Kamu Investor Tipe Konservatif? Yuk Kenali Reksadana Pendapatan Tetap

Portofolio reksadana pendapatan tetap harus terdiri dari surat utang minimal 80 persen dari portofolionya
Abdul Malik • 07 Jan 2021
cover

Ilustrasi investasi reksadana pendapatan tetap fixed income fund obligasi korporasi surat utang negara surat berharga yang disimbolkan dengan keyboard dan kunci

Bareksa.com - Sebelum mulai berinvestasi reksadana dan memilih jenis reksadana, sebagai investor ada baiknya memahami lebih dahulu karakteristik diri Anda seperti apa. Salah satu karakteristik atau profil investor dimaksud investor bertipe konservatif (risk averse).

Investor bertipe konservatif memiliki profil risiko yang rendah dan cenderung menghindari risiko (risk averse). Makanya, dalam hal berinvestasi, investor ini lebih menyukai instrumen investasi yang aman dan takut jika pokok investasi (modal awal) akan berkurang.

Selain itu, tipe investor ini juga merasa nyaman dengan instrumen investasi yang imbal hasilnya tidak terlalu besar tetapi bergerak stabil. Di sisi lain reksadana pendapatan tetap adalah suatu portofolio investasi yang berisi surat utang (obligasi) dan produk pasar uang.

Portofolio reksadana pendapatan tetap harus terdiri dari surat utang minimal 80 persen dari portofolionya dan sisanya adalah produk pasar uang. Obligasi atau surat utang dimaksud, bisa yang diterbitkan oleh perusahaan (korporasi) maupun obligasi pemerintah. Walau reksadana pendapatan tetap sebagian besar portofolionya berisi surat utang (obligasi), reksadana ini tidak dikenal dengan nama reksadana obligasi.

Selain itu, meski namanya pendapatan tetap, bukan berarti bahwa investor akan mendapatkan pendapatan secara tetap. Sebutan reksadana pendapatan tetap diberikan karena reksadana ini berinvestasi pada instrumen surat utang (obligasi) yang memberikan pendapatan tetap secara berkala dalam bentuk kupon. Makanya, reksadana ini lebih dikenal sebagai fixed income fund.

Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang tetapi lebih moderat dibandingkan saham sehingga cocok untuk jangka waktu investasi 1 sampai 3 tahun. Dalam jangka pendek dan menengah, nilai aktiva bersih (NAB) dari reksadana pendapatan tetap cenderung naik stabil dan tidak banyak berfluktuasi (naik-turun).

Karena itu, reksadana ini cocok untuk investor bertipe konservatif (risk averse). Meski demikian, investor dengan profil risiko sedang atau moderat juga bisa memilih reksadana pendapatan tetap dengan tujuan investasi jangka menengah.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.