
Bareksa - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mengusulkan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 235.262.472 saham atau setara 5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada 17 Juni 2026.
Penerbitan saham baru dilakukan dalam rangka pelaksanaan Management and Employee Stock Option Plan (MESOP), yaitu program pemberian hak opsi saham kepada manajemen dan karyawan kunci Perseroan serta grup usaha. Persetujuan atas rencana ini akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Juni 2026.
Perseroan menyebut program MESOP bertujuan meningkatkan keterikatan manajemen dan karyawan terhadap perusahaan, menyelaraskan kepentingan pemegang saham dan peserta program, serta mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Harga pelaksanaan saham MESOP akan ditetapkan Direksi dengan persetujuan Komite Program sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia.
PMTHMETD MESOP SSIA Berpotensi Menambah Modal dan Mengubah Struktur Kepemilikan
Berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 31 Mei 2026, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh SSIA tercatat sebanyak 4,71 miliar saham. Apabila seluruh saham MESOP diterbitkan, jumlah saham beredar akan meningkat menjadi 4,94 miliar saham.
Perseroan menyampaikan pemegang saham eksisting berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimum 4,77%. Di sisi lain, dana yang diperoleh dari pelaksanaan MESOP akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha Perseroan maupun entitas anak.
Program MESOP direncanakan berlangsung dalam jangka waktu maksimal lima tahun sejak memperoleh persetujuan RUPSLB. Pelaksanaan hak opsi dijadwalkan berlangsung bertahap mulai November 2026 hingga Juni 2031 sesuai ketentuan yang ditetapkan Perseroan.
Ringkasan Rencana PMTHMETD MESOP SSIA
Indikator | Nilai |
|---|---|
Emiten | PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) |
Tanggal Keterbukaan Informasi | 17 Juni 2026 |
Jenis Aksi Korporasi | PMTHMETD dalam rangka MESOP |
Jumlah Saham Baru Maksimum | 235.262.472 saham |
Porsi terhadap Modal Disetor | 5% |
Modal Ditempatkan Saat Ini | 4.705.249.440 saham |
Modal Setelah MESOP (Proforma) | 4.940.511.912 saham |
Potensi Dilusi Maksimum | 4,77% |
Periode Pelaksanaan MESOP | November 2026–Juni 2031 |
Jadwal RUPSLB | 19 Juni 2026 |
Harga Pelaksanaan | Belum ditetapkan |
Penggunaan Dana | Penguatan permodalan dan pengembangan usaha |
Sumber: SSIA
Dampak terhadap Struktur Kepemilikan Saham
Pemegang Saham | Sebelum MESOP | Setelah MESOP* |
|---|---|---|
PT Henan Putihrai Asset Management | 12,08% | 11,50% |
PT Dwimuria Investama Andalan | 10,24% | 9,76% |
PT Arman Investments Utama | 8,52% | 8,11% |
GSI S/A Intrepid Investments Limited | 8,20% | 7,81% |
DBS Bank Ltd SG S/A PT Persada Capital Investama | 7,85% | 7,47% |
Masyarakat | 52,58% | 50,08% |
Pemegang Saham Baru MESOP | - | 4,77% |
*Asumsi seluruh saham baru dalam program MESOP diterbitkan dan diserap peserta program.
Sumber: SSIA, diolah
Emiten: PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
Harga Saham Terakhir: Rp1.675 per saham (penutupan 17 Juni 2026)
Jumlah Saham MESOP Maksimum: 235.262.472 saham
Potensi Dilusi Maksimum: 4,77%
1. Apa itu PMTHMETD MESOP SSIA?
PMTHMETD MESOP SSIA adalah rencana penerbitan saham baru tanpa HMETD untuk program kepemilikan saham bagi manajemen dan karyawan Perseroan.
2. Berapa jumlah saham baru yang akan diterbitkan SSIA?
SSIA berencana menerbitkan maksimal 235.262.472 saham baru atau setara 5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini.
3. Kapan RUPSLB SSIA terkait MESOP dilaksanakan?
RUPSLB dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham independen atas rencana tersebut.
4. Apakah PMTHMETD MESOP menyebabkan dilusi saham?
Ya. Berdasarkan proforma Perseroan, pemegang saham eksisting berpotensi mengalami dilusi hingga sekitar 4,77% apabila seluruh saham MESOP diterbitkan.
5. Untuk apa dana hasil pelaksanaan MESOP digunakan?
Berdasarkan keterbukaan informasi, dana yang diterima akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan mendukung kegiatan usaha Perseroan maupun entitas anak.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.