BeritaArrow iconBerita Ekonomi TerkiniArrow iconArtikel

Kepala BKPM: Bangun Kawasan Industri, China Akan Tanam Modal Rp6,5 Triliun

Bareksa11 Maret 2016
Tags:
Kepala BKPM: Bangun Kawasan Industri, China Akan Tanam Modal Rp6,5 Triliun
Pekerja menyelesaikan pengerjaan pembangunan proyek 'masterpiece integrated development' Orange County dikawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (17/9). Proyek seluas 322 hektar dengan nilai Rp250 triliun tersebut direncanakan rampung sesuai dengan jadwal yang nantinya akan menjadi kawasan industri dan hunian yang berkualitas. ANTARA FOTO

Luasan kawasan industrinya akan mencapai 2.000 hektare.

Bareksa.com - Investor China akan menanamkan modalnya di Indonesia senilai $500 juta atau setara dengan Rp6,5 triliun. Investasi ini akan digunakan untuk pembangunan kawasan industri di Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, di Jakarta, Jumat, 11 Maret 2016 mengatakan jika ini adalah buah manis kunjungannya ke Beijing pada tanggal 9-12 Maret 2016.

Investasi sebesar $500 juta tersebut menurutnya adalah investasi awal. Investor asal negeri tirai bambu ini menurutnya juga telah memiliki calon mitra lokal yang merupakan pengembang ternama di Indonesia.

Promo Terbaru di Bareksa

“Luasan lahan kawasan industri tersebut diperkirakan akan mencapai 2.000 hektar dengan konsep kawasan industri yang terintegrasi dengan perumahannya," katanya.

Calon investor dari China ini menurutnya sudah kaya akan pengalaman karena sudah mengelola 43 kawasan industri di Tiongkok dengan luasan mencapai 2.500 kilometer persegi atau 3,5 kali negara Singapura. Menurut Franky, hal ini akan sangat positif untuk mendorong realisasi investasi China di Indonesia.

“Biasanya investor akan merasa lebih nyaman bila pengelola kawasan industri tersebut berasal dari negara yang sama, sehingga mereka lebih memahami budaya maupun kebiasaan investor setempat,” ujarnya.

Dia mencontohkan beberapa kawasan industri yang ada di Indonesia juga memiliki kekhususan, seperti di antaranya mayoritas kawasan industri di Karawang tenantnya adalah investor Jepang, kemudian ada juga kawasan industri di Tangerang mayoritas adalah China dan India.

Franky memaparkan jika investasi dari Tiongkok yang sepanjang tahun 2015 di sektor non hulu migas dan keuangan mencapai $628,3 juta. Angka ini menempatkan China sebagai investor terbesar ke-9 di Indonesia.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.204,07

Down- 0,91%
Up1,72%
Down- 0,20%
Up7,74%
Up19,59%
Up15,78%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.164,07

Down- 0,36%
Up2,34%
Up0,77%
Up7,72%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,66

Up0,08%
Up2,45%
Up0,92%
Up8,10%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.046,04

Down- 1,22%
Up3,10%
Down- 0,15%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua