Bareksa Insight: Asing Buru SBN Saat Yield Tinggi, Cek SR025, Reksadana Pendapatan Tetap & Emas

Abdul Malik • 27 Aug 2026

an image
Ilustrasi dana asing deras masuk (capital inflow) ke SBN RI. (Shutterstock)

Asing mencetak net buy SBN Rp11,68 triliun, tetapi yield 10 tahun kembali ke 7,08%. Simak peluang SR025, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang dan emas.

Bareksa - Arus dana asing ke Surat Berharga Negara (SBN) menguat, tetapi belum cukup untuk menurunkan yield. Net buy asing mencapai rekor harian 2026 sebesar Rp11,68 triliun pada 20 Agustus, sehingga kepemilikannya menjadi Rp909,04 triliun. Namun, yield SBN 10 tahun kembali naik dari 6,93% menjadi 7,078% pada 26 Agustus. Investor dapat mencermati SR025 dan mengakumulasi reksadana pendapatan tetap (RDPT) secara bertahap, dengan reksadana pasar uang (RDPU) untuk likuiditas dan emas sebagai diversifikasi.

Ringkasan untuk Investor

  • Rupiah sekitar Rp17.753/US$ pada Kamis pagi (27/8), menguat sekitar 1,7% dibanding 28 Juli.

  • Yield SBN 10 tahun 7,078% masih lebih tinggi 242,9 basis poin (bps) dibanding yield US Treasury 10 tahun 4,649% pada 26 Agustus.

  • Inflasi PCE AS Juli 3,7% secara tahunan dan PCE inti 3,3% menjaga ketidakpastian kebijakan The Fed menjelang pidato Ketua The Fed di Jackson Hole pada 28 Agustus.

Sumber: Investing, diolah

Grafik menggunakan indeks basis 100 agar instrumen berbeda satuan dapat dibandingkan arahnya. Penurunan USD/IDR berarti rupiah menguat; perubahan indeks yield bukan return investasi.

Mengapa Asing Membeli SBN, tetapi Yield Masih Tinggi?

Net buy asing menambah permintaan, tetapi yield juga dipengaruhi suplai obligasi, hasil lelang, likuiditas, US Treasury, inflasi, nilai tukar, serta premi risiko. Arus asing dapat terkonsentrasi pada tenor tertentu sehingga dampaknya tidak selalu langsung terlihat pada tenor 10 tahun.

Meski turun 29,6 bps dibanding 27 Juli, yield SBN 10 tahun telah naik 14,8 bps dari titik 6,93% pada 20 Agustus. Pada saat yang sama, selisih yield SBN dan US Treasury 10 tahun menyempit dari 273,3 bps menjadi 242,9 bps. Spread tersebut masih menawarkan kompensasi tambahan, tetapi daya tariknya bagi investor global tetap bergantung pada prospek rupiah dan volatilitas pasar.

SR025: Kunci Imbalan Tetap hingga 16 September

Sukuk Ritel SR025 ditawarkan pada 21 Agustus-16 September 2026 dengan imbalan tetap yang dibayar setiap bulan.

Seri

Tenor

Imbalan tetap bruto

Neto setelah PPh 10%*

SR025T3

3 tahun

6,8% per tahun

6,12% per tahun

SR025T5

5 tahun

6,9% per tahun

6,21% per tahun

Sumber: DJPPR, Kemenkeu 

Karena SR025 dapat diperdagangkan setelah masa minimum holding period, harga jual sebelum jatuh tempo bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai nominal saat penawaran.

SR025 dapat dicermati untuk horizon 3-5 tahun. T3 jatuh tempo lebih singkat, sedangkan T5 memberi imbalan 0,1 poin persentase lebih tinggi.

Reksadana Pendapatan Tetap: Akumulasi Bertahap Saat Yield Berfluktuasi

Kenaikan yield dapat menekan harga obligasi dan NAB reksadana pendapatan tetap, tetapi juga memberi ruang membeli obligasi pada yield lebih tinggi. Akumulasi bertahap mengurangi risiko salah menentukan waktu masuk.

Reksadana

Return 1 bulan

Return 1 tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1,77%

6,83%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1,45%

7,08%

Allianz USD Fixed Income Fund

0,46%

1,87%

STAR Fixed Income Neo AI Dollar

0,84%

-

Sumber: Bareksa, kinerja per 26/8/2026

Produk reksadana dolar AS memiliki risiko kurs. Kinerja dengan periode berbeda tidak dapat dibandingkan langsung dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil mendatang.

Reksadana Pasar Uang: Andalan Jaga Likuiditas

Reksadana pasar uang dapat digunakan untuk kebutuhan jangka pendek atau dana yang menunggu alokasi bertahap ke SR025 dan reksadana pendapatan tetap.

Reksadana

Return 1 tahun

Insight Money

5,18%

Syailendra Dana Kas

4,6%

Bahana Liquid USD

2,71%

Mandiri Money Market USD

2,62%

Sumber: Bareksa, kinerja per 26/8/2026

Produk reksadana pasar uang USD juga membawa risiko kurs terhadap rupiah.

Emas Bertahan di Area US$4.600

Emas spot ditutup US$4.623,74 per ons pada 26 Agustus, turun 0,75% setelah rilis PCE AS, tetapi masih naik 13,4% dibanding 27 Juli. Resistensi terdekat berada di US$4.670-4.700, lalu level psikologis US$5.000. Support berada di US$4.600 dan rata-rata bergerak 100 hari sekitar US$4.380. Strategi DCA bertahap dapat digunakan untuk diversifikasi menjelang Jackson Hole.

Harga beli emas digital

Mitra

Harga per gram

Treasury

Rp2.682.737

Pegadaian

Rp2.627.000

Indogold

Rp2.607.864

Sumber: fitur Bareksa Emas per 27/8/2026 pagi

Kesimpulan

Arus asing mendukung SBN dan rupiah, tetapi kenaikan yield dari titik 20 Agustus menunjukkan pasar belum tenang. SR025 dapat digunakan untuk mengunci imbalan tetap, reksadana pendapatan tetap untuk menangkap peluang obligasi bertahap, reksadana pasar uang untuk menjaga likuiditas, dan emas untuk diversifikasi. Sesuaikan pilihan dengan profil risiko, tujuan, horizon, dan kebutuhan arus kas.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi SR025 di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Mengapa yield SBN tidak langsung turun saat asing membeli?

Karena yield juga dipengaruhi suplai obligasi, lelang, US Treasury, inflasi, rupiah, likuiditas, dan premi risiko.

Berapa imbalan SR025?

SR025T3 menawarkan 6,8% per tahun dan SR025T5 6,9% per tahun, keduanya bersifat tetap.

Apa perbedaan SR025 dan reksadana pendapatan tetap?

SR025 memiliki imbalan tetap dan jatuh tempo tertentu. reksadana pendapatan tetap dikelola manajer investasi dengan NAB yang berfluktuasi mengikuti portofolionya.

Apa fungsi reksadana pasar uang dalam kondisi ini?

Reksadana pasar uang dapat menjadi tempat menjaga likuiditas jangka pendek sambil menunggu alokasi bertahap.

Apa risiko emas setelah reli?

Emas dapat terkoreksi akibat aksi ambil untung, dolar AS dan yield riil yang menguat, atau kebijakan The Fed yang lebih ketat.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.