Bareksa Insight : Ini Jurus Cuan Investasi di Reksadana Saham, Meski Suku Bunga AS Tetap Tinggi

Abdul Malik • 16 Dec 2022

an image
Ilustrasi suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau Fed Rate yang berpeluang naik lagi di 2023 dan tak akan turun hingga awal 2024 jadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar saham global, termasuk IHSG, reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Setalah menaikkan suku bunga acuan bulan Desember 2022 jadi 4,25% - 4,5%, The Fed menyatakan tak akan menurunkan suku bunga hingga awal 2024

Bareksa.com - Pelaku pasar kembali melihat pasar saham saat ini sedikit kurang atraktif, akibat sentimen pernyataan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) pada Kamis dinihari (15/12/2022) yang menyatakan tidak akan menurunkan suku bunga acuan hingga awal 2024. Pernyataan itu diungkapkan setelah Thed menaikkan suku bunga acuan (Fed Rate) bulan Desember 2022 jadi 4,25% - 4,5%. Fed Rate masih berpeluang naik lagi di 2023.

Menurut Tim Analis Bareksa, akibat sentimen ini, pelaku pasar akan mencoba mencari titik baru guna mengkalkulasi kembali dalam menerapkan strategi investasi di pasar saham. Hal ini terbukti dari hampir seluruh bursa saham global turun signifikan dari awal Desember hingga sekarang. Akibatnya optimisme akan ada window dressing pada Desember tahun ini menurun.

Rencanakan Investasimu di Reksadana, Klik di Sini

Baca juga : Bareksa Insight : Bunga Acuan AS Desember Naik 0,5%, Reksadana Ini Cuan hingga 31%

Di sisi lain, neraca perdagangan RI bulan November yang dirilis kemarin (15/12/2022) menunjukkan angka di atas ekspektasi pasar. Sentimen ini membuat nilai tukar rupiah menguat dan berdampak cukup positif ke pasar Obligasi Negara dalam negeri. 

Yield (imbal hasil) acuan Obligasi Pemerintah Indonesia ditutup di level 6,86% kemarin (15/12/2022). Adapun pasar saham yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (15/12) melemah 0,73% ke level 6.751,86. 

Ingin Raih Cuan dari Investasi di Reksadana, Klik di Sini

Lihat juga : Bareksa Insight : Inflasi AS lebih Rendah dari Ekspektasi, Cuan Reksadana Ini Bisa Melambung

Apa yang bisa dilakukan Smart Investor?

Di tengah sentimen The Fed yang tidak akan menurunkan suku bunga acuan hingga akhir tahun depan, Tim Analis Bareksa menyarankan Smart Investor menerapkan 2 jurus ini agar potensi cuan investasinya tetap maksimal

1. Tim Analis Bareksa menilai peluang masih terbuka cukup lebar dalam jangka pendek untuk akumulasi investasi di reksadana saham dan reksadana indeks, saat IHSG terkoreksi di level 6.500-6.700 seperti saat ini. 

Peluang ini mempertimbangkan pasar saham Tanah Air masih cukup atraktif, ditopang kuatnya konsumsi dalam negeri dan pertumbuhan ekonomi yang solid. Sehingga aksi jual investor asing di pasar saham saat ini, diprediksi hanya bersifat sementara. 

2. Tim Analis Bareksa merekomendasikan agar Smart Investor bisa masuk berinvetasi di reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi saat ini, untuk menjaga stabilitas nilai portofolio hingga adanya pelemahan yield Obligasi Negara ke depannya. 

Raih Financial Freedom dengan Investasi di Reksadana, Klik di Sini

Simak juga : Bareksa Insight : Pasar Tunggu Rilis Data Inflasi AS, Ini Prospek Cuan Reksadana dan Emas

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks yang bisa dipertimbangkan Smart Investor dengan profil risiko moderat dan agresif ialah sebagai berikut : 

Imbal Hasil Sepanjang Tahun Berjalan (YTD per 15 Desember 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 7,34%
Trimegah Fixed Income Plan : 6,18% (termasuk bagi hasil dividen 3%)

Reksadana Indeks

Allianz Sri Kehati Index Fund : 13,52%
BNP Paribas IDX Growth30 : 8,05%

Reksadana Saham

Schroder Dana Prestasi Plus : 12,91%
Avrist Equity - Amar Syariah : 8,55%

Siapkan Dana Darurat dengan Investasi di Reksadana, Klik di Sini

Baca juga : Bareksa Insight : Pasar Modal Desember Abnormal? Ini Jurus Agar Investasi Cuan Terus

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. 

Segera Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini

Simak juga : Bareksa Insight : Sektor Energi Raup Investasi Rp97,5 Triliun, Reksadana Ini Bisa Melambung

(Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.