Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: SGER, TCPI & PTBA, IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

Abdul Malik • 26 Oct 2026

an image
Ilustrasi investor sedang memantau perkembangan pasar dan memilih saham unggulan sesuai rekomendasi stock pick Tim Analis Bareksa. (Shutterstock)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 26 Oktober 2026 menyoroti SGER, TCPI, dan PTBA sebagai pilihan quick trade jangka pendek. IHSG diprediksi bergerak di kisaran 5.185–5.455 dengan kecenderungan melemah.

Bareksa – Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (26/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,95% ke 5.439 pada Jumat (23/10/2026), meski investor asing mencatat jual bersih (net sell) Rp1,3 triliun. Penguatan dipimpin sektor barang konsumsi nonprimer (3,13%), industri (3,12%), dan energi (2,48%). DSSA, ASII, dan BMRI menjadi penggerak utama indeks, sementara rupiah melemah 7 poin ke Rp18.057/US$.

Dari global, bursa saham AS kembali melemah, dengan Dow Jones turun 1,23%, setelah harga minyak melonjak. Brent naik 3,14% ke US$116,7 per barel di tengah serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi dan spekulasi aksi militer baru AS dan Israel terhadap Iran. Harga emas turun 0,71% ke US$3.996,1 per ons. Untuk Senin (26/10/2026), IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.185–5.455 dengan kecenderungan melemah.

Rekomendasi Saham Hari Ini, 26 Oktober 2026

Strategi: Quick Trade Memanfaatkan Momentum Kenaikan Jangka Pendek

1. SGER – PT Sumber Global Energy Tbk

  • Harga Terakhir: Rp840 (23/10/2026)

  • Target Harga: Rp885–910

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp755

  • Range Beli: Rp805–830

  • Prioritas Entry: Rp805–810

Analisis: Saham SGER naik 5% dan ditutup di level tertinggi 20 hari. Harga berada di atas MA20 (rata-rata harga 20 hari) Rp755 dan MA50 Rp710, mengindikasikan tren naik terkonfirmasi. RSI (indikator kekuatan momentum harga) di level 67,48 mencerminkan momentum beli yang kuat, namun sudah mendekati area jenuh beli (overbought).

Beli Saham SGER di Sini

2. TCPI – PT Transcoal Pacific Tbk

  • Harga Terakhir: Rp1.735 (23/10/2026)

  • Target Harga: Rp1.825–1.875

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.555

  • Range Beli: Rp1.660–1.710

  • Prioritas Entry: Rp1.660–1.670

Analisis: Saham TCPI melonjak 19,66% dalam sehari. Harga berada di atas MA20 Rp1.530, namun masih di bawah MA50 Rp1.775, sehingga tren jangka pendek membaik meski tren menengah belum pulih. RSI 66,44 menunjukkan momentum beli yang kuat, tetapi saham ini rawan aksi ambil untung setelah lonjakan tajam.

Beli Saham TCPI

3. PTBA – PT Bukit Asam Tbk

  • Harga Terakhir: Rp3.280 (23/10/2026)

  • Target Harga: Rp3.450–3.550

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp3.140

  • Range Beli: Rp3.170–3.240

  • Prioritas Entry: Rp3.170–3.180

Analisis: Saham PTBA naik 3,14% dan berada di atas MA20 Rp3.170 serta MA50 Rp3.030, mengindikasikan tren naik terkonfirmasi. RSI 67,14 mencerminkan momentum beli yang kuat dan mendekati area jenuh beli, dengan resistance terdekat di Rp3.400.

Beli Saham PTBA

Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa 26/10/2026

Kode Saham

Strategi

Harga Terakhir

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

SGER

Quick Trade

Rp840

Rp885–910

Rp755

TCPI

Quick Trade

Rp1.735

Rp1.825–1.875

Rp1.555

PTBA

Quick Trade

Rp3.280

Rp3.450–3.550

Rp3.140

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 23/10/2026

Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar

Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (26/10/2026), IHSG menunjukkan rebound teknikal setelah menyentuh level terendah baru 4.907. Namun, tren besarnya masih bearish karena indeks bergerak di bawah MA55, dan stochastic sudah masuk area jenuh beli sehingga berpotensi memicu aksi ambil untung. Resistance terdekat berada di sekitar 5.600. Untuk 26/10/2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.185–5.455 dengan kemungkinan ditutup lebih rendah.

Dari emiten perbankan, BMRI membukukan laba Rp45,5 triliun hingga September 2026, naik 21%, dan menargetkan rasio pembagian dividen 75–80% pada 2027. BTPS mencatat laba kuartal III naik 18% dan menaikkan target pertumbuhan laba 2026.

Grup Indofood juga menyiapkan buyback saham ICBP dan INDF masing-masing hingga Rp750 miliar. Sementara itu, penjualan pemasaran PWON hingga September turun 10,2%, meski Ciptadana mempertahankan rekomendasi buy PWON dengan target harga Rp550.

Faktor Risiko Utama

  • Tren besar IHSG masih bearish. Rebound belum terkonfirmasi sebagai pembalikan arah, dan asing masih mencatat jual bersih.

  • RSI ketiga saham mendekati area jenuh beli. SGER, TCPI, dan PTBA berpotensi mengalami aksi ambil untung, terutama TCPI yang baru melonjak 19,66% dalam sehari.

  • Harga minyak dan geopolitik. Brent di atas US$116 per barel dan ketegangan Timur Tengah dapat memicu gejolak pasar, meski berpotensi menopang saham energi.

Kesimpulan

Tim Analis Bareksa menyoroti SGER, TCPI, dan PTBA sebagai pilihan quick trade jangka pendek pada 26 Oktober 2026. Area prioritas entry yang dapat dicermati adalah Rp805–810 untuk SGER, Rp1.660–1.670 untuk TCPI, dan Rp3.170–3.180 untuk PTBA. Dengan IHSG yang rawan aksi ambil untung, disiplin menerapkan batas rugi menjadi kunci pengelolaan risiko.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

D​ISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Mengapa SGER, TCPI, dan PTBA dipilih hari ini?

Ketiganya bergerak di atas MA20 dengan RSI di kisaran 66–67, mencerminkan momentum beli yang kuat. SGER dan PTBA juga sudah berada di atas MA50.

Mengapa IHSG diprediksi melemah meski naik pada Jumat?

​Ciptadana menilai stochastic IHSG sudah di area jenuh beli setelah rebound dari 4.907, sehingga aksi ambil untung jangka pendek berpotensi terjadi

Apa itu RSI dan area overbought?

RSI adalah indikator kekuatan momentum harga dengan skala 0–100. Angka di atas 70 umumnya menandakan jenuh beli, sehingga harga rawan terkoreksi.

Mengapa saham energi menguat?

Harga minyak dan batu bara yang tinggi di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah menopang sentimen terhadap saham energi seperti SGER, TCPI, dan PTBA.

Apa yang dimaksud prioritas entry?

Prioritas entry adalah area harga di kuartal bawah range beli. Membeli di area ini memberi rasio potensi untung terhadap risiko (risk/reward) yang lebih baik.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.