Porsi Danantara Naik di 6 Emiten, BBRI dan TLKM Terbesar

Abdul Malik • 05 Nov 2026

an image
Gedung Wisma Danantara Indonesia di Jakarta. (Sumber: Dok Perusahaan)

Kepemilikan saham oleh Danantara naik di enam emiten pada Oktober 2026, dipimpin TLKM dan BBRI. Simak perubahan sahamnya.

Bareksa – Kepemilikan PT Danantara Asset Management meningkat pada enam emiten BUMN sepanjang September–Oktober 2026. Kenaikan persentase terbesar tercatat pada PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), sedangkan tambahan jumlah saham terbesar berada pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Berdasarkan pengolahan Bareksa terhadap laporan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Danantara tercatat memiliki saham mayoritas pada 13 emiten per 30 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, enam mengalami penambahan jumlah saham, sementara tujuh lainnya tidak berubah dibandingkan 30 September.

Temuan ini menunjukkan perubahan posisi kepemilikan, tetapi belum memastikan seluruh penambahan berasal dari transaksi pembelian di pasar reguler.

Enam Saham BUMN dengan Porsi Danantara Meningkat

Saham
September
Oktober
Perubahan

TLKM

51,57%

52,16%

+0,59 pp

BBRI

52,66%

53,06%

+0,40 pp

BMRI

51,48%

51,78%

+0,30 pp

BBTN

59,40%

59,59%

+0,19 pp

JSMR

69,30%

69,48%

+0,18 pp

BBNI

59,40%

59,57%

+0,17 pp

Sumber: KSEI, 
*Kepemilikan saham ≥1% per 30 September dan 30 Oktober 2026, diolah Bareksa. pp = poin persentase.

Secara persentase, kenaikan terbesar terjadi pada TLKM sebesar 0,59 poin persentase. Namun, jika dihitung berdasarkan jumlah lembar saham, BBRI mencatat penambahan terbesar.

Berapa Jumlah Saham Danantara yang Bertambah?

Saham
Penambahan Jumlah Saham

BBRI

609.859.900

TLKM

582.519.500

BMRI

277.725.200

BBNI

63.869.700

BBTN

27.105.900

JSMR

13.175.700

Total

1.574.255.900

Sumber: Perbandingan laporan KSEI September–Oktober 2026, diolah Bareksa.

Pemeriksaan kolom kepemilikan menunjukkan bahwa seluruh tambahan tersebut tercatat pada saham tanpa warkat (scripless). Sementara itu, jumlah saham berbentuk warkat (scrip) milik Danantara pada keenam emiten tetap.

Artinya, terjadi penambahan kepemilikan tercatat, tetapi dataset bulanan saja belum membuktikan waktu, harga, ataupun mekanisme transaksinya. Investor tidak dapat langsung menyimpulkan bahwa seluruh saham tersebut dibeli melalui perdagangan reguler BEI.

Bagaimana dengan Tujuh Emiten Lainnya?

Kepemilikan Danantara pada tujuh emiten berikut tidak berubah sepanjang periode pengamatan.

Saham
Kepemilikan Oktober

GIAA

91,11%

WIKA

90,11%

KRAS

79,20%

WSKT

74,60%

ADHI

63,69%

SMGR

50,69%

PTPP

50,49%

Sumber: KSEI, 30 Oktober 2026, diolah Bareksa.

Dengan demikian, jumlah 13 emiten mayoritas bukan perubahan baru pada Oktober. Perkembangan terbarunya adalah peningkatan jumlah saham Danantara pada enam emiten.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Investor?

Perubahan kepemilikan Danantara dapat menjadi bahan evaluasi struktur pemegang saham, tetapi bukan sinyal otomatis untuk membeli saham BUMN. Investor tetap perlu mempertimbangkan kinerja perusahaan, dividen, kebutuhan pendanaan, kebijakan pemegang saham, valuasi, serta likuiditas perdagangan.

Penambahan jumlah saham oleh pemegang mayoritas juga tidak otomatis memastikan pergerakan harga saham berikutnya.

Catatan Penting untuk Investor

  • Danantara tercatat sebagai pemegang saham mayoritas pada 13 emiten.

  • Kepemilikannya meningkat pada enam emiten selama Oktober.

  • Total tambahan 1,57 miliar lembar saham tersebar pada enam perusahaan, bukan satu emiten.

  • Tambahan tersebut tercatat sebagai saham tanpa warkat.

  • Data bulanan tidak cukup untuk memastikan mekanisme pembelian atau harga transaksi.

Kesimpulan

Perbandingan data KSEI memperlihatkan peningkatan posisi kepemilikan Danantara pada empat bank BUMN, TLKM, dan JSMR. Namun, investor perlu membedakan perubahan jumlah saham tercatat dengan bukti transaksi di bursa sebelum menarik kesimpulan investasi.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

***

D​ISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Berapa emiten mayoritas Danantara pada Oktober 2026?

Sebanyak 13 emiten berdasarkan laporan kepemilikan saham KSEI.

Saham apa yang mengalami kenaikan porsi terbesar?

TLKM, dari 51,57% menjadi 52,16%.

Di saham apa penambahan jumlah saham terbesar?

BBRI, dengan tambahan 609.859.900 lembar.

Apakah semua tambahan tersebut dibeli di bursa?

Tidak bisa dipastikan hanya dari laporan bulanan kepemilikan. Mekanisme transaksi membutuhkan informasi tambahan

Apakah kepemilikan Danantara menjamin harga saham naik?

Tidak. Pergerakan harga tetap bergantung pada kondisi perusahaan dan pasar.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.