
Bareksa - PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), perusahaan media dan hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, memasuki pasar modal dengan penawaran umum perdana saham (IPO). Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 2.525.000.000 saham baru atau setara 20,02% dari total modal ditempatkan setelah IPO, dengan rentang harga Rp135–Rp170 per saham. Masa penawaran awal berlangsung 23–25 Juni 2026, dengan perkiraan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026.
RANS bukan sekadar perusahaan artis. Perseroan membangun ekosistem terintegrasi yang mencakup empat segmen utama: produksi dan distribusi konten media, pengelolaan Intellectual Property (IP) dan aktivasi komersial, event & experiential entertainment, serta bisnis pendukung berupa produk konsumen dan investasi strategis.
Kekuatan distribusi digital RANS tergolong signifikan. Per prospektus, Perseroan memiliki lebih dari 155 juta followers di berbagai platform media sosial, dengan akun utama @raffinagita1717 sekitar 74 juta followers. Basis audiens ini menjadi fondasi monetisasi lintas segmen — dari brand ambassador, konser, hingga penjualan produk makanan-minuman dan kosmetik berbasis IP.
Perseroan mengelola 11 entitas anak dan 4 entitas asosiasi, dengan lini usaha aktif mencakup produksi film animasi (RAI), periklanan (RAKI), perdagangan kosmetik (RPI dan RAF), distribusi produk makanan-minuman (RNS), serta penyelenggaraan event (RSB). Direktur Utama adalah Nagita Slavina Mariana Tengker, yang menyatakan komitmen menjabat minimal tiga tahun setelah pencatatan perdana.
Data Pasar
Keterangan | Rincian |
|---|---|
Kode emiten | RANS |
Sektor | Consumer Cyclicals |
Subsektor | Entertainment & Movie Production |
Rentang harga IPO | Rp135 – Rp170 per saham |
Saham ditawarkan | 2.525.000.000 saham (20,02%) |
Total saham dicatatkan | 12.609.250.000 saham |
Market cap (Rp135) | sekitar Rp1,7 triliun |
Market cap (Rp170) | sekitar Rp2,14 triliun |
Dana dihimpun | Rp340,9 miliar – Rp429,3 miliar |
Penjamin pelaksana emisi | PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk |
Periode penawaran umum | 2 – 8 Juli 2026 |
Perkiraan pencatatan BEI | 10 Juli 2026 |
Sumber: Prospektus Ringkas RANS, 23 Juni 2026.
Kinerja keuangan RANS dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren pendapatan yang menurun, meskipun efisiensi biaya mulai memperlihatkan perbaikan margin.
Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Keterangan | FY2023 | FY2024 | FY2025 |
|---|---|---|---|
Pendapatan | Rp437,8 miliar | Rp410,5 miliar | Rp353,4 miliar |
Laba kotor | Rp176,3 miliar | Rp159,2 miliar | Rp152,7 miliar |
Laba operasi | Rp116,3 miliar | Rp88,1 miliar | Rp75,6 miliar |
Laba tahun berjalan | Rp84,4 miliar | Rp97,1 miliar | Rp56,7 miliar |
Gross margin | 40,3% | 38,8% | 43,2% |
Net margin | 19,3% | 23,7% | 16,0% |
Sumber: Prospektus Ringkas RANS, 23 Juni 2026.
Pendapatan tahun 2025 turun 13,9% menjadi Rp353,4 miliar, terutama dari penurunan segmen duta merek dan talent management 51,6% dan penjualan produk berbasis IP 12,7%. Manajemen menilai sebagian penurunan bersifat non-recurring, dipicu oleh tidak adanya lagi kontribusi dari PT Rans Prestisius Klub Sepakbola (RPKSB) yang dilepas pada 2024.
Laba tahun berjalan tahun 2025 turun 41,6% menjadi Rp56,7 miliar. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh laba pelepasan entitas anak senilai Rp44,9 miliar yang tercatat pada tahun 2024 — transaksi tidak berulang yang mendistorsi perbandingan antar periode. Di luar normalisasi tersebut, laba operasi inti tahun 2025 lebih mencerminkan kondisi bisnis sesungguhnya.
Sisi positif: gross margin meningkat dari 38,8% menjadi 43,2%, mencerminkan perbaikan komposisi pendapatan dan efisiensi biaya pokok.
