Bareksa Insight: Yield Global Melonjak, RDPU dan ORI030 Jadi Andalan Investor
Yield US Treasury naik ke kisaran 4,5% di tengah memanasnya tensi AS-Iran, menandakan ketidakpastian pasar global masih tinggi.

Yield US Treasury naik ke kisaran 4,5% di tengah memanasnya tensi AS-Iran, menandakan ketidakpastian pasar global masih tinggi.
Bareksa – Yield US Treasury naik ke kisaran 4,5% di tengah memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, menunjukkan ketidakpastian pasar global masih tinggi menjelang pertengahan Juli 2026. Dalam kondisi seperti ini, investor dapat memanfaatkan reksa dana pasar uang (RDPU) sebagai tempat parkir dana dengan likuiditas tinggi, sementara ORI030 dapat dipertimbangkan untuk mengunci kupon tetap hingga 7% per tahun di tengah potensi suku bunga acuan yang masih bertahan tinggi.
SBN Ritel — ORI030 Masih Jadi Opsi Kunci Kupon Tetap
Seri | Tenor | Kupon |
|---|---|---|
ORI030-T3 | 3 Tahun | 6,9% p.a. |
ORI030-T6 | 6 Tahun | 7,0% p.a. |
Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah Bareksa
Di tengah ekspektasi suku bunga global yang masih tinggi akibat ketegangan AS-Iran, ORI030 menjadi salah satu instrumen yang dapat mengunci kupon tetap dalam jangka menengah-panjang tanpa terpengaruh volatilitas pasar harian.
Promo Terbaru di Bareksa
Reksa Dana Pasar Uang untuk Menjaga Likuiditas
RDPU dapat dipertimbangkan sebagai tempat parkir dana dengan likuiditas tinggi selama ketidakpastian pasar global berlangsung.
Reksa Dana Pasar Uang IDR | Return 1 Bulan | Return 1 Tahun |
Sucorinvest Sharia Money Market Fund | 0,33% | 4,32% |
STAR Money Market Kelas Utama | 0,32% | 4,58% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 10/7/2026
Reksa Dana Pasar Uang USD | Return 1 Bulan | Return 1 Tahun |
BRI Seruni Likuid Dolar | 0,26% | 3,42% |
Mandiri Money Market USD | 0,23% | 2,67% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 10/7/2026
Reksa Dana Pendapatan Tetap USD: Alternatif Diversifikasi
Cocok bagi investor yang ingin memiliki eksposur aset berdenominasi dolar AS melalui obligasi pemerintah (INDON/INDOIS).
Reksa Dana Pendapatan Tetap USD | Return 1 Bulan |
Manulife USD Fixed Income Kelas A | 0,23% |
STAR Fixed Income Neo AI Dollar | 0,66% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 10/7/2026
Harga Emas Terkoreksi di Bawah US$4.100
Harga emas global sedikit terkoreksi ke bawah US$4.100 per ons pada 13 Juli 2026, merespons ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memanas dan meningkatkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga acuan. Investor jangka panjang masih dapat mempertimbangkan akumulasi bertahap selama tren koreksi ini berlangsung.
Platform | Harga Beli Emas Digital (13 Juli 2026) |
Treasury | Rp2.436.314 |
Pegadaian | Rp2.552.000 |
Indogold | Rp2.439.132 |
Sumber: fitur Bareksa Emas
Kesimpulan
Naiknya yield US Treasury ke kisaran 4,5% di tengah tensi AS-Iran menjaga ketidakpastian pasar global tetap tinggi. RDPU dapat menjadi tempat parkir dana dengan likuiditas tinggi, ORI030 menawarkan opsi mengunci kupon tetap hingga 7% per tahun, reksa dana pendapatan tetap USD memberi alternatif diversifikasi, sementara emas tetap relevan untuk akumulasi bertahap meski sedang terkoreksi.
Investor tetap disarankan menyesuaikan pilihan investasi dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu investasi masing-masing.
Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/(Sigma Kinasih CTA, CFP/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Mengapa yield US Treasury naik ke 4,5%?
Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong ketidakpastian pasar global dan ekspektasi suku bunga tinggi.
Apa yang bisa dilakukan investor di tengah kondisi kenaikan yield ini?
Investor dapat menempatkan dana di RDPU untuk menjaga likuiditas, sekaligus mempertimbangkan ORI030 untuk mengunci kupon tetap jangka menengah-panjang.
Mengapa harga emas justru terkoreksi di tengah ketegangan geopolitik?
Ketegangan di Timur Tengah meningkatkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga acuan, yang membuat aset non-yield (tidak berbunga) seperti emas sedikit tertekan meski biasanya dipandang sebagai aset aman.
Apakah reksa dana pendapatan tetap USD cocok untuk semua investor?
Instrumen ini lebih cocok bagi investor yang ingin diversifikasi ke aset berdenominasi dolar AS melalui obligasi pemerintah (INDON/INDOIS), dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.
Profil Penulis

Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi termasuk reksa dana, saham, SBN hingga emas. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang mena
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.222,10 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.178,85 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.020,85 | - | - | - | |||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.199,45 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
