Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: INTP, BUKA, PTBA, IHSG Berpeluang Lanjut Rebound?

Abdul Malik • 22 Oct 2026

an image
Ilustrasi aplikasi PT Bukit Asam Tbk atau PTBA. (Shutterstock)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 22 Oktober 2026 mencakup INTP, BUKA, dan PTBA untuk quick trade. IHSG diperkirakan bergerak di 5.185–5.405.

Bareksa – Tim Analis Bareksa menyoroti tiga saham untuk strategi quick trade pada Kamis (22/10/2026), yakni PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Ketiganya dinilai memiliki peluang penguatan jangka pendek, meskipun karakteristik momentum teknikalnya berbeda.

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,94% ke 5.328,36 pada Rabu (21/10), ditopang beli bersih investor asing sebesar Rp12,49 miliar berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penguatan dipimpin sektor kesehatan (+3,35%), properti (+1,77%), dan infrastruktur (+1,47%). Saham BBCA, BREN, serta TLKM menjadi penggerak utama indeks. Namun, rupiah menurut Ciptadana melemah 18 poin menjadi Rp18.005 per dolar AS.

Untuk perdagangan 22 Oktober, Ciptadana memperkirakan IHSG bergerak pada support 5.185 dan resistance 5.405 dengan peluang melanjutkan rebound teknikal.

Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa 22 Oktober 2026

Strategi quick trade ditujukan untuk memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek. Investor perlu memperhatikan area beli, target keuntungan, dan batas rugi sesuai toleransi risiko.

1. INTP – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

  • Harga terakhir: Rp5.500, naik 0,92% (21/10)

  • Range beli: Rp5.275–5.425

  • Prioritas entry: Rp5.275–5.300

  • Target harga: Rp5.775–5.950

  • Batas rugi: Rp5.075

Analisis: INTP menguat 5,77% dalam lima hari dan mencapai level tertinggi 20 hari. Harga berada di atas MA20 Rp5.100 serta MA50 Rp5.225, mengindikasikan tren naik jangka pendek yang mulai terkonfirmasi. RSI di level 54,76 menunjukkan momentum beli menguat dan belum mencapai area jenuh beli.

Strategi: Quick trade dengan menunggu koreksi harga menuju area Rp5.275–5.425. Prioritas pembelian berada di Rp5.275–5.300 untuk memperoleh perbandingan potensi keuntungan terhadap risiko yang lebih baik.

Beli Saham INTP di Sini

2. BUKA – PT Bukalapak.com Tbk

  • Harga terakhir: Rp111, naik 4,72% (21/10)

  • Range beli: Rp107–110

  • Prioritas entry: Rp107

  • Target harga: Rp117–120

  • Batas rugi: Rp97

Analisis: BUKA menguat 12,12% dalam lima hari dan mencapai level tertinggi 20 hari. Harga telah melampaui MA20 Rp103 dan MA50 Rp106. RSI sebesar 56,73 mengindikasikan momentum pembelian masih positif. Namun, kenaikan yang relatif cepat meningkatkan risiko aksi ambil untung.

Strategi: Quick trade saat terjadi pullback ke Rp107–110. Area Rp107 lebih diprioritaskan karena pembelian mendekati batas atas rentang menghasilkan rasio potensi keuntungan terhadap risiko yang kurang menarik.

Beli Saham BUKA di Sini

3. PTBA – PT Bukit Asam Tbk

  • Harga terakhir: Rp3.110, naik 1,97% (21/10)

  • Range beli: Rp2.980–3.060

  • Target harga: Rp3.270–3.360

  • Batas rugi: Rp2.860

Analisis: PTBA memantul setelah mengalami pelemahan 3,72% dalam lima hari sebelumnya. Harga sudah berada di atas MA50 Rp3.010, tetapi masih di bawah MA20 Rp3.140. Kondisi ini menunjukkan tren menengah relatif terjaga, sedangkan pemulihan momentum jangka pendek belum terkonfirmasi. RSI sebesar 45,11 juga mengindikasikan momentum masih lebih lemah dibandingkan INTP dan BUKA.

Strategi: Quick trade secara selektif pada area Rp2.980–3.060. Penembusan MA20 Rp3.140 dapat menjadi konfirmasi awal penguatan menuju target Rp3.270–3.360.

Beli Saham PTBA

Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini

Saham
Harga Terakhir
Range Beli
Target Harga
Batas Rugi

INTP

Rp5.500

Rp5.275–5.425

Rp5.775–5.950

Rp5.075

BUKA

Rp111

Rp107–110

Rp117–120

Rp97

PTBA

Rp3.110

Rp2.980–3.060

Rp3.270–3.360

Rp2.860

Sumber: Tim Analis Bareksa. Harga terakhir per 21 Oktober 2026. Seluruh rekomendasi menggunakan strategi quick trade.

Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar

Ciptadana memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 5.185–5.405 pada 22 Oktober 2026, dengan peluang rebound teknikal setelah indeks memantul dari titik rendah terdekat di 4.907. Indikator Stochastic mulai pulih dari area jenuh jual. Namun, tren yang lebih besar masih bearish karena IHSG berada di bawah rata-rata pergerakan 55 hari dan belum kembali melampaui level 5.600.

Penguatan yang bertahan di atas 5.600 dapat menjadi sinyal awal perbaikan momentum, sementara penembusan area 6.000–6.300 diperlukan untuk memperkuat prospek pembalikan tren.

Dari sisi kebijakan, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75% pada 21 Oktober, tetapi menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5%. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan pasar global.

Bursa AS juga menguat pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones naik 0,69%, S&P 500 menguat 0,58%, dan Nasdaq bertambah 1,05%, didukung saham teknologi serta sentimen laporan keuangan.

Faktor Risiko yang Perlu Dicermati

  • Rebound belum berarti tren berbalik. IHSG masih menghadapi resistance 5.405 dan area konfirmasi lanjutan di 5.600.

  • Momentum saham berbeda. INTP dan BUKA berada di atas MA20 dan MA50, sedangkan PTBA masih memerlukan konfirmasi di atas MA20.

  • Tekanan eksternal belum reda. Risiko pelemahan rupiah, arus dana asing, dan perkembangan konsultasi MSCI dapat memengaruhi volatilitas pasar.

  • Disiplin batas rugi. Target harga merupakan perkiraan teknikal, bukan hasil investasi yang dijamin.

Kesimpulan

Tim Analis Bareksa menyoroti INTP, BUKA, dan PTBA untuk strategi quick trade pada 22 Oktober 2026. Area beli yang perlu dicermati masing-masing berada di Rp5.275–5.425 untuk INTP, Rp107–110 untuk BUKA, dan Rp2.980–3.060 untuk PTBA. Sementara itu, IHSG masih berpeluang melanjutkan rebound dalam rentang 5.185–5.405 menurut Ciptadana. Namun, konfirmasi perubahan tren memerlukan penguatan yang lebih berkelanjutan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

D​ISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa rekomendasi saham Tim Analis Bareksa pada 22 Oktober 2026?

INTP, BUKA, dan PTBA dengan strategi quick trade jangka pendek.

Berapa prediksi IHSG hari ini?

Ciptadana memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 5.185–5.405 dengan peluang rebound teknikal.

Apakah ketiga saham sudah berada dalam tren naik?

Belum seluruhnya. INTP dan BUKA berada di atas MA20 serta MA50, sedangkan PTBA masih di bawah MA20 dan memerlukan konfirmasi penguatan.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.