Posisi Keuangan
Keterangan | FY2024 | FY2025 |
|---|---|---|
Total aset | Rp590,8 miliar | Rp461,0 miliar |
Total liabilitas | Rp156,5 miliar | Rp120,2 miliar |
Total ekuitas | Rp434,3 miliar | Rp340,8 miliar |
Utang bank (total) | Rp69,1 miliar | Rp37,3 miliar |
Current ratio | 2,13x | 2,63x |
Debt to Equity Ratio | 0,36x | 0,35x |
Sumber: Prospektus Ringkas RANS, 23 Juni 2026.
Penurunan total aset dan ekuitas tahun 2025 terutama dipicu oleh pembagian dividen senilai Rp167,5 miliar kepada pemegang saham lama, bukan dari kerugian operasional. Struktur permodalan tergolong konservatif dengan DER 0,35x. Likuiditas membaik dengan current ratio 2,63x.
Berdasarkan laba bersih tahun 2025 dan jumlah saham setelah IPO (12.609.250.000 saham), EPS proforma tercatat Rp4,50 per saham.
Metrik | Rp135 (bawah) | Rp170 (atas) |
|---|---|---|
Market cap | Rp1,7 triliun | Rp2,14 triliun |
P/E FY2025 | 30x | 37,8x |
P/S FY2025 | 4,8x | 6,1x |
PBV (ekuitas pre-IPO) | 5x | 6,3x |
EPS proforma | Rp4,5 | Rp4,5 |
Sumber: Prospektus Ringkas RANS; estimasi Bareksa.
Kondisi valuasi emiten di subsektor hiburan dan film BEI saat ini sangat beragam. Berdasarkan data Investing.com per 23 Juni 2026, CNMA (Cinema XXI) diperdagangkan pada P/E 10,9x, sementara MSIN (MNC Studios International) berada di 32,7x. Dua emiten lainnya, FILM (MD Pictures) dan RAAM (Tripar Multivision), mencatat rugi bersih sehingga P/E keduanya tidak dapat dijadikan acuan perbandingan yang bermakna.
Dengan demikian, valuasi IPO RANS di P/E 30–38x berada pada rentang atas peers yang menguntungkan, sebanding dengan MSIN namun jauh di atas CNMA. IHSG diperdagangkan pada P/E sekitar 9,92x pada 22 Juni 2026, sehingga RANS masuk dengan premi valuasi yang signifikan terhadap rata-rata pasar secara keseluruhan.
Justifikasi atas premi valuasi ini bertumpu pada narasi pertumbuhan ke depan: ekspansi Cipungland, rangkaian konser nasional-internasional, pengembangan bisnis AI bersama PT Feedloop Global Teknologi, dan akuisisi Slavina (kosmetik). Namun, kinerja historis yang menunjukkan penurunan pendapatan tiga tahun berturut-turut menjadi faktor yang perlu dicermati investor.
Dana hasil IPO (estimasi maksimal Rp429,3 miliar di harga Rp170) akan digunakan sebagai berikut:
Alokasi | Persentase | Estimasi (Rp miliar) |
|---|---|---|
Pelunasan dipercepat utang BNI | 6,98% | ~Rp30 M |
Capex Cipungland (wahana edukatif) | 18,64% | ~Rp80 M |
Opex penyelenggaraan konser | 37,61% | ~Rp161,4 M |
Pengembangan bisnis AI (Feedloop) | 8,15% | ~Rp35 M |
Akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina) | 19,8% | ~Rp85 M |
Setoran modal entitas anak RNS | sisa (~8,82%) | ~Rp37,9 M |
Sumber: Prospektus Ringkas RANS, 23 Juni 2026.
Porsi terbesar yakni 37,6% dialokasikan untuk penyelenggaraan konser, yang merupakan beban operasional (bukan aset produktif permanen). Ini mengindikasikan bahwa sebagian besar dana IPO bersifat revenue-generating jangka pendek, bukan pembangunan aset jangka panjang. Alokasi untuk Cipungland (18,6%) dan Slavina (19,8%) merupakan dua pilar ekspansi aset yang paling dapat dicermati sebagai pembentuk nilai jangka menengah.
Prospektus RANS menetapkan risiko utama yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kelangsungan usaha, yaitu ketergantungan terhadap talent utama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beserta keluarga. Ketergantungan ini berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila terjadi penurunan keterlibatan atau isu reputasi.
