
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,37% ke level 6.502 pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, sementara investor asing mencatat net sell Rp351 miliar.
Pelemahan dipimpin sektor Properties & Real Estate (-1,67%), Healthcare (-1,59%), dan Transportation & Logistics (-0,91%), disusul Technology (-0,77%) dan Consumer Cyclicals (-0,68%). Basic Materials jadi satu-satunya sektor yang menguat, naik 1,38%. BYAN (-3,21% ke Rp15.100), BBRI (-1,55% ke Rp3.180), dan BBCA (-0,78% ke Rp6.400) jadi pemberat utama indeks, sementara rupiah melemah 19 poin ke Rp17.712 per US$.
Dari global, bursa Wall Street ditutup menguat pada Selasa waktu setempat - Dow naik 0,30%, S&P 500 naik 0,32%, dan Nasdaq naik 0,66% - di tengah posisi investor menjelang rilis data inflasi PCE AS dan laporan kuartalan Nvidia yang dinanti sebagai sinyal permintaan terkait AI. Harga minyak dunia justru anjlok tajam, dengan Brent turun 3,89% dan WTI turun 3,12%, menyusul laporan kemajuan pembentukan koridor maritim sementara di Selat Hormuz yang meredakan kekhawatiran gangguan pasokan.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (26/8/2026), secara teknikal IHSG menunjukkan pemulihan jangka pendek yang konstruktif namun kini tengah menguji zona resistance penting di 6.450-6.500. Penutupan harian yang meyakinkan di atas 6.500-6.550 akan memperkuat skenario pembalikan bullish menuju area 6.800-6.900, sementara support awal berada di 6.250-6.300, disusul garis tren naik di sekitar 6.000. Momentum sudah berbalik positif meski perlu penguatan lebih lanjut untuk mengonfirmasi tekanan beli yang lebih kuat; Ciptadana memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran 6.444-6.635 (26/8).
Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.
• Rekomendasi Saham Hari Ini, 26 Agustus 2026
• 1. MIKA – PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
• 2. AMMN – PT Amman Mineral Internasional Tbk
• 3. UNVR – PT Unilever Indonesia Tbk
• Tabel Rekomendasi Saham
• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar
• Faktor Risiko Utama
• Kesimpulan
• Pertanyaan Umum
Strategi: Hold/Spec Buy
Harga Terakhir: Rp1.845
Target Harga: Rp1.940–1.995
Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.725
Range Beli: Rp1.770–1.825
Prioritas Entry: Rp1.770–1.783,75
Analisis: MIKA naik 1,1% ke Rp1.845 pada 24 Agustus, melanjutkan reli 4,83% dalam 5 hari dan 5,43% dalam 20 hari terakhir. Harga berada di atas MA20 Rp1.795 dan MA50 Rp1.756 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 54,83 mengindikasikan momentum netral-positif dengan ruang kenaikan masih terbuka. Prioritaskan entry di Rp1.770–1.783,75 karena rasio risk/reward dari entry atas wajar, sekitar 1,15:1.
Harga Terakhir: Rp4.500
Target Harga: Rp4.730–4.860
Batas Rugi (Stop Loss): Rp4.160
Range Beli: Rp4.320–4.450
Prioritas Entry: Rp4.320–4.352,5
Analisis: AMMN naik 0,45% ke Rp4.500 pada 24 Agustus, mencetak level tertinggi baru dalam 20 hari terakhir dan melanjutkan reli 5,39% dalam 5 hari serta 11,39% dalam 20 hari terakhir. Harga berada di atas MA20 Rp4.254 dan MA50 Rp3.948 - tren naik terkonfirmasi. RSI 55,39 mengindikasikan momentum netral-positif dengan ruang kenaikan masih terbuka. Prioritaskan entry di Rp4.320–4.352,5 karena rasio risk/reward dari entry atas mendekati impas, sekitar 0,97:1.
Harga Terakhir: Rp1.800
Target Harga: Rp1.890–1.945
Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.760
Range Beli: Rp1.770–1.780
Prioritas Entry: Rp1.770–1.772,5
Analisis: UNVR naik 0,28% ke Rp1.800 pada 24 Agustus, melanjutkan reli 1,41% dalam 5 hari dan 6,82% dalam 20 hari terakhir. Harga berada di atas MA20 Rp1.770 dan MA50 Rp1.748 - tren naik terjaga. RSI 51,41 mengindikasikan momentum netral-positif dengan ruang kenaikan masih terbuka. UNVR memperkuat validitasnya sebagai area support teknikal. Prioritaskan entry di Rp1.770–1.772,5; namun perlu dicermati bahwa jarak batas atas Range Beli ke batas rugi tetap tipis (Rp20, ~1,1%), sehingga rasio risk/reward dari entry atas tinggi secara matematis (~5,5:1) namun berisiko whipsaw.
Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 26 Agustus 2026
Kode Saham | Sinyal | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
MIKA | Hold/Spec Buy | Rp1.845 | Rp1.940–1.995 | Rp1.725 |
AMMN | Hold/Spec Buy | Rp4.500 | Rp4.730–4.860 | Rp4.160 |
UNVR | Hold/Spec Buy | Rp1.800 | Rp1.890–1.945 | Rp1.760 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 24/8/2026
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (26/8/2026), IHSG pada perdagangan (24/8) menunjukkan pemulihan jangka pendek yang konstruktif namun kini tengah menguji zona resistance penting di 6.450-6.500. Penutupan harian yang meyakinkan di atas level ini akan memperkuat skenario pembalikan bullish menuju area 6.800-6.900, sementara support awal berada di 6.250-6.300. Untuk sesi perdagangan berikutnya (26/8), Ciptadana memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran 6.444-6.635.
Di sisi emiten, Perusahaan Gas Negara (PGAS) mencatat kinerja operasional 7M26 yang bervariasi - regasifikasi jadi kinerja terkuat (17,7% YoY) sementara bisnis inti gas trading dan transmisi belum tumbuh berarti, sehingga analis pertahankan rating HOLD dengan target harga Rp1.700/saham. Bank Tabungan Negara (BBTN) membukukan laba konsolidasi 7M26 Rp2,51 triliun (40% YoY), meski NIM tertekan ke 3,4% dan laba Juli anjlok -87% MoM, dengan analis tetap mempertahankan rating Buy dan target harga Rp1.925/saham.
IHSG Belum Tembus Resistance Kunci: IHSG masih menguji zona resistance 6.450-6.500 dan sempat melemah 0,37% pada sesi terakhir disertai net sell asing. Kegagalan menembus level ini secara meyakinkan berisiko memicu konsolidasi atau pullback menuju 6.250-6.300, sehingga investor perlu memantau konfirmasi breakout sebelum menambah eksposur secara agresif.
Range Beli UNVR Memiliki Buffer Sangat Tipis: Jarak antara batas atas Range Beli UNVR (Rp1.780) dan batas rugi (Rp1.760) hanya Rp20 (~1,1%), menghasilkan rasio risk/reward yang secara matematis tinggi (~5,5:1) namun rawan tersentuh stop loss akibat fluktuasi harga normal (whipsaw). Manajemen risiko yang disiplin tetap dianjurkan.
Penurunan Tajam Harga Minyak Dunia: Brent dan WTI masing-masing anjlok 3,89% dan 3,12% menyusul kemajuan negosiasi koridor maritim di Selat Hormuz. Meski meredakan kekhawatiran gangguan pasokan, penurunan tajam ini berpotensi menekan sentimen emiten energi domestik dalam jangka pendek.
Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 26 Agustus 2026 - MIKA, AMMN, dan UNVR - menawarkan peluang hold/spec buy di tengah IHSG yang tengah menguji resistance kunci 6.450-6.500. MIKA menonjol dengan rasio risk/reward paling wajar (1,15:1) dan tren naik yang solid, sementara AMMN turut mencetak level tertinggi 20 hari terbaru. UNVR memerlukan kehati-hatian ekstra karena buffer Range Beli ke batas rugi yang tipis. Prioritaskan entry MIKA di Rp1.770–1.783,75, AMMN di Rp4.320–4.352,5, dan UNVR di Rp1.770–1.772,5, dengan manajemen risiko yang disiplin.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
MIKA adalah operator jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, mengelola puluhan rumah sakit yang tersebar di berbagai kota besar dengan layanan kesehatan terintegrasi.
AMMN adalah perusahaan pertambangan yang mengoperasikan tambang tembaga dan emas Batu Hijau di Nusa Tenggara Barat, salah satu tambang tembaga-emas terbesar di Indonesia.
UNVR adalah produsen barang konsumsi (FMCG) terkemuka di Indonesia, memproduksi dan memasarkan produk perawatan tubuh, rumah tangga, serta makanan dan minuman dengan berbagai merek global.
Pelemahan 0,37% pada sesi terakhir tergolong wajar dalam proses menguji resistance 6.450-6.500. Selama momentum teknikal (Stochastic dan Awesome Oscillator) tetap positif dan IHSG bertahan di atas 6.000-6.050, bias jangka pendek tetap cenderung bullish menuju target 6.800-6.900.