Analisa Teknikal Saham TLKM : Pasca Naik 4,53 Persen, Bagaimana Pospeknya?
Saham TLKM menjadi saham dengan nilai transaksi perdagangan tertinggi senilai Rp1,01 triliun pada Jumat pekan lalu

Saham TLKM menjadi saham dengan nilai transaksi perdagangan tertinggi senilai Rp1,01 triliun pada Jumat pekan lalu
Bareksa.com - Harga saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) pada perdagangan Jumat, 26 Januari 2018 ditutup menguat 4,53 persen ke level Rp4.150 per saham. Saham TLKM menjadi saham dengan nilai transaksi perdagangan tertinggi senilai Rp1,01 triliun.
Berdasarkan aktivitas broker summary, anggota bursa yang menempati jajaran top buyer saham TLKM antara lain Citigroup Sekuritas (CG) dengan nilai pembelian Rp266,27 miliar, kemudian Macquarie Sekuritas (RX) Rp223,24 miliar, dan Bahana Sekuritas (DX) Rp70,41miliar. (Baca : Menguat 2,09 Persen, Ini Analisa Teknikal Saham TLKM)
Analisis Teknikal TLKM

Sumber : Bareksa
Promo Terbaru di Bareksa
Menurut analisis Bareksa, secara teknikal, candle saham TLKM pada perdagangan kemarin membentuk bullish candle disertai short upper shadow serta membentuk pola morning star. (Lihat : TLKM, WIKA, dan PLN Terbitkan Komodo Bond Tahun Depan Susul JSMR)
Kondisi tersebut menggambarkan saham TLKM mampu bergerak positif dengan berhasil ditutup satu tick di bawah level tertingginya serta berhasil menusuk dua candle sebelumnya dengan body yang besar mengindikasikan sinyal reversal yang sangat kuat.
Selain itu, sinyal pembalikan arah saham TLKM semakin kuat setelah pada hari sebelumnya pergerakannya hampir menyentuh support kuat di level Rp3.910 per saham dan terlihat mulai ada aksi perlawanan beli. (Baca : Paling Banyak Diborong Asing, Ini Prospek Saham TLKM)
Indikator volume terlihat mengalami peningkatan menandakan adanya sinyal akumulasi yang kuat, terutama oleh investor asing yang mencatatkan net buy Rp327,66 miliar.
Indikator relative strength index (RSI) terlihat mulai berbalik positif dan saat ini berada di level 49 atau masih sangat jauh dari area overbought menandakan potensi kenaikan saham ini masih cukup kuat, terutama untuk menguji resisten di level Rp4.240 per saham. (AM) (Lihat : BBCA Geser TLKM di Urutan Pertama 10 Saham Bernilai Transaksi Terbesar)
DISCLAIMER
Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut
Profil Penulis
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.214,39 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.172,24 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.195,33 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.023,28 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



