
Bareksa - Indeks Kospi Korea Selatan turun 5,46% ke 6.035,35 pada Selasa (13/10/2026), level terendah sejak Juli, saat aksi jual saham AI menekan Samsung dan SK Hynix. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 0,17% ke 5.925,98, atau turun 4,31% sepekan.
Ringkasan Data Pasar
Indikator | Posisi 13 Okt 2026 | Perubahan |
|---|---|---|
Kospi (Korea Selatan) | 6.035,35 | Turun 5,46% harian; turun 13,05% sepekan; turun 9,71% sejak 14/9 |
Indeks chip AS (SOX) | 12.208,8 | Turun 0,23% harian; turun 7,63% sepekan |
IHSG | 5.925,98 | Turun 0,17% harian; turun 4,31% sepekan; turun 9,32% sejak 14/9 |
Rupiah (USD/IDR) | Rp17.873 | Menguat 0,11% harian; menguat 0,12% sepekan; melemah 1,29% sejak 14/9 |
Emas dunia | US$4.155,20 per ons | Turun 0,40% harian; turun 0,22% sepekan; turun 3,34% sejak 14/9 |
Minyak Brent | US$105,69 per barel | Turun 0,90% harian; naik 5,08% sepekan; naik 0,01% sejak 14/9 |
Imbal hasil SBN 10 tahun | 7,169% | Turun dari 7,199% (12/10); naik dari 7,167% (6/10); naik dari 7,156% (14/9) |
Imbal hasil obligasi AS 10 tahun | 5,215% | Turun dari 5,231% (12/10); turun dari 5,271% (6/10); naik dari 4,961% (14/9) |
Peluang The Fed naikkan bunga (28 Okt) | 22,7% (ditahan 77,3%), per 13/10 | 21,0% pada 12/10; 19,9% pada 6/10; 42,5% pada 11/9 |
Sumber: Investing.com, Financial Times, CME FedWatch, diolah Bareksa
Kospi mencatat pergerakan terbesar: turun 5,46% sehari dan 13,05% sepekan. Laporan Bloomberg menyebut ETF (reksadana yang diperdagangkan di bursa) pelacak saham chip menuju kerugian hari keenam. Indeks chip AS (SOX) turun 7,63% sepekan, meski hanya 0,23% pada 13/10.
Namun Wall Street nyaris datar: Nasdaq turun 0,15%, S&P 500 turun 0,02%, dan Dow Jones turun 0,35%. Dampak ke Indonesia juga terbatas. IHSG hanya turun 0,17%, tujuh dari 11 sektor menguat dipimpin properti (naik 1,83%), sementara teknologi turun 0,95%.
Risikonya ada di imbal hasil obligasi. Analis menilai koreksi saham AI dapat memicu jual paksa dan menaikkan imbal hasil obligasi pemerintah, sementara IMF memperingatkan risiko keuangan global meningkat. Brent turun 0,9% ke 105,69 dolar AS per barel, tetapi masih naik 5,08% sepekan; minyak mahal dapat menjaga inflasi dan bunga tetap tinggi.
Pergerakan Kospi, IHSG, USD/IDR, Emas, Imbal Hasil SBN, Imbal Hasil Obligasi AS & Brent Sebulan
Sumber: Investing.com, Financial Times.
SBR015 dapat dicermati investor yang menginginkan kupon dengan batas minimal. Masa penawaran 28 September-22 Oktober 2026; kupon SBR tertinggi sejak 2020.
Seri | Tenor | Kupon minimal per tahun |
|---|---|---|
SBR015T2 | 2 tahun | 6,75% |
SBR015T4 | 4 tahun | 6,85% |
Sumber: DJPPR Kemenkeu.
Reksadana pasar uang berinvestasi di instrumen jangka pendek yang relatif mudah dicairkan, sehingga dapat dicermati untuk dana jangka pendek.
Reksadana | Return 1 tahun |
|---|---|
Setiabudi Dana Pasar Uang | 5,24% |
Avrist Ada Kas Mutiara | 4,81% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 13/10/2026. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Reksadana ini dapat dicermati bertahap. Nilainya dapat naik-turun mengikuti imbal hasil obligasi.
Reksadana | Return 1 tahun |
|---|---|
Syailendra Sharia Fixed Income A | 6,24% |
Trimegah Dana Obligasi Nusantara | 5,96% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 13/10/2026. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Reksadana campuran berisi saham, obligasi, dan pasar uang sehingga lebih fluktuatif. Keduanya naik pada 13/10, tetapi masih turun sekitar 3,6-5,5% dalam sebulan, sehingga dapat dicermati dengan dicicil untuk tujuan 3 tahun ke atas.
Reksadana | Return 1 hari | Return 1 tahun |
|---|---|---|
Reksadana | Return 1 hari | Return 1 tahun |
Syailendra Balanced Opportunity | 0,22% | 5,51% |
Danapathi Balance Fund | 0,27% | 13,14% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 13/10/2026. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Emas dunia turun 0,40% pada 13/10 dan 3,34% sejak 14 September. Membeli sedikit demi sedikit secara rutin (dollar cost averaging/DCA) dapat dicermati investor jangka panjang.
Emas digital Bareksa | Harga beli per gram |
|---|---|
Treasury | Rp2.441.127 |
Pegadaian | Rp2.451.000 |
Indogold | Rp2.412.300 |
Sumber: Bareksa Emas, per 14/10/2026 pagi.
Koreksi saham AI berlanjut: penurunan saham teknologi dapat merembet ke bursa lain, termasuk saham teknologi di Indonesia.
Imbal hasil obligasi naik: jika koreksi memicu jual paksa, imbal hasil dapat naik dan menekan harga reksadana pendapatan tetap.
Inflasi, minyak, dan bunga AS: data inflasi AS dan konflik Timur Tengah dapat mengubah peluang kenaikan bunga The Fed.
Nilai investasi: reksadana dan emas dapat turun; kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Aksi jual saham AI menekan Kospi dan saham chip, tetapi dampaknya ke IHSG masih terbatas. Saat pasar bergejolak, SBR015 dan reksadana pasar uang dapat dicermati untuk likuiditas, lalu reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran (dicicil), dan emas secara bertahap, sesuai profil risiko.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Investor menjual saham perusahaan terkait kecerdasan buatan, seperti pembuat chip, karena khawatir harganya terlalu mahal.
Kospi banyak berisi saham chip seperti Samsung dan SK Hynix, sedangkan IHSG lebih beragam sehingga dampaknya lebih kecil.
Menurut analis, koreksi dapat memicu jual paksa dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Imbal hasil naik saat harga obligasi turun.