
Bareksa - Yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun ditutup di 6,96% pada Jumat (28/8/2026), turun 4,5 basis poin (bps) sehari dan sekitar 38 bps dibanding 30 Juli.
Pelemahan minyak meredakan sebagian tekanan inflasi, sedangkan rupiah sempat menguat ke bawah Rp17.700 per dolar AS. Namun, pidato hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh mengubah sentimen global, mengerek yield US Treasury (UST) dan memicu koreksi tajam emas.
Penurunan yield SBN berpotensi mendukung harga obligasi dan NAV reksadana pendapatan tetap (RDPT).
SR025 menawarkan kupon tetap 6,8–6,9% dengan pilihan tenor tiga dan lima tahun.
Reksadana pasar uang (RDPU) dapat menjaga likuiditas, sedangkan emas tetap menjadi diversifikasi.
Sumber: Investing, diolah
*Indeks 30 Juli 2026 = 100. Penurunan USD/IDR berarti rupiah menguat. Perubahan yield dihitung dalam bps, bukan return. Label menunjukkan nilai aktual 28 Agustus.
Yield SBN 10 tahun turun sekitar 38 bps sebulan, sedangkan yield US Treasury 10 tahun naik 5,9 bps menjadi 4,722%. Selisih yield SBN–UST pun menyempit dari 267,4 bps menjadi 223,8 bps. Obligasi Indonesia relatif menguat, tetapi spread yang menipis mengurangi bantalan terhadap kenaikan yield global.
Pelemahan minyak meredakan sebagian kekhawatiran inflasi. Brent turun 0,43% ke US$89,31 per barel dan lebih dari 5% sepekan; WTI turun 0,16% ke US$83,40 dan lebih dari 4% sepekan. Risiko Selat Hormuz masih dapat membalikkan harga energi.
Ketua The Fed Kevin Warsh menilai inflasi terlalu tinggi dan tenaga kerja relatif stabil. Probabilitas kenaikan Fed Rate September naik menjadi sekitar 57,5% dari 35,9% sebelum pidato. Repricing mendorong yield UST dan dolar serta menekan emas.
Emas spot anjlok 3,18% ke US$4.455,15 per ons pada Jumat, tetapi masih naik 8,6% dibanding 30 Juli. IHSG turun 0,06% ke 6.518,12, namun naik 5,4% sebulan terakhir.
Seri | Tenor | Kupon tetap | Kupon neto | Masa penawaran |
SR025T3 | 3 tahun | 6,8% | 6,12% per tahun | 21 Agustus–16 September 2026 |
SR025T5 | 5 tahun | 6,9% | 6,21% per tahun | 21 Agustus–16 September 2026 |
Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah, kupon neto setelah pajak 10%
Kupon SR025 tetap dan dibayar bulanan. Investasi Rp100 juta menghasilkan estimasi imbalan bersih reguler Rp510.000 per bulan pada T3 dan Rp517.500 pada T5. Kupon dihitung dari pokok, sedangkan yield SBN berubah mengikuti harga dan sisa tenor di pasar sehingga tidak dapat dibandingkan langsung.
SR025T3 bertenor lebih pendek; SR025T5 memberi tambahan kupon 0,1 poin persentase dengan komitmen dua tahun lebih lama. Pemerintah menjamin pokok dan imbalan sesuai UU SBSN. SR025 dapat diperdagangkan mulai 11 Oktober 2026, tetapi penjualan di bawah nominal dapat menimbulkan kerugian.
Reksadana Pendapatan Tetap IDR | Return 1 bulan | Return 1 tahun |
Trimegah Dana Obligasi Nusantara | 1,78% | 6,72% |
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1,38% | 7,1% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 28/8/2026
Reksadana Pendapatan Tetap USD | Return | Periode |
Allianz USD Fixed Income Fund | 1,86% | 1 tahun |
STAR Fixed Income Neo AI Dollar | 2,35% | 6 bulan |
Sumber: Bareksa, kinerja per 28/8/2026
Penurunan yield berpotensi mendukung harga obligasi dan NAV reksadana pendapatan tetap, tetapi dapat berbalik jika yield global naik. Produk reksadana USD memiliki risiko kurs.
Reksadana Pasar Uang | Return 1 tahun |
Insight Money | 5,17% |
Syailendra Dana Kas | 4,6% |
Bahana Liquid USD | 2,71% |
Mandiri Money Market USD | 2,62% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 28/8/2026
Reksadana pasar uang dapat menampung dana jangka pendek dan bisa dipertimbangkan untuk menjaga likuiditas saat pasar dibayangi sentimen kebijakan The Fed. Reksadana pasar uang bukan deposito, tidak dijamin LPS, dan produk USD memiliki risiko kurs.
Resistance emas berada di US$4.504 dan US$4.526, sedangkan support di US$4.459 dan US$4.320. Investor jangka panjang bisa mempertimbangkan strategi investasi pembelian berkala saat harga terkoreksi, dan dapat disesuaikan dengan porsi portofolio. Emas tidak menghasilkan kupon dan tetap volatil.
Platform | Harga beli per gram* |
Treasury | Rp2.577.697 |
Indogold | Rp2.562.972 |
Pegadaian | Rp2.537.000 |
Sumber: fitur Bareksa Emas per 31 Agustus 2026 pagi; harga dan spread jual-beli dapat berubah.
Penurunan yield SBN dan penguatan rupiah mendukung obligasi domestik, tetapi kenaikan yield UST menandakan risiko global belum reda. Sesuaikan instrumen dengan tujuan: SR025 untuk kupon tetap, reksadana pendapatan tetap untuk obligasi, reksadana pasar uang untuk likuiditas, dan emas untuk diversifikasi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Harga obligasi umumnya naik saat yield turun sehingga NAV reksadana pendapatan tetap berpotensi meningkat, tergantung durasi dan komposisi portofolio.
Tidak. Kupon SR025 tetap, sedangkan yield SBN berubah mengikuti harga pasar.
SR025T3 bertenor tiga tahun; T5 bertenor lima tahun dengan kupon 0,1 poin persentase lebih tinggi.
Tidak. RDPU tetap memiliki risiko investasi serta bukan simpanan bank yang dijamin LPS.
Pembelian bertahap dapat dipertimbangkan untuk diversifikasi, dengan memperhatikan support, resistance, dan porsi sesuai profil risiko.