Bareksa Insight : Harga Batu Bara Meroket, Reksadana Berbasis Komoditas Cuan 10 - 20 Persen

Abdul Malik • 22 Jun 2022

an image
Ilustrasi kenaikan harga batu bara yang mendongkrak lonjakan harga saham emiten batu bara dan mendorong kinerja reksadana berbasis saham batu bara. (Shutterstock)

Sepekan terakhir, harga batu bara meroket 19,6 persen dan setahun terakhir terbang 216,2 persen

Bareksa.com - Sektor energi memimpin penguatan pasar saham nasional yang tercermin dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan menopang penguatan reksadana saham dan reksadana indeks, terutama reksadana saham syariah yang mayoritas berbasis saham komoditas. 

Menurut analisis Bareksa, harga batu bara dunia naik karena Eropa berencana meningkatkan penggunaan emas hitam itu sebagai bahan bakar pengganti gas, pasca boikot impor energi dari Rusia. Hal ini dapat mendorong permintaan batu bara di tengah pasokan dunia yang masih terbatas, serta mempertahankan harga komoditas tersebut di level tinggi.

Pada perdagangan Selasa (21/6/2022), harga batu baru kontrak Juli di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$395,5 per ton, melesat 3,47 persen. Ini merupakan level tertinggi sejak 31 Mei 2022 atau sepanjang bulan ini. Kenaikan itu mendekatkan harga batu bara ke level psikologis US$400 per ton. Sepekan terakhir, harga batu bara meroket 19,6 persen dan setahun terakhir terbang 216,2 persen.

Baca juga : Bareksa Insight : Pasar Minim Sentimen, Investor Bisa Terapkan Strategi Ini

Sementara itu, tekanan jual di pasar obligasi diproyeksikan masih akan berlanjut hingga bulan depan dengan target pelemahan imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara (SBN) diperkirakan bergerak ke kisaran 7,6 - 7,8 persen dari saat ini 7,5 persen. 

Hal ini turut menekan kinerja mayoritas reksadana pendapatan tetap, terutama yang berbasis SBN. Investor juga tengah menanti pernyataan Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed, Jerome Powell pekan ini terkait rencana kebijakan suku bunga acuan pada Juli.

IHSG pada 21 Juni 2022 naik 0,97 persen ke level 7.044,07. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 21/06/2022 pukul 17.00 (WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,5 persen pada 21 Juni 2022. 

Lihat juga : Bareksa Insight : Investor Tunggu Suku Bunga BI, Reksadana Ini Cuan Hingga 32 Persen

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Analisis Bareksa memprediksi reksadana saham dan reksadana indeks hari ini akan bergerak menguat mengikuti pergerakan pasar saham AS yang semalam ditutup naik signifikan. Investor bisa mencermati reksadana berbasis sektor energi dan saham berkapitalisasi besar (big caps) yang biasanya memiliki kinerja pembalikan arah cukup cepat dan potensi imbal hasil yang didapatkan oleh investor dapat semakin optimal.

Analisis Bareksa juga memperkirakan reksadana pendapatan tetap masih akan bergerak terbatas pada hari ini. Investor dapat pertimbangkan akumulasi investasi di reksadana pendapatan tetap berbasis Obligasi Negara, jika yield acuan bergerak menuju level 7,8 persen. 

Simak juga : Bareksa Insight : Ekonomi Dunia Berpotensi Melambat, Ini Jurus Agar Investor Tetap Cuan

Beberapa produk reksadana saham dan reksadana indeks dengan portofolio saham komoditasdan reksadana pendapatan tetap yang bisa dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko agresif dan moderat adalah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 21 Juni 2022)

Reksadana Indeks

Avrist IDX30 : 20,97 persen
Principal Index IDX30 Kelas O : 19,09 persen

Reksadana Saham

Batavia Dana Saham Syariah : 12,61 persen
Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A : 10,09 persen

Imbal Hasil 3 Tahun (per 21 Juni 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 32 persen
Sucorinvest Bond Fund : 27,77 persen

Baca juga : Bareksa Insight : Inflasi AS Mei di Level Tertinggi, Ini Tips Agar Investasi Cuan Maksimal

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.