
Bareksa – Kepemilikan PT Danantara Asset Management meningkat pada enam emiten BUMN sepanjang September–Oktober 2026. Kenaikan persentase terbesar tercatat pada PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), sedangkan tambahan jumlah saham terbesar berada pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Berdasarkan pengolahan Bareksa terhadap laporan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Danantara tercatat memiliki saham mayoritas pada 13 emiten per 30 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, enam mengalami penambahan jumlah saham, sementara tujuh lainnya tidak berubah dibandingkan 30 September.
Temuan ini menunjukkan perubahan posisi kepemilikan, tetapi belum memastikan seluruh penambahan berasal dari transaksi pembelian di pasar reguler.
Saham | September | Oktober | Perubahan |
|---|---|---|---|
TLKM | 51,57% | 52,16% | +0,59 pp |
BBRI | 52,66% | 53,06% | +0,40 pp |
BMRI | 51,48% | 51,78% | +0,30 pp |
BBTN | 59,40% | 59,59% | +0,19 pp |
JSMR | 69,30% | 69,48% | +0,18 pp |
BBNI | 59,40% | 59,57% | +0,17 pp |
Sumber: KSEI,
*Kepemilikan saham ≥1% per 30 September dan 30 Oktober 2026, diolah Bareksa. pp = poin persentase.
Secara persentase, kenaikan terbesar terjadi pada TLKM sebesar 0,59 poin persentase. Namun, jika dihitung berdasarkan jumlah lembar saham, BBRI mencatat penambahan terbesar.
Saham | Penambahan Jumlah Saham |
|---|---|
BBRI | 609.859.900 |
TLKM | 582.519.500 |
BMRI | 277.725.200 |
BBNI | 63.869.700 |
BBTN | 27.105.900 |
JSMR | 13.175.700 |
Total | 1.574.255.900 |
Sumber: Perbandingan laporan KSEI September–Oktober 2026, diolah Bareksa.
Pemeriksaan kolom kepemilikan menunjukkan bahwa seluruh tambahan tersebut tercatat pada saham tanpa warkat (scripless). Sementara itu, jumlah saham berbentuk warkat (scrip) milik Danantara pada keenam emiten tetap.
Artinya, terjadi penambahan kepemilikan tercatat, tetapi dataset bulanan saja belum membuktikan waktu, harga, ataupun mekanisme transaksinya. Investor tidak dapat langsung menyimpulkan bahwa seluruh saham tersebut dibeli melalui perdagangan reguler BEI.
Kepemilikan Danantara pada tujuh emiten berikut tidak berubah sepanjang periode pengamatan.
Saham | Kepemilikan Oktober |
|---|---|
GIAA | 91,11% |
WIKA | 90,11% |
KRAS | 79,20% |
WSKT | 74,60% |
ADHI | 63,69% |
SMGR | 50,69% |
PTPP | 50,49% |
Sumber: KSEI, 30 Oktober 2026, diolah Bareksa.
Dengan demikian, jumlah 13 emiten mayoritas bukan perubahan baru pada Oktober. Perkembangan terbarunya adalah peningkatan jumlah saham Danantara pada enam emiten.
Perubahan kepemilikan Danantara dapat menjadi bahan evaluasi struktur pemegang saham, tetapi bukan sinyal otomatis untuk membeli saham BUMN. Investor tetap perlu mempertimbangkan kinerja perusahaan, dividen, kebutuhan pendanaan, kebijakan pemegang saham, valuasi, serta likuiditas perdagangan.
Penambahan jumlah saham oleh pemegang mayoritas juga tidak otomatis memastikan pergerakan harga saham berikutnya.
Danantara tercatat sebagai pemegang saham mayoritas pada 13 emiten.
Kepemilikannya meningkat pada enam emiten selama Oktober.
Total tambahan 1,57 miliar lembar saham tersebar pada enam perusahaan, bukan satu emiten.
Tambahan tersebut tercatat sebagai saham tanpa warkat.
Data bulanan tidak cukup untuk memastikan mekanisme pembelian atau harga transaksi.
Perbandingan data KSEI memperlihatkan peningkatan posisi kepemilikan Danantara pada empat bank BUMN, TLKM, dan JSMR. Namun, investor perlu membedakan perubahan jumlah saham tercatat dengan bukti transaksi di bursa sebelum menarik kesimpulan investasi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Sebanyak 13 emiten berdasarkan laporan kepemilikan saham KSEI.
TLKM, dari 51,57% menjadi 52,16%.
BBRI, dengan tambahan 609.859.900 lembar.
Tidak bisa dipastikan hanya dari laporan bulanan kepemilikan. Mekanisme transaksi membutuhkan informasi tambahan
Tidak. Pergerakan harga tetap bergantung pada kondisi perusahaan dan pasar.