Berita / SBN / Artikel

Milenial, Ini Lima Keuntungan Investasi di Sukuk Tabungan seri ST008

Abdul Malik • 25 Oct 2021

an image
Ilustrasi seorang investor Muslimah yang senang karena imbal hasil dari investasinya di reksadana syariah dan SBN syariah terus termasuk Sukuk Tabungan bertumbuh. (Shutterstock)

Bagi investor yang memegang prinsip-prinsip Islami, investasi Sukuk Tabungan bisa dipilih karena bebas dari unsur riba (bunga), maysir (judi), dan gharar (ketidakpastian)

Bareksa.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan segera menerbitkan Sukuk Tabungan (ST) seri ST008 pada November 2021. Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri keenam atau yang terakhir di 2021 ini diterbitkan menggunakan prinsip syariah.

Bagi smart investor, utamanya generasi milenial yang ingin berinvestasi di produk investasi yang halal dan sesuai prinsip syariah, maka ST008 layak dikoleksi. Selain aman, mendapatkan cuan juga halal.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman sebelumnya mengatakan tren generasi milenial yakni mereka yang lahir antara tahun 1980-2000, terus mendominasi pemesanan SBN Ritel. Khususnya sejak penerbitan SBN Ritel dijual secara online.

Mengapa SBN Ritel banyak diminati? Setidaknya ada lima keuntungan jika investor berinvestasi di SBN Ritel yakni mendapatkan cuan sekaligus secara langsung membantu pemerintah menyediakan dana untuk turut menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain membantu negara plus dapat cuan, berikut keuntungan dengan membeli Sukuk Tabungan, salah satu jenis SBN Ritel sekaligus yang terakhir diterbitkan pemerintah pada tahun ini :

1. Dijamin pemerintah 100 persen

Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan UU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menjamin pembayaran pokok dan imbalan sukuk, sebagai salah satu bentuk SBN.

Makanya, sebagai investor Kita tidak perlu khawatir uangnya hilang atau nilai investasinya berkurang. Imbalan itu 100 persen, jadi, kalau ada investor yang membeli hingga Rp3 miliar sekalipun maka semua uangnya akan dijamin kembali. Berbeda dengan deposito yang dijamin Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) hanya sampai maksimal Rp2 miliar.

2. Tingkat imbalan kompetitif

Keuntungan atau imbal hasil yang diberikan sukuk ialah berupa uang sewa (ujrah) dengan persentase tertentu sesuai dengan prinsip syariah Islam yang tidak mengandung unsur riba. Imbal hasil sukuk ini, akan dibayarkan secara rutin tiap bulan dan nilai pokok modal kita akan dibayarkan pada saat jatuh tempo yakni setelah dua tahun.

Oh iya, imbal hasil sukuk biasanya lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito bank. Dengan jangka waktu simpanan 2 tahun, tentunya investor bisa merasakan keuntungan yang lebih besar dibandingkan hanya dengan menabung di bank.

Imbalan dimaksud, menggunakan sistem mengambang dengan batas minimal (floating with floor). Penghitungan imbalan mengikuti perkembangan BI 7-Day Reverse Repo Rate, dengan jaminan imbalan minimal (floor) sampai dengan jatuh tempo. Maka, ada kemungkinan imbalan bisa naik bila acuan naik tetapi tidak bisa turun lebih rendah daripada batas minimal.

3. Early Redemption

Investor, meski Sukuk Tabungan tidak bisa diperdagangkan, instrumen ini bisa dicairkan lebih awal tanpa dikenakan biaya (redemption cost ) oleh pemerintah.

Pada seri Sukuk Tabungan sebelumnya sebagai contoh, pemerintah menetapkan nilai transaksi awal minimal Rp1 juta per unit untuk sukuk tabungan di mana jumlah yang bisa dicairkan awal, maksimal hanya separuh investasi awal, dengan mimimal investasi yang bisa melakukan pencairan awal ialah Rp2 juta.

4. Akses Online

Transaksi pembelian Sukuk Tabungan dan pengajuan pencairan sebelum jatuh tempo (early redemption), dapat dilakukan melalui sistem elektronik (online) karena Sukuk Tabungan merupakan jenis SBN khusus ritel yang ditawarkan secara online (e-SBN).

5. Halal & Bebas Riba

Bagi investor yang memegang prinsip-prinsip Islami, investasi Sukuk Tabungan bisa menjadi pilihan karena bebas dari unsur riba (bunga), maysir (judi), dan gharar (ketidakpastian).

Karakteristik Sukuk Tabungan yang akan diterbitkan pemerintah

Segala informasi tentang struktur, keuntungan, dan tanggal jatuh tempo ST008 dapat dibaca dalam memorandum informasi yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan.

Berminat investasi di Sukuk Tabungan? Sebelum investasi, pastikan instrumen investasi ini cocok dengan tujuan keuangan dan profil risiko kamu ya.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

ST008 merupakan salah satu jenis SBN Ritel syariah dengan fitur tidak bisa diperdagangkan dengan tenor investasi 2 tahun.

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.