
Bareksa — Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SMIL), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) sebagai saham pilihan quick trade jangka pendek hari ini, 1 Juli 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat.
SMIL direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp256–280. Harga terakhir saham SMIL naik 0,71% ke Rp284 pada perdagangan 30 Juni 2026.
Secara teknikal, SMIL berada di atas MA20 Rp265 dan MA50 Rp270, mengonfirmasi tren naik dengan breakout MA50 yang telah terlampaui. RSI di level 51,43 mencerminkan momentum beli yang baru saja menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Support terdekat berada di Rp280–270, sementara resistance di kisaran Rp298–308.
Sebagai emiten produsen pipa baja untuk sektor konstruksi, infrastruktur, dan migas, SMIL dapat dicermati di tengah berlanjutnya proyek infrastruktur domestik. RSI 51,43 yang baru memasuki zona momentum positif memberikan ruang kenaikan yang lebih luas dibanding kedua saham rekomendasi lainnya.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp256–280. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp256–262 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp298–308, batas rugi: Rp254.
UNVR direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp1.680–1.785. Harga terakhir saham UNVR naik 1,98% ke Rp1.805 pada perdagangan 30 Juni 2026.
Secara teknikal, UNVR berada di atas MA20 Rp1.664 dan MA50 Rp1.704, mengonfirmasi tren naik dengan breakout MA50 yang telah terlampaui. RSI di level 59,06 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp1.785–1.704, sementara resistance di kisaran Rp1.895–1.950.
Sebagai emiten produk konsumer harian terkemuka di Indonesia dengan merek-merek yang memiliki penetrasi pasar yang dalam, UNVR menawarkan profil pendapatan yang defensif. Paket stimulus pemerintah senilai Rp26,34 triliun untuk semester kedua 2026 yang sebagian besar dialokasikan untuk bantuan pangan berpotensi mendukung konsumsi rumah tangga di segmen yang dilayani perseroan.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp1.680–1.785. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp1.680–1.705 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp1.895–1.950, batas rugi: Rp1.665.
MTEL direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp490–535. Harga terakhir saham MTEL naik 8,43% ke Rp540 pada perdagangan 30 Juni 2026.
Secara teknikal, MTEL berada di atas MA20 Rp500 dan MA50 Rp504, mengonfirmasi tren naik dengan breakout MA50 yang terlampaui. RSI di level 58,87 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp534–504, sementara resistance di kisaran Rp570–585.
Sebagai emiten menara telekomunikasi anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan pendapatan berbasis kontrak sewa jangka panjang, MTEL memiliki profil pendapatan yang defensif. Kenaikan 8,43% pada 30 Juni 2026 mencerminkan penguatan minat beli yang signifikan setelah sebelumnya sempat tertekan mendekati 52-week low.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp490–535. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp490–500 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp570–585, batas rugi: Rp484.
Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa
Saham | Rekomendasi | Entry Area | Prioritas Entry | Target Harga | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
SMIL | Hold / Quick Trade | Rp256–280 | Rp256–262 | Rp298–308 | Rp254 |
UNVR | Hold / Quick Trade | Rp1.680–1.785 | Rp1.680–1.705 | Rp1.895–1.950 | Rp1.665 |
MTEL | Hold / Quick Trade | Rp490–535 | Rp490–500 | Rp570–585 | Rp484 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 30 Juni 2026
Sumber: Ciptadana Sekuritas
IHSG ditutup turun 178 poin atau 3,05% ke level 5.643 pada perdagangan Selasa (30/6), dengan asing mencatat net sell Rp1 triliun — melanjutkan tren outflow. Tiga sektor paling tertekan adalah Basic Materials (−5,54%), Energy (−3,51%), dan Consumer Cyclicals (−2,79%). BBCA (−6,33%), BBRI (−3,87%), dan ASII (−4,03%) menjadi penekan utama. Rupiah melemah 34 poin ke Rp17.882 per dolar AS.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (1/7/2026), IHSG masih dalam fase korektif di bawah moving average jangka pendek dan menengah dengan tren utama yang masih bearish. Namun tekanan jual mulai mereda di dekat zona support kunci, dengan stochastic oscillator yang rebound dari area oversold — membuka peluang rebound teknikal jangka pendek.
Untuk 1 Juli 2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.520–5.736 dengan kemungkinan ditutup lebih tinggi.
Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa hari ini menempatkan SMIL, UNVR, dan MTEL sebagai pilihan quick trade jangka pendek — ketiganya sudah breakout di atas kedua MA dengan RSI di kisaran 51–59. SMIL menawarkan ruang kenaikan RSI paling luas (51,43), sementara UNVR memberikan profil defensif yang kuat sebagai emiten konsumer harian. MTEL menawarkan momentum terkuat dengan kenaikan 8,43% pada sesi terakhir. Investor disarankan memprioritaskan entry di area bawah range masing-masing dan disiplin pada batas rugi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
SMIL, UNVR, dan MTEL dipilih karena ketiganya sudah breakout di atas MA20 dan MA50 dengan RSI yang belum memasuki zona overbought — mencerminkan sinyal teknikal yang lebih terkonfirmasi dibanding banyak saham lain yang RSI-nya masih di bawah 50 atau justru oversold. Ketiga saham juga berasal dari sektor yang relatif defensif terhadap tekanan jual sistemik.
Kenaikan tajam MTEL mencerminkan minat beli yang menguat setelah harga sempat tertekan mendekati 52-week low Rp468. Rebound dari area support kuat memberikan sinyal pemulihan teknikal, didukung profil bisnis menara telekomunikasi dengan kontrak sewa jangka panjang yang memberikan visibilitas pendapatan tinggi.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merupakan emiten produk konsumer harian dengan portofolio merek yang sangat kuat di segmen personal care dan home care. Permintaan produk konsumer harian cenderung stabil bahkan dalam kondisi ekonomi yang menantang, memberikan profil pendapatan yang defensif terhadap volatilitas pasar saham jangka pendek.
IHSG masih dalam fase korektif di bawah moving average jangka pendek dan menengah berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (1/7/2026). Koreksi tajam −3,05% pada 30 Juni dipimpin Basic Materials dan Energy, mencerminkan tekanan jual yang masih cukup signifikan dan perlu dicermati sebelum menambah posisi.
Range buy MTEL melintas batas fraksi harga BEI di Rp500. Harga di bawah Rp500 (termasuk Rp490–498) menggunakan fraksi Rp2, sementara harga Rp500 ke atas menggunakan fraksi Rp5. Oleh karena itu Rp490 (kelipatan 2) dan Rp535 (kelipatan 5) keduanya valid. Cut loss ditetapkan Rp484 — kelipatan 2 yang berada tepat di bawah area support — bukan Rp485 yang bukan kelipatan fraksi yang tepat.