
Bareksa - Tim analis Bareksa memilih tiga saham quick trade untuk perdagangan Selasa (7/7/2026) berdasarkan hasil pemindaian teknikal harian yakni RAJA, RATU dan MTEL. Secara teknikal, IHSG diprediksi meguat.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatat penguatan 4,82% ke Rp4.130 pada penutupan 6 Juli 2026. Secara teknikal, harga berada di atas MA20 Rp3.736 dan MA50 Rp3.712 — tren naik terkonfirmasi, breakout kedua MA telah terlampaui.
RSI 63,46 mengindikasikan momentum beli menguat, meski mulai mendekati area overbought.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (7/7/2026), RAJA menunjukkan tanda-tanda rebound teknikal jangka pendek setelah bouncing dari area support 3.650–3.800, dengan stochastic oscillator berbalik naik dari zona oversold. Resistance awal berada di 4.365–4.570.
Support: Rp4.080–3.710
Resistance: Rp4.340–4.460
Range beli: Rp3.740–4.080
Prioritas entry: Rp3.740–3.820 (RR dari entry atas <1:1, prioritaskan area bawah range)
Target: Rp4.340–4.460 | Batas rugi: Rp3.700
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) naik 3,29% ke Rp5.500 pada 6 Juli 2026. Harga berada jauh di atas MA20 Rp4.799 dan MA50 Rp4.866 — tren naik terkonfirmasi, breakout kedua MA terlampaui. RSI 71,68 mengindikasikan momentum beli kuat, namun sudah memasuki area overbought — investor perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.
Dengan range beli yang lebar (Rp4.550–5.425), risk/reward dari entry atas kurang optimal. Investor disarankan memprioritaskan entry di area bawah range untuk memperoleh rasio risiko-imbal hasil yang lebih baik.
Support: Rp5.425–4.860
Resistance: Rp5.775–5.950
Range beli: Rp4.550–5.425
Prioritas entry: Rp4.550–4.770 (RR dari entry atas <1:1, prioritaskan area bawah range)
Target: Rp5.775–5.950 | Batas rugi: Rp4.500
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menguat 2,04% ke Rp500 pada 6 Juli 2026. Harga tepat di atas MA20 Rp499 dan mendekati MA50 Rp503 — momentum rebound terbentuk, potensi breakout MA50 terbuka. RSI 50,40 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas.
Support: Rp495–490
Resistance: Rp525–540
Range beli: Rp475–495
Target: Rp525–540 | Batas rugi: Rp470
Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa
Saham | Harga Terakhir | Range Beli | Prioritas Entry | Target | Batas Rugi |
|---|---|---|---|---|---|
RAJA | Rp4.130 | Rp3.740–4.080 | Rp3.740–3.820 | Rp4.340–4.460 | Rp3.700 |
RATU | Rp5.500 | Rp4.550–5.425 | Rp4.550–4.770 | Rp5.775–5.950 | Rp4.500 |
MTEL | Rp500 | Rp475–495 | Rp475–495 | Rp525–540 | Rp470 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 6/7/2026
Sumber: Ciptadana Sekuritas
IHSG ditutup menguat 0,69% ke 5.916 pada Senin (6/7/2026), dipimpin sektor Consumer Cyclicals (+1,26%), Technology (+0,92%), dan Energy (+0,92%). Penggerak utama indeks adalah BBRI (+2,95% ke Rp2.790), DCII (+4,83% ke Rp198.950), dan BBCA (+1,24% ke Rp6.125). Investor asing mencatat jual bersih Rp191 miliar, sementara rupiah melemah 41 poin ke Rp17.995/US$.
Secara teknikal, IHSG membentuk swing low di sekitar 5.318 dengan bullish divergence antara harga dan indikator momentum. Stochastic oscillator bergerak naik ke zona positif, mengindikasikan tekanan jual mereda dan minat beli kembali menguat. Selama indeks bertahan di atas support 5.318, rebound berpotensi berlanjut menuju area resistance 6.100–6.400. Namun tren jangka menengah tetap bearish selama IHSG masih di bawah rata-rata pergerakan utama.
Untuk Selasa (7/7/2026), IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.805–6.056 dengan peluang ditutup lebih tinggi.
Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 7 Juli 2026 — RAJA, RATU, dan MTEL — semuanya menunjukkan sinyal rebound teknikal jangka pendek. Untuk RAJA, prioritaskan entry di Rp3.740–3.820 untuk risk/reward lebih optimal. Untuk RATU yang RSI-nya sudah di area overbought, prioritaskan entry di Rp4.550–4.770 dan waspadai potensi koreksi. MTEL menawarkan ruang kenaikan paling luas secara teknikal dengan RSI yang masih netral di 50,4.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Quick trade adalah strategi perdagangan jangka pendek yang memanfaatkan momentum teknikal untuk meraih keuntungan dalam rentang waktu beberapa hari. Strategi ini cocok bagi investor yang aktif memantau pergerakan harga dan disiplin menerapkan batas rugi (cut loss).
RSI di atas 70 menandakan momentum beli yang kuat, namun juga sinyal kehati-hatian. RATU tetap masuk rekomendasi karena tren naik terkonfirmasi secara teknikal, dengan catatan investor memprioritaskan entry di area bawah range beli (Rp4.550–4.770) untuk menjaga rasio risiko-imbal hasil tetap positif.
Prioritas entry ditetapkan di seperempat bawah range beli, sehingga jarak ke target lebih besar dibanding jarak ke batas rugi. Ini memastikan risk/reward ratio minimal 1:1 dari titik entry yang dipilih.
Support adalah area harga di mana tekanan beli cenderung menguat dan menahan penurunan lebih lanjut. Resistance adalah area harga di mana tekanan jual cenderung menguat dan menahan kenaikan. Kedua level ini menjadi acuan penentuan target dan batas rugi dalam strategi quick trade.
Ciptadana Sekuritas mencatat bahwa IHSG masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama dan trendline turun jangka menengah. Rebound saat ini bersifat teknikal dari area oversold, bukan pembalikan tren. Konfirmasi tren naik baru akan terjadi jika IHSG berhasil menembus resistance 6.100–6.400 disertai volume yang signifikan.