
Bareksa - Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik 8 basis poin menjadi 7,04% pada penutupan Senin (24/8/2026), dari 6,96% pada Jumat (21/8/2026).
Kenaikan yield perlu dicermati karena harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan yield. Kondisi ini dapat menekan nilai pasar obligasi dan reksadana pendapatan tetap dalam jangka pendek, tetapi juga membuka peluang akumulasi bertahap pada tingkat yield yang lebih menarik.
Di tengah pergerakan tersebut, pemerintah sedang menawarkan Sukuk Ritel seri SR025 dengan kupon tetap 6,8% per tahun untuk SR025T3 dan 6,9% per tahun untuk SR025T5.
Investor juga dapat menyeimbangkan portofolio melalui reksadana pasar uang untuk kebutuhan likuiditas serta emas sebagai diversifikasi.
Yield SBN 10 tahun naik menjadi 7,04%. Jika kenaikan berlanjut, harga obligasi dan nilai aktiva bersih reksadana pendapatan tetap dapat berfluktuasi.
Arus dana asing ke SBN sempat mencapai Rp11,68 triliun dalam sehari pada pertengahan Agustus, tertinggi secara harian sepanjang 2026. Angka ini menunjukkan minat investor asing, tetapi tidak menjamin yield akan turun.
SR025 menawarkan kupon tetap 6,8%-6,9% per tahun selama masa penawaran 21 Agustus-16 September 2026.
Reksadana pendapatan tetap dapat diakumulasi bertahap, reksadana pasar uang dapat digunakan untuk menjaga likuiditas, dan emas dapat menjadi pelengkap diversifikasi sesuai profil risiko.
Yield SBN 10 tahun naik ketika yield obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury tercatat turun ke 4,62% pada Selasa (25/8/2026). Harga minyak dunia juga anjlok lebih dari 3%. Penurunan yield US Treasury dan harga minyak secara umum dapat mengurangi tekanan eksternal serta risiko inflasi impor, meskipun pergerakan yield SBN tetap dipengaruhi kondisi domestik, nilai tukar rupiah, kebijakan moneter, dan permintaan investor.
Kenaikan yield berarti harga obligasi di pasar sekunder turun. Karena sebagian besar portofolio reksadana pendapatan tetap dari obligasi, nilai aktiva bersihnya dapat ikut terkoreksi. Namun, manajer investasi juga memiliki kesempatan membeli obligasi baru pada tingkat yield yang lebih tinggi. Jika yield kemudian stabil atau turun, harga obligasi berpotensi pulih. Arah pasar tersebut tidak dapat dipastikan sehingga strategi akumulasi bertahap lebih relevan dibandingkan mencoba menebak titik terendah.
Arus masuk dana asing ke SBN yang sempat mencapai Rp11,68 triliun dalam sehari pada pertengahan Agustus menjadi sinyal adanya permintaan. Namun, arus dana asing dapat berubah cepat mengikuti sentimen global, pergerakan rupiah, dan ekspektasi suku bunga.
SR025 ditawarkan pada 21 Agustus hingga 16 September 2026. Kupon SR025T5 sebesar 6,9% merupakan yang tertinggi di antara seri Sukuk Ritel yang diterbitkan pada 2020-2026.
Fitur | SR025T3 | SR025T5 |
|---|---|---|
Kupon tetap per tahun | 6,8% | 6,9% |
Tenor | 3 tahun | 5 tahun |
Jatuh tempo | 10 September 2029 | 10 September 2031 |
Minimum pembelian | Rp1 juta | Rp1 juta |
Maksimum pembelian | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
Masa penawaran | 21 Agustus-16 September 2026 | 21 Agustus-16 September 2026 |
Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah
SR025T3 dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan dana sekitar 2029 atau bagi investor yang mengutamakan tenor lebih pendek. SR025T5 lebih sesuai untuk dana yang tidak diperlukan sampai 2031 dan investor yang ingin mempertahankan kepastian kupon selama periode lebih panjang.
Pembayaran imbalan dan nilai nominal SR025 dijamin pemerintah berdasarkan Undang-Undang SBSN dan dialokasikan dalam APBN. Namun, jika dijual sebelum jatuh tempo di pasar sekunder, harganya dapat berada di atas atau di bawah nilai pembelian. Risiko likuiditas juga tetap ada.
Investor yang siap menghadapi fluktuasi jangka pendek dapat mencermati reksadana pendapatan tetap secara bertahap.
Reksadana Pendapatan Tetap | 1 Bulan | 1 Tahun |
|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara | 1,76% | 7,05% |
Syailendra Sharia Fixed Income Fund | 1,40% | 7,09% |
STAR Fixed Income Neo AI Dollar | 0,8% | |
Allianz USD Fixed Income Fund | 0,43% | 1,94% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 24/8/2026
Untuk investor yang membutuhkan eksposur dolar AS, produk USD fund bisa dicermati. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan atau menjamin kinerja pada masa mendatang.
