan gas bumi jauh lebih efisien bagi rakyat miskin maupun industri. "Pembangunan jaringan gas bumi ini jauh lebih efisein dan aman tentunya, jika dibandingkan dengan LPG," ujarnya.
Analisis Teknikal PGAS

Menurut analisis Bareksa, secara teknikal candle PGAS pada perdagangan Jumat kemarin membentuk bullish candle dengan body yang besar menggambarkan saham ini bergerak positif dalam rentang yang lebar hingga hampir berakhir di level tertingginya.
Volume terlihat mengalami peningkatan menandakan adanya aksi pembelian yang cukup besar pada saham ini. Selain itu, pada perdagangan Jumat kemarin PGAS terlihat berhasil rebound setelah mendekati area support pada level Rp1.790
Selain itu, indikator relative strength index (RSI) terpantau mulai berbalik arah naik mengindikasikan sinyal kenaikan yang mulai kuat dengan potensi target terdekat di resisten pada level Rp2.320. (hm)
DISCLAIMER
Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.208,81 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.166,94 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.201,87 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.019,9 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



