
Bareksa - Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) sebagai saham pilihan trading jangka pendek hari ini, 18 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi ditutup lebih rendah.
BULL direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp268–386. Harga terakhir saham BULL naik 0,52% ke Rp390 pada perdagangan 17 Juni 2026.
Secara teknikal, BULL berada di atas MA20 Rp365 namun masih di bawah MA50 Rp434, mencerminkan momentum pemulihan yang mulai terbentuk dengan harga yang berhasil menembus MA20. RSI di level 77,45 mencerminkan momentum beli yang kuat, namun mendekati zona overbought sehingga potensi pullback teknikal jangka pendek perlu dicermati. Support terdekat berada di Rp386–365, sementara resistance di kisaran Rp410–438.
Strategi: Buy saat pullback ke area Rp268–386 atau hold jika sudah memiliki posisi. Target ambil untung: Rp410–422, batas rugi: Rp266.
BRMS direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp475–655. Harga terakhir saham BRMS naik 0,76% ke Rp665 pada perdagangan 17 Juni 2026.
Secara teknikal, BRMS berada di atas MA20 Rp581 dan mendekati MA50 Rp693, menandakan tren naik yang terkonfirmasi dengan potensi breakout MA50 yang mulai terbuka. RSI di level 77,88 mencerminkan momentum beli yang kuat, namun perlu diwaspadai karena mendekati zona overbought — mengindikasikan potensi pullback jangka pendek. Support terdekat berada di Rp655–581, sementara resistance di kisaran Rp693–700.
Strategi: Buy saat pullback ke area Rp475–655 atau hold jika sudah memiliki posisi. Target ambil untung: Rp700–720, batas rugi: Rp470.
TOWR direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp312–388. Harga terakhir saham TOWR naik 0,51% ke Rp392 pada perdagangan 17 Juni 2026.
Secara teknikal, TOWR berada di atas MA20 Rp372 dan mendekati MA50 Rp425, mencerminkan momentum pemulihan yang menguat dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 71,74 mencerminkan momentum beli yang kuat, namun potensi pullback ke area support perlu dicermati. Support terdekat berada di Rp388–372, sementara resistance di kisaran Rp412–425.
Sebagai emiten menara telekomunikasi dengan basis pendapatan yang defensif dari kontrak sewa jangka panjang, TOWR dapat dicermati sebagai pilihan di tengah kondisi pasar yang masih dalam fase konsolidasi. Pemulihan sektor Infrastructures (+0,42%) pada perdagangan 17 Juni 2026 turut menjadi konteks positif bagi sentimen saham ini.
Strategi: Buy saat pullback ke area Rp312–388 atau hold jika sudah memiliki posisi. Target ambil untung: Rp412–424, batas rugi: Rp310.
Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa
Saham | Rekomendasi | Entry Area | Target Harga | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|
BULL | Hold / Beli Spekulatif | Rp268–386 | Rp410–422 | Rp266 |
BRMS | Hold / Beli Spekulatif | Rp475–655 | Rp700–720 | Rp470 |
TOWR | Hold / Beli Spekulatif | Rp312–388 | Rp412–424 | Rp310 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 17 Juni 2026
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
IHSG ditutup turun 34 poin atau 0,55% ke level 6.221 pada perdagangan Rabu (17/6), dengan asing mencatat net buy Rp2,5 triliun. Penguatan terbatas dipimpin Healthcare (+0,58%), Infrastructures (+0,42%), dan Consumer Non-Cyclicals (+0,36%), sementara BREN (-12,00%), IMPC (-7,28%), dan BRPT (-4,80%) menjadi penekan utama. Rupiah melemah 35 poin ke Rp17.738/USD.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (18/6/2026), IHSG masih berada dalam fase korektif meski telah rebound dari level rendah 5.318, dengan harga di sekitar 6.221 masih di bawah moving average menurun yang mengindikasikan tren jangka pendek belum sepenuhnya pulih. Area Fibonacci 6.229 berpotensi menjadi resistance terdekat — breakout yang bertahan di atas zona ini membuka ruang menuju 6.790–7.243, sementara kegagalan bertahan di atas 6.000 mengindikasikan risiko pullback kembali ke 5.700–5.318.
Untuk 18 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.075–6.296 dengan kemungkinan ditutup lebih rendah.
Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa hari ini menempatkan BULL, BRMS, dan TOWR sebagai pilihan trading jangka pendek dengan strategi buy on pullback di tengah IHSG yang masih dalam fase korektif. RSI ketiga saham berada di kisaran 71–78, mencerminkan momentum yang kuat namun mendekati zona overbought, sehingga investor disarankan memanfaatkan area pullback sebagai titik masuk yang lebih optimal. Disiplin pada batas rugi masing-masing saham tetap menjadi kunci mengingat IHSG belum mengkonfirmasi pemulihan tren jangka menengah.
1. Mengapa BULL, BRMS, dan TOWR dipilih sebagai rekomendasi Tim Analis Bareksa hari ini?
Ketiga saham menunjukkan sinyal teknikal pemulihan dengan harga yang berada di atas MA20 dan RSI yang mencerminkan momentum beli yang kuat. BULL dan BRMS dari sektor energi dan material dasar mencatat kenaikan pada 17 Juni 2026, sementara TOWR dari sektor infrastruktur mendapat dukungan dari penguatan sektor Infrastructures pada perdagangan terakhir.
2. Apa signifikansi potensi breakout MA50 pada BRMS dan TOWR?
Breakout di atas MA50 mengindikasikan pemulihan momentum yang lebih kuat dan berpotensi menjadi sinyal pergeseran tren dari korektif ke pemulihan jangka menengah. Namun konfirmasi breakout yang bertahan diperlukan sebelum momentum tersebut dapat dianggap terkonfirmasi secara teknikal.
3. Apa risiko utama pada rekomendasi hari ini mengingat RSI ketiga saham mendekati overbought?
RSI BULL (77,45), BRMS (77,88), dan TOWR (71,74) berada di kisaran mendekati zona overbought, sehingga risiko pullback teknikal jangka pendek perlu diantisipasi. Investor disarankan tidak mengejar harga di level saat ini dan menunggu pullback ke area entry yang telah ditetapkan.
4. Bagaimana kondisi IHSG memengaruhi prospek ketiga saham rekomendasi hari ini?
IHSG masih dalam fase korektif di bawah moving average menurun berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (18/6/2026), sehingga tekanan jual sewaktu-waktu dapat memengaruhi pergerakan saham secara keseluruhan. Investor disarankan tetap disiplin pada batas rugi yang ditetapkan sebagai antisipasi risiko pelemahan indeks lebih lanjut.
5. Apa latar belakang bisnis TOWR yang mendukung rekomendasi hari ini?
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) merupakan emiten menara telekomunikasi dengan basis pendapatan yang defensif dari kontrak sewa jangka panjang bersama operator telekomunikasi. Profil pendapatan yang stabil ini menjadikan TOWR relatif lebih tahan terhadap volatilitas pasar dibandingkan saham-saham siklikal, dengan sinyal teknikal pemulihan di atas MA20 yang mulai terbentuk pada 17 Juni 2026.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.