INACO (JELI) IPO Juli 2026: Bidik Dana Rp392 Miliar, Ini yang Perlu Dicermati Investor

Abdul Malik • 15 Jun 2026

an image
Pabrik pertama PT Niramas Utama Tbk (JELI) atau produsen INACO terletak di Bekasi, Jawa Barat. (Dok. Perusahaan)

IPO INACO (JELI) Juli 2026, harga Rp900–Rp1.120/saham, pencatatan BEI 7 Juli. Laba tumbuh 235% di 2025. Simak jadwal lengkap, analisis keuangan, dan cara pesannya.

Barksa - PT Niramas Utama Tbk, produsen Nata de Coco, jeli mini, dan Jelly Drink merek INACO yang sudah ada di dapur keluarga Indonesia sejak 1990, membuka masa penawaran awal IPO mulai 15 Juni 2026 dengan kode saham JELI. 

Mengutip prospektus ringkas yang dipublikasi e-Ipo, harga yang ditawarkan Rp900–Rp1.120 per saham. Saham mulai bisa diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.

Target dana IPO maksimal Rp392 miliar. Lebih dari separuh langsung masuk ke mesin produksi, bukan untuk bayar utang. Ini sinyal bahwa manajemen serius ingin tumbuh, bukan sekadar merapikan neraca lewat IPO.

Kenapa Laba JELI Tumbuh 235% Padahal Penjualan Turun?

Ini bagian yang menarik. Pendapatan INACO turun dua tahun berturut-turut, dari Rp838,94 miliar di 2023 menjadi Rp753,05 miliar di 2025. Tapi laba bersih justru melonjak dari Rp1,68 miliar ke Rp39,03 miliar di periode yang sama.

Caranya: manajemen memangkas produk yang tidak menguntungkan, menaikkan harga jual, dan menekan biaya bahan baku. Hasilnya margin laba bruto naik dari 29,4% ke 38,6% dalam tiga tahun. Bisnisnya lebih ramping, meski pertumbuhan volume belum terbukti.

Apa yang Perlu Dicermati Sebelum Ikut IPO?

Tidak semua angka mulus. Arus kas operasional turun 83% di tahun buku 2025, bukan karena bisnis memburuk, tapi karena piutang Rp174 miliar dari lonjakan penjualan akhir tahun belum tertagih per 31 Desember 2025. Rasio utang terhadap ekuitas masih di 2,79 kali. Dan perseroan belum pernah membagi dividen sejak berdiri.

Soal valuasi, dengan laba per saham proforma Rp28,91, dari laba bersih tahun buku 2025 dibagi 1,35 miliar saham pascaIPO, kisaran harga IPO Rp900–Rp1.120 per saham mencerminkan P/E indikatif 31–39 kali. Investor disarankan mempertimbangkan apakah pertumbuhan laba ke depan dapat memvalidasi valuasi tersebut sebelum memutuskan ikut serta dalam IPO ini.

INACO masuk bursa bukan sebagai pendatang baru, ia datang sebagai merek yang sudah bertahan tiga dekade lebih. Pertanyaan kunci bagi investor bukan apakah INACO bisa bertahan, melainkan apakah ekspansi kapasitas pascaIPO mampu membalikkan tren penurunan pendapatan yang sudah berlangsung dua tahun.

Ringkasan IPO JELI

Keterangan
Detail

Nama emiten

PT Niramas Utama Tbk

Kode saham

JELI

Merek utama

INACO

Sektor

Consumer Non-Cyclicals

Status

Syariah

Jumlah saham ditawarkan

350 juta saham (25,93%)

Kisaran harga IPO

Rp900–Rp1.120 per saham

Maksimal dana dihimpun

Rp392 miliar

Estimasi kapitalisasi pasar

Rp1,22–Rp1,51 triliun

P/E indikatif

31–39 kali

Penjamin emisi

PT Sucor Sekuritas

Sumber: Prospektus Ringkas PT Niramas Utama Tbk, 15 Juni 2026

Jadwal IPO JELI

Agenda
Tanggal

Masa penawaran awal

15–22 Juni 2026

Tanggal efektif

29 Juni 2026

Masa penawaran umum

1–3 Juli 2026

Tanggal penjatahan

3 Juli 2026

Tanggal distribusi saham

6 Juli 2026

Tanggal pencatatan di BEI

7 Juli 2026

Sumber: Prospektus Ringkas PT Niramas Utama Tbk, 15 Juni 2026

Rencana Penggunaan Dana IPO

Alokasi
Persentase
Tujuan

Penyertaan modal ke PT NPS

51,04%

Kapasitas produksi gummy candy dan jeli

Belanja modal mesin dan gudang

18,36%

Mesin produksi dan kapasitas penyimpanan

Modal kerja

19,97%

Bahan baku, operasional, pemasaran

Pelunasan utang Bank Mandiri

10,63%

Saldo turun dari Rp94 miliar ke Rp54 miliar

Sumber: Prospektus Ringkas PT Niramas Utama Tbk, 15 Juni 2026

Kinerja Keuangan JELI (dalam Rp miliar)

