Bareksa Insight : IMF Naikkan Proyeksi Ekonomi Global, Ini Tips Agar Investasi Cuan Maksimal

Abdul Malik • 01 Feb 2023

an image
Ilustrasi Dana Moneter Internasional (IMF) yang merevisi naik proyeksi ekonomi global 2023 yang bisa jadi sentimen positif bagi pasar modal global, termasuk IHSG, reksadana dan SBN. (Shutterstock)

IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2023 jadi 2,9%, akan jadi sentimen positif bagi pasar modal global termasuk IHSG

Bareksa.com - Tim Analis Bareksa menyarankan agar Smart Investor menerapkan dua strategi ini agar kinerja investasi bisa cuan maksimal, di saat Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan proyeksi ekonomi global : 

1. Smart Investor bisa mempertimbangkan investasi di reksadana saham yang memiliki portofolio sektor konsumer, industri logam dasar dan perbankan di tengah penurunan pasar saham Tanah Air yang sedang terjadi saat ini. 

Sebab, IMF yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2023 jadi 2,9%, bisa jadi sentimen positif bagi pasar modal global termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Revisi naik proyeksi IMF itu akan mendorong optimisme pasar bahwa resesi ekonomi global kemungkinan tidak terjadi tahun ini.

IMF pada Selasa (31/1/2023) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2023 jadi 2,9%, dari proyeksi pada Oktober 2022, yakni 2,7%. Revisi naik itu mempertimbangkan pembukaan kembali (reopening) ekonomi China, pasca lockdown berkepanjangan akibat kebijakan zero covid policy. 

Menurut IMF, reopening ekonomi China membuka jalan untuk pemulihan aktivitas ekonomi dengan cepat. Selain itu, pendorong lainnya ialah ketangguhan beberapa negara di paruh kedua 2022, inflasi yang mulai mereda, hingga penurunan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dari level tertingginya. 

"Prospeknya tidak sesuram proyeksi kami pada Oktober 2022, dan bisa jadi titik balik dengan pertumbuhan mencapai titik terendah dan inflasi menurun," kata Direktur Riset IMF Pierre-Olivier Gourinchas, dilansir CNN Indonesia (31/1/2023).

Tim Analis Bareksa menilai reksadana saham saat ini berada di level cukup atraktif, dengan IHSG di rentang 6.600-6.800. Pasar saham Tanah Air diprediksi bisa mengalami pembalikan arah cukup signifikan pada pertengahan kuartal III 2023. Pada perdagangan Selasa (31/1/2023), IHSG ditutup melemah 0,48% di level 6.839,34. 

Baca juga : Bareksa Insight : Musim Rilis Laporan Keuangan 2022, Prospek Reksadana Ini Mencorong

Segera Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini

2. Smart Investor juga bisa menambah porsi investasi di reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi, seiring pelaku pasar yang menunggu rilis inflasi Indonesia hari ini (1/2/2023). Sebab realisasi angka inflasi Januari 2023 itu akan jadi salah satu penentu arah kebijakan Bank Indonesia dan nilai tukar rupiah ke depannya. 

Pelaku pasar memprediksi inflasi RI Januari 2023 akan melandai dari Desember 2022 yang mencapai 5,51% secara tahunan (YOY). Inflasi Januari 2023 diperkirakan karena didorong kenaikan harga emas dan harga pangan seperti beras, bawang merah, cabai dan minyak goreng. Inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus.

Menurut Tim Analis Bareksa, apabila inflasi Januari 2023 berada jauh di bawah ekspektasi pasar, maka Smart Investor bisa berinvestasi di reksadana pendapatan tetap berbasis Obligasi Negara dengan target ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Surat Berharga Negara (SBN) 6,4-6,5%. Menurut data CNBC Indonesia, yield acuan SBN RI 10 tahun pada Selasa (31/1/2023) di level 6,706% atau melemah 0,058 poin. 

Simak juga : Bareksa Insight : Kecemasan Resesi Global Mereda, Ini Jurus Cuan Investasi Reksadana

Segera Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham yang bisa dipertimbangkan Smart Investor dengan profil risiko moderat dan agresif ialah sebagai berikut : 

Kinerja Imbal Hasil 1 Tahun (per 31/1/2023)

Top picks :

Reksadana Pendapatan Tetap

- Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 7,77%
- Trimegah Fixed Income Plan : 6,65%(termasuk pembagian dividen)

Reksadana Saham

- TRAM Infrastructure Plus : 9,44%
- Schroder 90 Plus Equity Fund : 9,32%

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Lihat juga : Bareksa Insight : Investasi Asing di RI Meroket 44% di 2022, Ini Dampaknya ke Reksadana

Segera Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini

(Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingi​n berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.