Reksadana pasar uang dapat digunakan untuk menempatkan dana jangka pendek atau menyeimbangkan portofolio ketika volatilitas meningkat. Durasi portofolionya umumnya lebih pendek dibandingkan reksadana pendapatan tetap sehingga fluktuasinya cenderung lebih rendah, tetapi hasil investasinya tetap dapat berubah.
Reksadana Pasar Uang | Imbal hasil 1 tahun |
|---|---|
Insight Money | 5,22% |
Syailendra Dana Kas | 4,64% |
Bahana Liquid USD | 2,74% |
Mandiri Money Market USD | 2,63% |
Sumber: Barekda, kinerja per 24/8/2026
Reksadana pasar uang bukan deposito dan tidak dijamin Lembaga Penjamin Simpanan. Produk berdenominasi dolar AS juga memiliki risiko nilai tukar bagi investor yang menghitung kebutuhan dalam rupiah.
Harga emas dunia bertahan di atas US$4.600 per ons meski turun tipis 0,29% pada Rabu pagi (26/8/2026). Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat dapat menopang permintaan aset lindung nilai. Sebaliknya, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada akhir 2026 dapat menekan emas karena berpotensi mengangkat yield dan dolar AS. Kedua faktor tersebut membuat pergerakan emas tetap berpeluang berlangsung dua arah.
Harga beli emas digital per gram
Platform emas digital | Harga beli per gram |
|---|---|
Treasury | Rp2.689.250 |
Pegadaian | Rp2.648.000 |
Indogold | Rp2.597.544 |
Sumber: fitur Bareksa Emas 26/8/2026 pagi
Perbedaan harga antarplatform dapat dipengaruhi waktu pembaruan, formula harga, spread jual-beli, dan biaya yang berlaku. Investor perlu memeriksa harga jual kembali sebelum bertransaksi. Pembelian berkala dapat dipertimbangkan untuk mengurangi risiko masuk pada satu tingkat harga.
Pilihan instrumen sebaiknya mengikuti waktu penggunaan dana dan toleransi risiko:
Kebutuhan dana pada 2029 atau 2031: pilih tenor SR025 yang jatuh temponya paling mendekati target keuangan.
Mencari peluang dari pasar obligasi: lakukan akumulasi reksadana pendapatan tetap secara bertahap karena kenaikan yield masih dapat menekan nilai aktiva bersih dalam jangka pendek.
Menjaga dana jangka pendek: tempatkan porsi likuiditas pada reksadana pasar uang sesuai kebutuhan pencairan.
Menambah diversifikasi: gunakan emas sebagai pelengkap, bukan satu-satunya instrumen, karena harganya tetap fluktuatif.
Kenaikan yield SBN 10 tahun ke 7,04% membuka dua pertimbangan. Pertama, SR025 memberikan kesempatan mengunci kupon tetap 6,8%-6,9% selama tiga atau lima tahun. Kedua, koreksi harga obligasi dapat menjadi ruang akumulasi bertahap pada reksadana pendapatan tetap bagi investor yang mampu menerima fluktuasi. Reksadana pasar uang tetap relevan untuk kebutuhan likuiditas, sedangkan emas dapat melengkapi diversifikasi. Tidak ada satu instrumen yang cocok untuk semua kebutuhan. Komposisi investasi perlu disesuaikan dengan target waktu, kebutuhan arus kas, dan profil risiko masing-masing investor.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Kupon SR025T5 sebesar 6,9% merupakan yang tertinggi di antara seri SR yang diterbitkan pada 2020-2026. Kupon tersebut masih di bawah SR011 yang menawarkan 8,05% pada 2019.
Kenaikan yield biasanya menekan harga obligasi dan nilai aktiva bersih reksadana pendapatan tetap dalam jangka pendek. Namun, tingkat yield yang lebih tinggi dapat membuka peluang akumulasi bertahap dan meningkatkan potensi pendapatan portofolio ke depan. Hasilnya tidak dapat dipastikan.
SR025T3 dapat dipertimbangkan bila dana dibutuhkan sekitar 2029. SR025T5 lebih sesuai bila dana dapat ditempatkan sampai 2031 dan investor menginginkan kepastian kupon lebih lama.
Tidak. Reksadana pasar uang bukan produk deposito dan tidak dijamin LPS. Nilai investasi serta hasilnya dapat berubah mengikuti kinerja aset dalam portofolio.
Emas dapat menjadi pelengkap diversifikasi dan aset lindung nilai pada periode ketidakpastian. Namun, harga emas dapat turun akibat penguatan dolar AS, kenaikan yield, perubahan suku bunga, atau sentimen pasar.