Rekomendasi Saham Tim Analis: DSSA, SMIL, dan JSMR, IHSG Diprediksi ditutup Lebih Tinggi

Abdul Malik • 26 Jun 2026

an image
Ilustrasi bisnis panel surya DSSA. (dok. Perusahaan)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa hari ini, 26 Juni 2026, mencakup DSSA, SMIL, dan JSMR. Simak area entry, target harga, stop loss, serta proyeksi IHSG hari ini.

Bareksa — Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) sebagai saham pilihan untuk strategi hold maupun quick trade pada perdagangan Jumat (26/6/2026). Ketiga saham dinilai masih memiliki momentum teknikal yang positif meski investor disarankan menunggu pullback sebelum melakukan akumulasi. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak di kisaran 5.864–6.171 dengan peluang ditutup lebih tinggi. 

1. DSSA: Hold / Quick Trade di Rp805–820

DSSA direkomendasikan hold atau quick trade pada area Rp805–820 setelah ditutup naik 5,73% ke Rp830 pada perdagangan 25 Juni 2026.

Secara teknikal, DSSA telah berada di atas MA20 di Rp718 dan mulai mendekati MA50 di Rp952, menandakan momentum rebound mulai terbentuk dengan peluang breakout yang masih terbuka. RSI berada di 56,41, mencerminkan momentum beli yang menguat namun belum memasuki area jenuh beli.

Strategi:

  • Entry: Rp805–820

  • Prioritas entry: Rp805–718

  • Target profit: Rp875–900

  • Stop loss: Rp795

2. SMIL: Hold / Quick Trade di Rp272–284

SMIL menjadi salah satu saham yang masih menarik dicermati setelah menguat 4,35% ke Rp288.

Secara teknikal, SMIL telah berada di atas MA20 Rp262 dan MA50 Rp271, sehingga tren naik dinilai telah terkonfirmasi. RSI di 57,46 juga menunjukkan momentum beli masih berlanjut dengan ruang kenaikan yang masih tersedia.

Strategi:

  • Entry: Rp272–284

  • Target profit: Rp302–312

  • Stop loss: Rp270

3. JSMR: Hold / Quick Trade di Rp2.630–3.120

JSMR mencatat kenaikan paling tinggi di antara rekomendasi hari ini setelah melonjak 8,22% ke Rp3.160.

Harga saham telah bergerak di atas MA20 Rp2.805 dan MA50 Rp2.909, mengindikasikan tren naik yang semakin kuat. Namun RSI yang telah mencapai 72,01 menandakan saham mulai memasuki area overbought sehingga investor disarankan menunggu koreksi sebelum melakukan pembelian.

Strategi:

  • Entry: Rp2.630–3.120

  • Prioritas entry: Rp2.630–2.805

  • Target profit: Rp3.320–3.420

  • Stop loss: Rp2.600

Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa

Saham
Rekomendasi
Area Entry
Prioritas Entry
Target
Stop Loss

DSSA

Hold / Quick Trade

Rp805–820

Rp805–718

Rp875–900

Rp795

SMIL

Hold / Quick Trade

Rp272–284

Rp272–284

Rp302–312

Rp270

JSMR

Hold / Quick Trade

Rp2.630–3.120

Rp2.630–2.805

Rp3.320–3.420

Rp2.600

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 25 Juni 2026.

IHSG Berpeluang Melanjutkan Rebound

Sumber: Ciptadana Sekuritas

IHSG ditutup menguat 115 poin atau 1,96% ke level 5.999 pada Kamis (25/6), meski investor asing masih membukukan net sell Rp299 miliar. Penguatan dipimpin sektor Infrastructures (+3,81%), Healthcare (+3,03%), dan Consumer Non-Cyclicals (+2,50%), dengan saham ASII, BBCA, dan BBRI menjadi kontributor utama.

Mengacu pada riset Ciptadana Sekuritas Asia, tekanan jual mulai mereda dan stochastic telah rebound dari area oversold sehingga IHSG memasuki fase stabilisasi awal. Selama mampu bertahan di atas area support, peluang technical rebound dinilai masih terbuka. Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.864–6.171 dengan peluang ditutup lebih tinggi.

Kesimpulan

Tim Analis Bareksa merekomendasikan DSSA, SMIL, dan JSMR sebagai saham pilihan untuk perdagangan 26 Juni 2026 dengan strategi utama buy on pullback. DSSA dan SMIL masih memiliki ruang kenaikan karena RSI belum memasuki area overbought, sedangkan JSMR menawarkan momentum yang kuat namun lebih ideal diakumulasi saat terjadi koreksi mengingat RSI telah berada di atas level 70. Di tengah peluang technical rebound IHSG, disiplin pada area entry dan stop loss tetap menjadi kunci dalam mengelola risiko.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Saham apa yang direkomendasikan Tim Analis Bareksa hari ini?

DSSA, SMIL, dan JSMR dengan strategi hold atau quick trade.

Mengapa investor disarankan buy on pullback?

Karena ketiga saham telah menguat sehingga pembelian saat koreksi memberikan rasio risk-reward yang lebih baik dibanding mengejar harga.

Saham mana yang memiliki momentum paling kuat?

JSMR mencatat kenaikan terbesar dan tren naik telah terkonfirmasi, meski RSI sudah memasuki area overbought sehingga berpotensi mengalami koreksi jangka pendek.

Berapa proyeksi IHSG hari ini?

IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 5.864–6.171 dengan peluang ditutup lebih tinggi berdasarkan analisis teknikal Ciptadana Sekuritas Asia.

Apa strategi utama untuk ketiga saham tersebut?

Menunggu pullback ke area entry yang direkomendasikan, disiplin pada target profit dan stop loss sesuai analisis teknikal.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.