Risiko usaha material lainnya mencakup:
Perubahan dinamika konten digital yang sangat cepat dan meningkatnya kompetisi berbasis teknologi
Pergeseran strategi pemasaran klien dari kontrak brand ambassador jangka panjang ke jangka pendek, yang menekan pendapatan berulang
Ketergantungan pada platform teknologi pihak ketiga (YouTube, TikTok, Instagram) yang regulasinya tidak berada dalam kendali Perseroan
Risiko likuiditas saham pascaIPO: seluruh pemegang saham lama dilarang mengalihkan saham selama 8 bulan setelah pernyataan pendaftaran efektif (lock-up period)
Susunan Pemegang Saham Setelah IPO
Pemegang Saham | Jumlah Saham | Persentase |
|---|---|---|
Raffi Farid Ahmad | 7.935.000.000 | 62,93% |
PT Indonesia Entertainmen Grup | 911.500.000 | 7,23% |
Soultan Ariq Rachman | 345.500.000 | 2,74% |
Dony Oskaria | 345.250.000 | 2,74% |
Sutanto Hartono | 144.000.000 | 1,14% |
Nagita Slavina Mariana Tengker | 124.750.000 | 0,99% |
Kaesang Pangarep | 115.250.000 | 0,91% |
Hikmat Janika | 86.250.000 | 0,68% |
PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi | 76.750.000 | 0,61% |
Masyarakat (publik) | 2.525.000.000 | 20,02% |
Sumber: Prospektus Ringkas RANS, 23 Juni 2026.
Raffi Ahmad sebagai pengendali memegang 62,93% saham setelah IPO dan telah menyatakan tidak akan mengalihkan pengendalian selama tiga tahun setelah pencatatan perdana. Anak mantan Presiden Joko Widodo yakni Kaesang Pangarep juga tercatat dalam daftar pemegang saham.
Setelah IPO, RANS berencana membayarkan dividen tunai dengan rasio sebanyak-banyaknya 35% dari laba bersih setelah dikurangi penyisihan cadangan wajib, mulai tahun buku 2026. Realisasi dan besaran dividen bergantung pada keputusan RUPS Tahunan serta kinerja dan rencana pengembangan bisnis Perseroan.
Catatan: pada tahun 2025, Perseroan telah membagikan dividen senilai Rp167,5 miliar kepada pemegang saham lama, jauh melebihi laba berjalan tahun 2025 Rp56,7 miliar yang berasal dari akumulasi saldo laba tahun-tahun sebelumnya.
IPO RANS menawarkan eksposur ke ekosistem hiburan berbasis IP dengan distribusi audiens digital yang masif. Valuasi P/E 30–38x mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang signifikan dari pipeline Cipungland, konser, dan ekspansi kosmetik Slavina. Namun, tren penurunan pendapatan dan laba selama tiga tahun terakhir, serta konsentrasi risiko pada sosok Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, menjadi faktor yang dapat dicermati investor sebelum mengambil keputusan investasi. Rencana penggunaan dana dengan porsi terbesar untuk opex konser juga mengindikasikan bahwa ekspansi aset produktif memerlukan waktu untuk terefleksi pada kinerja keuangan.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Rentang harga IPO RANS adalah Rp135–Rp170 per saham. Masa penawaran umum dijadwalkan 2–8 Juli 2026, dengan perkiraan pencatatan di BEI pada 10 Juli 2026. Masa penawaran awal (book building) berlangsung 23–25 Juni 2026.
RANS menjalankan empat segmen utama: produksi dan distribusi konten media (termasuk YouTube, TikTok, TV), pengelolaan IP dan aktivasi komersial (termasuk Cipungland dan karakter Cipung), penyelenggaraan event & konser, serta bisnis pendukung berupa produk F&B, kosmetik, dan consumer products.
Berdasarkan laba bersih tahun 2025, valuasi P/E RANS berada di kisaran 30,0x (harga Rp135) hingga 37,8x (harga Rp170). Angka ini berada di atas rata-rata P/E IHSG yang tercatat sekitar 10,15x per 18 Juni 2026, mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang sudah terprice-in pada harga penawaran.
Dana IPO Rp341–429 miliar akan dialokasikan untuk: penyelenggaraan konser (37,6%), akuisisi Slavina/kosmetik (19,8%), pembangunan Cipungland (18,6%), pengembangan bisnis AI bersama Feedloop (8,2%), pelunasan utang BNI (7,0%), dan setoran modal entitas anak RNS.
Risiko utama yang diungkapkan dalam prospektus adalah ketergantungan bisnis terhadap talent utama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beserta keluarga. Selain itu, terdapat risiko perubahan dinamika konten digital, pergeseran model kontrak brand ambassador klien, ketergantungan pada platform teknologi pihak ketiga, serta potensi risiko likuiditas saham di pasar sekunder.