Ditopang iPhone 18 & Ekspansi Erablue, Target Harga Saham ERAA Naik Jadi Rp850

Abdul Malik • 12 Oct 2026

an image
Logo Erafone, merek elektronik yang menjual smartphone dan peralatan elektronik. PT Erafone Artha Retailindo adalah salah satu anak usaha dari PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). (Shutterstock/Mochiendut)

Ciptadana pertahankan rekomendasi buy ERAA, target harga naik ke Rp850. Harga jual ponsel diproyeksi naik 27% berkat iPhone 18 dan ekspansi Erablue.

Bareksa – Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan rekomendasi buy untuk saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan menaikkan target harga menjadi Rp850 per saham. Target ini mencerminkan potensi upside (ruang kenaikan harga hingga target analis) 40,5% dari harga acuan riset Rp605. ERAA merupakan distributor dan peritel ponsel, perangkat elektronik, serta produk gaya hidup, dengan Eralink International sebagai pemegang saham pengendali (55,2%).

Harga Jual Ponsel Diproyeksi Naik 27%

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (9/10/2026), rata-rata harga jual ponsel ERAA diperkirakan naik 27% pada kuartal IV 2026, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 20%. Kenaikan ini didorong harga awal iPhone yang naik sekitar 15% dan tren konsumen yang beralih ke model premium, karena peluncuran iPhone 18 versi dasar ditunda ke semester I 2027.

Ciptadana menilai siklus ganti ponsel kali ini cukup kuat. iPhone 18 menjadi seri pertama dengan cip 2nm, setelah tiga seri sebelumnya memakai cip 3nm. Apple juga meluncurkan iPhone Duo, ponsel lipat pertamanya, dengan harga lebih dari 50% di atas iPhone 18 Pro Max.

Setelah kuartal IV 2026, volume penjualan ponsel diperkirakan pulih pada 2027 sesuai siklus ganti ponsel tiga tahunan. Ciptadana pun menaikkan proyeksi penjualan ponsel 3% untuk 2026 dan 9% untuk 2027.

Erablue Jadi Mesin Pertumbuhan Jangka Panjang

Erablue, jaringan toko elektronik ERAA, mencatat pertumbuhan penjualan toko yang sama 14,9% secara tahunan dalam delapan bulan pertama 2026. Toko Erablue berukuran 150–350 meter persegi dan berada di pinggir jalan, berbeda dengan toko besar di dalam mal milik pesaing.

Manajemen berencana menambah jaringan Erablue dari 307 toko pada Agustus 2026 menjadi 1.000 toko pada 2030. Ciptadana memperkirakan pendapatan Erablue dapat mencapai Rp10 triliun pada periode tersebut, sementara mitra Erablue, Dien May Xanh (pemilik 45%), memperkirakan hingga sekitar Rp14 triliun.

Buyback Terbesar dalam Sejarah ERAA

Dalam jangka pendek, ERAA juga menjalankan pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp500 miliar, terbesar dalam sejarah perseroan. Ciptadana mencatat eksekusi buyback membaik, dengan dua program pada 2026 terserap 59% dan hampir 100% dari anggarannya, dibanding 0–11% pada program sebelumnya.

Data Kunci ERAA

Indikator

Nilai

Rekomendasi Ciptadana

Buy

Target harga

Rp850

Harga acuan riset

Rp605

Potensi upside

40,5%

Proyeksi pendapatan 2026

Rp87,7 triliun

Proyeksi laba bersih 2026–2027

Rp1,57 triliun dan Rp1,89 triliun

PER 2026 (proyeksi)

6,2 kali

Proyeksi dividend yield 2026

3,6%

Sumber: Riset Ciptadana Sekuritas Asia (9/10/2026)

Target Harga Naik, Ini Pertimbangannya

Ciptadana menaikkan proyeksi laba 2026 hingga 6% dan memangkas proyeksi 2027 tipis 2%. Dengan menggeser basis valuasi ke 2027, target harga dinaikkan menjadi Rp850, setara rasio harga terhadap laba (PER) 7,2 kali. Analis menilai prospek ERAA ditopang katalis jangka pendek dari tren ponsel premium dan buyback, serta katalis jangka panjang dari ekspansi Erablue, XPENG, portofolio gaya hidup aktif, dan bisnis makanan-minuman.

Faktor Risiko

  • Permintaan iPhone melemah. Penjualan ponsel premium menjadi penopang utama kinerja jangka pendek.

  • Produktivitas Erablue menurun lebih cepat. Penambahan toko yang agresif bisa menurunkan penjualan per toko.

  • Pangsa pasar XPENG di bawah perkiraan serta daya beli masyarakat yang kembali melemah.

Kesimpulan

Analis Ciptadana mempertahankan rekomendasi buy untuk ERAA dengan target harga Rp850, ditopang lonjakan harga jual ponsel dari siklus iPhone 18, buyback terbesar dalam sejarah perseroan, dan ekspansi Erablue. Investor dapat mencermati realisasi penjualan kuartal IV 2026 dan laju pembukaan toko Erablue sebagai penentu kinerja ke depan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham ERAA di Sini

***

D​ISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Berapa target harga saham ERAA menurut Ciptadana?

Ciptadana menetapkan target harga Rp850 per saham dengan rekomendasi buy, mencerminkan potensi upside 40,5% dari harga acuan riset Rp605.

Mengapa iPhone 18 berpengaruh besar bagi ERAA?

ERAA adalah distributor dan peritel ponsel, termasuk iPhone. Peluncuran iPhone 18 dan iPhone lipat mendorong harga jual rata-rata ponsel ERAA naik hingga 27% pada kuartal IV 2026

Apa itu Erablue?

Erablue adalah jaringan toko elektronik ERAA berformat kecil di pinggir jalan, hasil kerja sama dengan Dien May Xanh dari Vietnam. Jumlah tokonya ditargetkan mencapai 1.000 pada 2030.

Apa saja risiko utama saham ERAA?

Risiko utamanya meliputi melemahnya permintaan iPhone, penurunan produktivitas toko Erablue, pangsa pasar XPENG yang di bawah perkiraan, dan daya beli masyarakat yang kembali melemah.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.