BeritaArrow iconBerita Ekonomi TerkiniArrow iconArtikel

Investasi Reksa Dana 2017 Miliki Prospek Cerah

Bareksa06 Februari 2017
Tags:
Investasi Reksa Dana 2017 Miliki Prospek Cerah
Vivian Secakusuma Presiden Direktur PT BNP Paribas Investment Partners

Vivian Secakusuma, Presiden Direktur BNP Paribas Investment Partners, optimis terhadap fundamental saham-saham Indonesia

Bareksa.com - Kondisi ekonomi dalam negeri dan global menjadi faktor penentu pendorong pasar modal Indonesia. Bila pasar modal membaik, yang diwakili dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tentunya investasi di reksa dana juga dapat ikut terdorong.

Vivian Secakusuma, Presiden Direktur BNP Paribas Investment Partners, memandang investasi reksa dana pada tahun ini akan memiliki prospek yang cerah. Dia memberi penjelasan bagaimana faktor fundamental saham-saham Indonesia bisa menjanjikan hal ini. Selain itu, dia juga memberikan sejumlah tips investasi bagi masyarakat awam.

Simak petikan wawancaranya bersama Bareksa.com berikut ini.

Promo Terbaru di Bareksa

***

Secara historikal selama bulan Januari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) biasanya naik, seiring dengan fenomena yang disebut dengan January Effect. Bagaimana Anda melihat fenomena tersebut pada tahun ini?

January Effect menunjukkan hasil yang berbeda-beda dan sulit untuk dapat diperkirakan, di mana selama 10 tahun terakhir, enam kali menunjukan return yang positif dan 4 kali menunjukan return yang negatif.

Faktor-faktor apa yang bisa membawa IHSG menguat sepanjang tahun ini?

IHSG dapat menguat jika ekspektasi kinerja laba saham-saham yang tercakup di IHSG meningkat dan terealisasi pada tahun ini. Selain itu kestabilan kondisi makro ekonomi di dalam negeri sebagaimana tercermin dari laju inflasi dan nilai tukar Rupiah juga berpengaruh. Selain kondisi domestik, kondisi ekonomi global di negara-negara lainnya juga perlu diperhatikan, terutama tren suku bunga global, yang juga dapat mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia serta sentimen pasar.

Sektor properti dan konstruksi pada tahun lalu merupakan yang paling tertinggal dibandingkan dengan sektor lainnya. Bagaimana prospek dari sektor ini pada tahun 2017?

Meskipun prospeknya lebih tidak menentu, kami memandang sektor konstruksi cukup positif di tahun ini karena didukung oleh anggaran negara yang tinggi. Secara umum kondisi positif ini ditandai dengan menurunnya tingkat suku bunga KPR. Meskipun demikian, kinerja sektor ini juga belum bisa dipastikan karena walaupun minat investasi cukup tinggi namun realisasinya masih belum terlihat.

Isu terbaru yang sedang hangat berkaitan dengan politik dan SARA. Isu ini disebutkan bisa mempengaruhi daya tarik Indonesia bagi investor asing. Bagaimana Anda melihat hal ini?

Menurut kami, hal ini dapat berpengaruh pada sentimen investor asing. Namun kami percaya bahwa prospek pasar modal lebih berpatokan pada faktor fundamental dalam jangka panjang.

Berkaitan dengan investasi di reksa dana, bagaimana prospek reksa dana pada tahun ini?

Kami positif akan pertumbuhan dan prospek reksa dana di tahun 2017 dimana kami memperkirakan beberapa produk reksa dana masih memberikan return yang cukup menarik. Dengan mempertimbangkan beberapa faktor antara lain kondisi fundamental emiten di Indonesia, kami memperkirakan pasar saham akan mengalami kenaikan sebesar 15%, pasar obligasi sebesar 8% dan pasar uang sebesar 5%.

Dari produk-produk BNP Paribas Investment Partners, mana yang bisa menjadi pilihan investor saat ini?

PT. BNP Paribas Investment Partners memiliki 16 reksa dana dengan profil risiko dan strategi yang berbeda-beda. Investor sebaiknya menyesuaikan reksa dana yang akan dipilih dengan profil risikonya masing-masing sebelum menentukan pilihan.

Dengan perkembangan teknologi belakangan ini, berinvestasi dalam reksa dana semakin mudah. Bahkan, segala jenis transaksi bisa dilakukan hanya melalui jaringan internet saja (online). Bagaimana BNP Paribas Investment Partners menghadapi peluang ini?

Kami menanggapi peluang ini dengan positif. Perkembangan teknologi ini jika diutilisasi dengan benar akan dapat membantu memperluas basis investor reksa dana dengan cepat. Kami rasa jalur ini ini akan semakin berkembang di 5-10 tahun kedepan.

Untuk orang yang awam tetapi ingin berinvestasi reksa dana, apa saja yang perlu menjadi pertimbangan?

Bagi setiap investor, khususnya investor pemula, penentuan investasi harus selalu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing, apakah investor lebih sesuai dengan reksa dana dengan risiko rendah, menengah atau risiko yang lebih tinggi, karena masing-masing profil risiko tersebut memiliki konsekuensi yang berbeda. Selain profil risiko, kondisi keuangan, tujuan serta horizon investasi juga penting untuk diperhatikan, apakah (calon) investor ingin berinvestasi dalam jangka pendek, menengah atau panjang.

Perubahan atas faktor-faktor di atas juga dapat menjadi pemicu bagi investor untuk mengubah alokasi asetnya.

Tips dan trik apa yang bisa Anda sarankan bagi para investor ritel di Indonesia?

Walaupun kondisi dan sentimen di pasar masih cukup positif, investor disarankan untuk tetap melakukan diversifikasi dan senantiasa melakukan penyesuaian atas profil risiko dan tujuan investasinya, sesuai dengan produk investasi yang dimiliki. Akan lebih baik pula apabila investor dapat melakukan investasi secara berkala dan tidak mencoba untuk melakukan market timing, karena pergerakan pasar sangat sulit untuk diprediksi.

Secara singkat, beberapa hal yang perlu dicermati investor untuk beberapa bulan ke depan:

1) Investor disarankan untuk terus memperhatikan perkembangan pasar global tahun 2017 antara lain pengaruh dari kebijakan Presiden Amerika terpilih dan kegiatan Bank Sentral di negara-negara maju terhadap pasar.
2) Selain itu, situasi geopolitik dan hubungan antara negara-negara maju juga penting untuk diperhatikan.



Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.205,01

Down- 0,89%
Up1,74%
Down- 0,12%
Up7,82%
Up19,69%
Up15,87%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.164,3

Down- 0,41%
Up2,34%
Up0,79%
Up7,74%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,82

Up0,05%
Up2,44%
Up0,93%
Up8,12%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045,49

Down- 1,51%
Up2,95%
Down- 0,20%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua