CHART OF THE DAY: Yield Obligasi Sentuh Level Terendah Sejak 2014
Faktor penggerak harga SUN termasuk ekonomi global dan data ekonomi domestik

Faktor penggerak harga SUN termasuk ekonomi global dan data ekonomi domestik
Bareksa.com - Pasar obligasi pemerintah masih marak yang ditunjukkan dengan kenaikan harga dan tentu saja penurunan yield. Bahkan, kemarin yield surat utang negara (SUN) benchmark bertenor 10 tahun mencapai level terendahnya, yakni 7 persen.
Yield obligasi mulai bergerak turun sejak awal tahun 2015 disebabkan adanya faktor eksternal seperti yield treasury bertenor 10 tahun di Amerika yang terus bergerak turun hingga saat ini mencapai 1,68 persen. Selain itu, faktor penggerak pasar SUN adalah adanya stimulus Eropa yang memicu arus dana investor asing masuk ke Indonesia khususnya pada pasar obligasi.
Grafik: Pergerakan Yield Obligasi Benchmark Tenor 10 Tahun Selama 6 Bulan
Promo Terbaru di Bareksa
Sumber: Bareksa.com
Sementara itu, turunnya yield obligasi kemarin disebabkan oleh membaiknya data ekonomi Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya penurunan harga atau deflasi sebesar 0,24 persen pada Januari 2015 bila dibandingkan Desember 2014 (month-to-month). Hal itu jauh di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan inflasi bulan Januari 0,24 persen.
Deflasi tersebut disebabkan adanya penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) sebanyak dua kali. Selain itu, data neraca perdagangan Indonesia bulan Desember 2014 mencatatkan surplus $190 juta yang menunjukkan membaiknya impor.
Grafik: Pergerakan Inflasi Tahunan Sejak Tahun 2003
Sumber: Bareksa.com
Menurunnya inflasi Januari secara year-on-year (YoY) menjadi 6,96 persen mendorong berbagai pihak untuk meminta Bank Indonesia untuk segera menurunkan tingkat suku bunga acuan (BI rate) yang kini sebesar 7,75 persen.
Namun, pada 21 Januari lalu Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo mengatakan akan tetap mempertahankan BI rate di 7,75 persen untuk menjaga inflasi. "Ini untuk menjaga inflasi kembali ke target 2015, yaitu 4 plus-minus 1 persen."
Dengan mempertahankan tingkat suku bunga, spread antara inflasi tahunan dan BI rate makin besar, yakni 79 bps. Spread ini lebih besar dibandingkan bulan lalu dimana justru tingkat inflasi tahunan lebih tinggi dari BI rate yaitu 8,36 persen. (hm)
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.210,17 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.191,16 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.163,36 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.047,21 | - | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
