
Bareksa — Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SMIL) dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) sebagai saham pilihan quick trade jangka pendek hari ini, 30 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat.
SMIL direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp266–278. Harga terakhir saham SMIL naik 0,71% ke Rp282 pada perdagangan 29 Juni 2026.
Secara teknikal, SMIL berada di atas MA20 Rp263 dan mendekati MA50 Rp270, mencerminkan momentum rebound yang terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 58,46 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp278–270, sementara resistance di kisaran Rp296–306.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp266–278. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp266–270 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp296–306, batas rugi: Rp264.
MTEL direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp472–494. Harga terakhir saham MTEL naik 3,32% ke Rp498 pada perdagangan 29 Juni 2026.
Secara teknikal, MTEL berada di atas MA20 Rp497 dan mendekati MA50 Rp503, mencerminkan momentum rebound yang mulai terbentuk. RSI di level 50,00 mencerminkan momentum yang baru berbalik positif, dengan ruang kenaikan yang masih sangat luas. Support terdekat berada di Rp494–472, sementara resistance di kisaran Rp503–524.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp472–494. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp472–478. Target ambil untung: Rp524–538, batas rugi: Rp468.
Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa
Saham | Rekomendasi | Entry Area | Prioritas Entry | Target Harga | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
SMIL | Hold / Quick Trade | Rp266–278 | Rp266–270 | Rp296–306 | Rp264 |
MTEL | Hold / Quick Trade | Rp472–494 | Rp472–478 | Rp524–538 | Rp468 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 29 Juni 2026
Sumber: Ciptadana Sekuritas
IHSG ditutup turun 75 poin atau 1,28% ke level 5.821 pada perdagangan Senin (29/6), dengan asing mencatat net sell Rp882 miliar, melanjutkan tren outflow.
Hampir seluruh sektor melemah dipimpin Infrastructures (-1,58%) dan Basic Materials (-1,42%), dengan Properties & Real Estate (+0,71%) menjadi satu-satunya sektor yang menguat. BBCA (-4,05%), TLKM (-2,82%), dan BREN (-4,48%) menjadi penekan utama. Rupiah menguat 70 poin ke Rp17.848 per dolar AS.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (30/6/2026), IHSG masih berada dalam downtrend jangka menengah meski sempat rebound dari support 5.318, dengan harga konsolidasi di bawah moving average 55 hari.
Resistance terdekat di 5.971, diikuti zona kuat 6.126–6.250, sementara support di 5.524. Stochastic yang mulai berbalik turun dari area atas mengindikasikan momentum jangka pendek yang melemah, meski tetap membuka peluang rebound teknikal.
Untuk 30 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.715–5.943 dengan kemungkinan ditutup lebih tinggi.
Rekomendasi saham Bareksa hari ini menempatkan SMIL dan MTEL sebagai pilihan quick trade jangka pendek di tengah IHSG yang masih dalam downtrend jangka menengah namun berpeluang rebound teknikal. SMIL menawarkan sinyal lebih solid dengan breakout di atas kedua MA, sementara MTEL menawarkan ruang kenaikan paling luas dengan RSI 50,00. Investor disarankan memprioritaskan entry di area bawah range dan disiplin pada batas rugi mengingat IHSG masih di bawah zona resistance kunci 6.126–6.250.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Meski IHSG turun tajam pada 29 Juni 2026, Ciptadana Sekuritas Asia mencatat indikator teknikal seperti stochastic oscillator yang berada di area oversold membuka peluang rebound jangka pendek. Pasar dinilai tetap berada dalam zona positif meski tren jangka menengah masih downtrend.
IHSG masih di bawah zona resistance kunci 6.126–6.250 dengan tren jangka menengah yang masih bearish berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (30/6/2026). Tekanan jual asing yang berlanjut (net sell Rp882 miliar) menjadi faktor risiko yang perlu dicermati.
Harga batu bara anjlok 10,95% ke US$127,7/ton berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (30/6/2026), mencerminkan pelemahan sentimen batu bara seaborne. SMIL dan MTEL tidak memiliki eksposur langsung terhadap komoditas ini.
RSI MTEL di 50,00 menandakan momentum yang baru berbalik dari netral ke positif, memberikan ruang kenaikan yang lebih luas dibanding saham dengan RSI sudah tinggi. Profil bisnis menara telekomunikasi yang defensif turut mendukung rekomendasi ini di tengah ketidakpastian pasar.
MBMA dan MDKA membukukan pemulihan laba signifikan di kuartal pertama 2026, mencerminkan perbaikan sektor komoditas tambang. Sementara BSDE mencatat pelemahan laba meski margin tetap resilien. Ketiganya memberikan gambaran beragam terhadap kinerja emiten non-perbankan di tengah kondisi makro yang menantang.