Indikator
Tahun Buku 2023
Tahun Buku 2024
Tahun Buku 2025

Pendapatan

838,94

788,43

753,05

Laba bruto

246,26

259,61

290,78

Marjin laba bruto (%)

29,4

32,9

38,6

Marjin EBITDA (%)

8,4

10,1

13,6

Laba bersih

1,68

11,63

39,03

Marjin laba bersih (%)

0,2

1,5

5,2

ROE (%)

1,57

9,81

26,82

ROA (%)

0,33

2,23

7,07

Laba per saham (Rp)

2,40

12,92

39,02

Sumber: Prospektus Ringkas PT Niramas Utama Tbk, 15 Juni 2026. Margin EBITDA dihitung dari rasio yang tersedia dalam prospektus.

Yang menarik:

  • Pemimpin pasar 35 tahun di segmen dessert berbasis kelapa Indonesia

  • Laba bersih tumbuh 235% di tahun buku 2025 dengan perbaikan marjin yang struktural

  • 69,4% dana IPO untuk belanja modal produktif, bukan pelunasan utang

  • Distribusi 251 titik domestik dan ekspor ke 7 negara

  • Status syariah, akses ke basis investor yang lebih luas

  • Akuisisi PT Supra Natami Utama (2025) untuk menjamin pasokan bahan baku Nata de Coco.

Yang perlu dicermati investor:

  • Pendapatan turun dua tahun berturut-turut, pertumbuhan volume belum terbukti

  • Arus kas operasional turun 83,39% di tahun buku 2025

  • Rasio utang terhadap ekuitas masih 2,79 kali

  • Belum pernah membagi dividen; kebijakan maksimal 30% berlaku setelah IPO

  • P/E indikatif 31–39 kali berdasarkan laba bersih tahun buku 2025. Investor disarankan mempertimbangkan bahwa valuasi ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan laba yang berkelanjutan pascaIPO.

Kesimpulan

INACO masuk bursa dengan modal yang kuat: merek tiga dekade, profitabilitas yang sedang akselerasi, dan mayoritas dana IPO yang diarahkan ke ekspansi produktif. Yang perlu dibuktikan ke depan adalah apakah kapasitas produksi baru bisa membalikkan tren penurunan pendapatan dua tahun terakhir — itulah indikator terpenting yang perlu dipantau investor setelah saham JELI resmi tercatat 7 Juli 2026.

FAQ

1. Kapan dan di mana bisa memesan saham IPO INACO (JELI)? 
Masa penawaran umum berlangsung 1–3 Juli 2026 melalui Sistem Penawaran Umum Elektronik di www.e-ipo.co.id atau melalui perusahaan efek yang menjadi partisipan sistem. Minimal pemesanan 100 saham (1 lot). Investor wajib memiliki SID, Sub Rekening Efek, dan Rekening Dana Nasabah yang aktif.

2. Berapa harga IPO JELI dan bagaimana menaksir valuasinya? 
Kisaran harga Rp900–Rp1.120 per saham. Dengan laba per saham proforma Rp28,91 — dari laba bersih tahun buku 2025 dibagi 1,35 miliar saham pascaIPO — P/E indikatif berada di 31–39 kali. Harga final ditentukan setelah masa penawaran awal berakhir 22 Juni 2026.

3. Kenapa laba INACO tumbuh padahal pendapatannya turun? 
Manajemen memangkas produk yang tidak menguntungkan, menaikkan harga jual, dan menekan biaya bahan baku. Marjin laba bruto naik dari 29,4% ke 38,6% dalam tiga tahun — perbaikan kualitas laba yang struktural, bukan pertumbuhan volume.

4. Apakah JELI termasuk saham syariah? 
Ya. JELI berstatus syariah, membuka akses investasi bagi investor yang hanya berinvestasi pada efek yang memenuhi kriteria syariah.

5. Apa risiko terbesar investasi di IPO JELI? 
Tiga risiko utama: volatilitas harga dan ketersediaan bahan baku sebagaimana disebutkan eksplisit dalam prospektus, arus kas operasional yang lemah di tahun buku 2025, dan valuasi premium P/E 31–39 kali yang rentan koreksi jika pertumbuhan laba tidak sesuai ekspektasi pasar.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.