
Bareksa — Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sebagai saham pilihan quick trade jangka pendek hari ini, 25 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpeluang melemah.
MYOR direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp1.725–1.835. Harga terakhir saham MYOR naik 2,20% ke Rp1.855 pada perdagangan 24 Juni 2026.
Secara teknikal, MYOR berada di atas MA20 Rp1.768 dan MA50 Rp1.783, mengonfirmasi tren naik dengan breakout MA50 yang telah terlampaui. RSI di level 54,8 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp1.835–1.768, sementara resistance di kisaran Rp1.950–2.005.
Sebagai emiten produk konsumer makanan dan minuman, MYOR memiliki profil pendapatan yang defensif terhadap pelemahan pasar saham. Paket stimulus pemerintah senilai Rp26,34 triliun untuk semester kedua 2026 berpotensi mendukung konsumsi rumah tangga yang menjadi pangsa pasar utama perseroan.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp1.725–1.835. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp1.725–1.768 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp1.950–2.005, batas rugi: Rp1.710.
SCMA direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp200–214. Harga terakhir saham SCMA naik 9,09% ke Rp216 pada perdagangan 24 Juni 2026.
Secara teknikal, SCMA berada di atas MA20 Rp206 dan mendekati MA50 Rp226, mencerminkan momentum rebound yang terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 56,93 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp214–206, sementara resistance di kisaran Rp226–228.
Sebagai emiten media televisi dengan jaringan SCTV dan Indosiar, SCMA termasuk dalam kelompok saham berorientasi domestik yang cenderung lebih terlindungi dari tekanan jual sistemik asing dibanding saham-saham berkapitalisasi besar di sektor komoditas dan keuangan.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp200–214. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp200–206 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp228–234, batas rugi: Rp198.
MIKA direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp1.535–1.575. Harga terakhir saham MIKA naik 0,31% ke Rp1.595 pada perdagangan 24 Juni 2026.
Secara teknikal, MIKA berada di atas MA20 Rp1.576 dan mendekati MA50 Rp1.712, mencerminkan momentum rebound yang mulai terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 50,00 mencerminkan momentum awal yang baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Support terdekat berada di Rp1.575–1.535, sementara resistance di kisaran Rp1.675–1.712.
Sebagai emiten jaringan rumah sakit swasta segmen menengah atas, MIKA termasuk dalam sektor kesehatan yang memiliki karakteristik defensif — permintaan layanan kesehatan relatif tidak terpengaruh oleh siklus pasar saham jangka pendek.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp1.535–1.575. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp1.535–1.575. Target ambil untung: Rp1.675–1.725, batas rugi: Rp1.515.
Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa
Saham | Rekomendasi | Entry Area | Prioritas Entry | Target Harga | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
MYOR | Hold / Quick Trade | Rp1.725–1.835 | Rp1.725–1.768 | Rp1.950–2.005 | Rp1.710 |
SCMA | Hold / Quick Trade | Rp200–214 | Rp200–206 | Rp228–234 | Rp198 |
MIKA | Hold / Quick Trade | Rp1.535–1.575 | Rp1.535–1.575 | Rp1.675–1.725 | Rp1.515 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 24 Juni 2026
Sumber: Ciptadana Sekuritas
IHSG ditutup anjlok 217 poin atau 3,56% ke level 5.884 pada perdagangan Rabu (24/6), dengan asing mencatat net sell Rp1,2 triliun. Pelemahan terbesar dipimpin Basic Materials (−6,64%), Energy (−5,99%), dan Transportasi & Logistik (−4,84%), sementara BBCA (−3,27% ke Rp5.925), BBRI (−3,44% ke Rp2.810), dan BRMS (−14,06% ke Rp550) menjadi penekan utama. Rupiah melemah 98 poin ke Rp17.943 per dolar AS.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (25/6/2026), IHSG masih berada dalam tekanan korektif setelah gagal mempertahankan rebound dari level rendah 5.318, dengan struktur downtrend yang masih utuh ditandai lower highs di sekitar 6.377. Support terdekat berada di 5.883–5.785, sementara pemulihan yang lebih kuat baru terkonfirmasi jika IHSG berhasil breakout dan bertahan di atas 6.250–6.377.
Untuk 25 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.785–5.993 dengan kemungkinan ditutup lebih rendah.
Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa hari ini menempatkan MYOR, SCMA, dan MIKA sebagai pilihan quick trade jangka pendek di tengah tekanan IHSG yang kembali meningkat. Ketiga saham dipilih dari sektor defensif yakni konsumer, media, dan kesehatan yang cenderung lebih tahan terhadap tekanan jual sistemik dibanding sektor komoditas dan keuangan yang menjadi penekan utama kemarin. Investor sangat disarankan memprioritaskan entry di area bawah range, tidak mengejar harga, dan disiplin ketat pada batas rugi mengingat kondisi pasar yang masih volatile.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Koreksi IHSG yang tajam justru membuka potensi pullback pada saham-saham tertentu ke area support teknikal yang menarik sebagai titik masuk. MYOR, SCMA, dan MIKA dipilih karena ketiganya berada di sektor defensif dengan karakteristik pendapatan yang tidak langsung terpengaruh oleh volatilitas pasar jangka pendek. Strategi buy on pullback ke area entry prioritas menjadi kunci dalam kondisi ini.
Harga Brent crude turun 5,34% ke US$73,7/bbl pada 24 Juni 2026 berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (25/6/2026). Penurunan harga minyak berpotensi menekan biaya distribusi dan produksi MYOR sebagai emiten makanan dan minuman, sehingga dampaknya cenderung positif bagi profitabilitas jangka menengah. SCMA dan MIKA tidak memiliki eksposur langsung terhadap harga minyak.
Struktur downtrend IHSG masih dominan dengan support terdekat di 5.785 dan risiko koreksi lanjutan yang terbuka selama indeks di bawah 6.250–6.377 berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (25/6/2026). Investor disarankan memiliki disiplin ketat pada batas rugi dan tidak menggunakan leverage berlebihan dalam kondisi pasar yang masih volatile.
MYOR adalah satu-satunya dari ketiga saham yang sudah breakout di atas kedua MA (MA20 Rp1.768 dan MA50 Rp1.783), mencerminkan sinyal teknikal yang paling terkonfirmasi. Profil bisnis konsumer defensif dengan permintaan yang relatif stabil menjadikannya pilihan yang lebih terukur di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
Hasil BTPS yang flat YoY disertai risiko tekanan NIM dari kebijakan PNM Mekaar, sementara BRIS membukukan pertumbuhan gadai emas 100% YoY berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (25/6/2026). Kedua berita ini mencerminkan divergensi kinerja dalam sektor perbankan syariah, BRIS dengan momentum positif dari bisnis emas, sementara BTPS menghadapi tekanan struktural dari segmen ultra-mikro.