
Bareksa - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 2 Juni 2026 dengan target indikatif Rp12 triliun. Informasi ini penting bagi investor karena memberikan gambaran perkembangan pembiayaan negara sekaligus menjadi pembanding bagi instrumen ritel seperti Sukuk Tabungan (ST) seri ST016.
Berdasarkan keterangan resmi DJPPR tanggal 26 Mei 2026, seri yang dilelang terdiri atas SPN-S dan Project Based Sukuk (PBS) dengan tenor hingga lebih dari 23 tahun.Lelang tersebut mencakup seri PBS030, PBS040, PBS034, PBS005, dan PBS038 dengan kupon tetap masing-masing 5,875%, 5,00%, 6,50%, 6,75%, dan 6,875% per tahun. Seri PBS034 akan jatuh tempo pada 15 Juni 2039, PBS005 pada 15 April 2043, dan PBS038 pada 15 Desember 2049. Dengan demikian, tenor ketiga seri tersebut berkisar sekitar 13 tahun, 17 tahun, dan 23,5 tahun dari posisi saat ini.
Pemerintah menyatakan lelang SBSN dilakukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan APBN 2026. "Pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa, tanggal 2 Juni 2026," demikian disampaikan DJPPR dalam keterangan resminya.
Di tengah penawaran sukuk negara tenor panjang tersebut, Sukuk Tabungan ST016 bisa dicermati investor karena menawarkan tenor yang jauh lebih singkat. ST016T2 memiliki tenor dua tahun, sedangkan ST016T4 memiliki tenor empat tahun dengan mekanisme kupon floating with floor atau mengambang dengan batas minimum.
Kupon minimum ST016T2 ditetapkan sebesar 6,05% per tahun dan ST016T4 sebesar 6,25% per tahun. Seiring kenaikan BI Rate menjadi 5,25% pada Mei 2026, kupon ST016 berpotensi disesuaikan menjadi sekitar 6,55% untuk ST016T2 dan 6,75% untuk ST016T4 pada periode penyesuaian berikutnya sesuai ketentuan memorandum informasi.
Kondisi tersebut membuat ST016 memiliki tingkat kupon yang kompetitif dibanding sejumlah seri PBS yang dilelang pemerintah, meskipun tenor investasinya jauh lebih pendek. Bagi investor, perbedaan tenor dan mekanisme kupon menjadi faktor penting yang dapat dicermati selain tingkat imbal hasil yang ditawarkan masing-masing instrumen.
Masa penawaran Sukuk Tabungan seri ST016 (ST016T2 dan ST016T4) berlangsung mulai 8 Mei 2026 dan akan ditutup pada 3 Juni 2026 pukul 12.00 WIB.
Perbandingan ST016 dan Seri PBS yang Dilelang
Instrumen | Kupon Saat Ini | Potensi Kupon* | Tenor |
|---|---|---|---|
ST016T2 | 6,05% | 6,55% | 2 tahun |
ST016T4 | 6,25% | 6,75% | 4 tahun |
PBS034 | 6,50% | Tetap | ±13 tahun |
PBS005 | 6,75% | Tetap | ±17 tahun |
PBS038 | 6,875% | Tetap | ±23,5 tahun |
Sumber: Kemenkeu, diolah
*Potensi kupon ST016 mengacu pada BI Rate 5,25% ditambah spread tetap sesuai memorandum informasi dan mengikuti jadwal penyesuaian kupon.
Ringkasan Lelang SBSN 2 Juni 2026
Keterangan | Data |
|---|---|
Target indikatif | Rp12 triliun |
Tanggal lelang | 2 Juni 2026 |
Tanggal setelmen | 4 Juni 2026 |
Metode lelang | Open auction, multiple price |
Seri yang dilelang | SPN-S dan PBS |
Tenor terpanjang | PBS038 hingga 15 Desember 2049 |
Maksimum dimenangkan | 200% target indikatif |
Sumber: Kemenkeu, diolah
Pemerintah menargetkan penghimpunan dana Rp12 triliun melalui lelang SBSN.
Seri PBS yang dilelang memiliki tenor menengah hingga panjang, mencapai sekitar 23,5 tahun.
ST016 menawarkan tenor lebih pendek, yakni dua dan empat tahun.
Kupon ST016 berpotensi meningkat mengikuti kenaikan BI Rate sesuai mekanisme floating with floor.
Perbandingan tenor dan kupon dapat menjadi pertimbangan dalam memahami karakteristik masing-masing instrumen.
Lelang SBSN 2 Juni 2026 menunjukkan pemerintah tetap aktif memanfaatkan pasar surat utang syariah untuk mendukung pembiayaan APBN. Seri yang ditawarkan mencakup instrumen dengan tenor hingga lebih dari dua dekade.
Di sisi lain, ST016 tetap menarik dicermati karena menawarkan tenor yang jauh lebih pendek dengan kupon yang kompetitif. Karakteristik tersebut mencerminkan alternatif instrumen syariah negara dengan profil tenor dan mekanisme imbal hasil yang berbeda.
1. Kapan lelang SBSN dilaksanakan?
Lelang SBSN dijadwalkan pada 2 Juni 2026 dan setelmen dilakukan pada 4 Juni 2026.
2. Berapa target lelang SBSN kali ini?
Pemerintah menetapkan target indikatif Rp12 triliun.
3. Berapa tenor terpanjang dalam lelang SBSN?
PBS038 memiliki jatuh tempo 15 Desember 2049 atau sekitar 23,5 tahun dari saat ini.
4. Berapa tenor ST016?
ST016T2 memiliki tenor dua tahun dan ST016T4 tenor empat tahun.
5. Mengapa kupon ST016 menjadi perhatian?
Karena ST016 menggunakan mekanisme floating with floor sehingga berpotensi menyesuaikan kenaikan BI Rate sesuai ketentuan yang berlaku.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.