
Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 9 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi rebound terbatas meski bias masih negatif.
Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham 9 Juni 2026 (Rp)
Saham | Rekomendasi | Entry | Target | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|
BMRI | Buy on Weakness | 3.610 | 3.900 | 3.500 |
BRMS | Speculative Buy | 482 | 560 | 448 |
CPIN | Buy on Weakness | 3.000 | 3.240 | 2.960 |
EMTK | Buy on Weakness | 464 | 530 | 450 |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Saham BMRI turun 3,39% dan ditutup di Rp3.710 (8/6/2026). BMRI masih berada di bawah tekanan bearish yang kuat setelah breakdown di bawah support kunci Rp4.010, dengan harga terakhir di sekitar Rp3.710 dan masih bergerak di bawah MA55. Area penurunan penting berikutnya berada di sekitar Rp3.610–3.580, dan jika zona ini gagal bertahan, downtrend berpotensi berlanjut lebih dalam.
Namun penurunan tajam terakhir telah mendorong stochastic ke area oversold, sehingga rebound teknikal dimungkinkan jika harga bertahan di dekat zona support saat ini.
Rekomendasi buy on weakness BMRI di Rp3.610 dengan stop loss Rp3.500 dan target ambil untung Rp3.900.
Saham BRMS turun 5,49% dan ditutup di Rp482 (8/6/2026). BRMS masih dalam downtrend jangka pendek yang jelas dengan harga jatuh tajam dari area Rp940–695 dan kini menguji zona support penting di Rp450, sementara harga masih berada di bawah band MA55 yang mengkonfirmasi momentum yang lemah.
Namun stochastic sudah mendekati zona oversold sehingga rebound teknikal dimungkinkan jika BRMS mampu bertahan di atas Rp450 dan mulai membentuk higher low. Target rebound terdekat berada di area Rp535–610, kemudian Rp655–695 jika volume beli kembali.
Rekomendasi speculative buy BRMS di Rp482 dengan stop loss Rp448 dan target ambil untung Rp560.
Saham CPIN turun 6,80% dan ditutup di Rp3.150 (8/6/2026). CPIN menunjukkan breakdown tajam setelah gagal bertahan di area Rp4.000–4.200, dengan harga kini di sekitar Rp3.150 dan menguji zona support bawah di dekat Rp3.000. Tren masih bearish karena harga berada di bawah band MA55 dan di bawah support kunci sebelumnya di Rp3.380–3.450 yang kini menjadi resistance.
Stochastic sudah sangat oversold di level 2–3 sehingga rebound teknikal dimungkinkan jika CPIN mampu bertahan di atas Rp3.000 dan membentuk reversal candle. Target rebound terdekat di Rp3.380–3.450, kemudian Rp3.800–4.000 jika volume beli membaik.
Rekomendasi buy on weakness CPIN di Rp3.000 dengan stop loss Rp2.960 dan target ambil untung Rp3.240.
Saham EMTK turun 5,77% dan ditutup di Rp490 (8/6/2026). EMTK masih dalam fase bearish yang kuat setelah menembus di bawah garis support naik dan jatuh tajam menuju area Rp490, sementara harga masih jauh di bawah band MA55 di sekitar Rp747–790 yang mengkonfirmasi struktur tren yang lemah. Support kunci terdekat berada di sekitar Rp464–490.
Stochastic sudah berada di zona oversold, mengisyaratkan rebound teknikal jangka pendek dimungkinkan jika EMTK dapat bertahan di support ini dan membentuk reversal candle. Target rebound pertama di sekitar Rp525–595, kemudian Rp660–675 jika momentum beli membaik.
Rekomendasi buy on weakness EMTK di Rp464 dengan stop loss Rp450 dan target ambil untung Rp530.
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia
IHSG turun 4,52% atau 253 poin ke level 5.342 pada Senin (8/6/2026). Investor asing mencatat net sell Rp447 miliar. Sektor Industrials menjadi penekan terbesar (-6,39%), disusul Infrastruktur (-6,29%) dan Transportasi & Logistik (-5,58%). Saham TLKM (-14,86%), BBRI (-5,47%), dan BBCA (-4,43%) menjadi pemberat utama indeks. Rupiah melemah 158 poin ke Rp18.178 per dolar AS.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam downtrend yang jelas dengan harga breakdown di bawah support kunci 5.883 dan kini menguji area support bawah di sekitar 5.381–5.342. Indeks masih di bawah MA jangka pendek dan panjang, sementara descending trendline dan momentum yang lemah mengonfirmasi penjual masih dominan sehingga risiko penurunan lebih lanjut masih terbuka jika support saat ini gagal bertahan.
Namun penurunan tajam telah mendorong stochastic ke area oversold sehingga rebound teknikal dimungkinkan, khususnya jika IHSG mampu bertahan di atas zona 5.340–5.380. Setiap rebound kemungkinan akan menghadapi resistance di sekitar 5.883, diikuti 6.000–6.100, sehingga pergerakan yang diharapkan untuk saat ini adalah kelanjutan pelemahan dengan potensi rebound jangka pendek, bukan pembalikan bullish yang terkonfirmasi.
Untuk perdagangan 9 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 5.319 dan resistance 5.438 dengan kemungkinan ditutup di level lebih tinggi.
Rekomendasi saham BMRI, BRMS, CPIN, dan EMTK mencerminkan peluang trading jangka pendek di tengah kondisi IHSG yang masih tertekan. Pergerakan indeks masih berada dalam fase downtrend yang jelas, namun sejumlah saham mulai menunjukkan sinyal jenuh jual yang membuka potensi rebound teknikal.
Investor mencermati area 5.319 sebagai support utama IHSG hari ini. Selama indeks belum mampu kembali ke atas zona resistance 5.883 hingga 6.000–6.100, tren pasar secara keseluruhan masih bearish dan setiap rebound harus dipandang sebagai koreksi dalam downtrend yang sedang berlangsung.
1. Apa saham pilihan Ciptadana Sekuritas hari ini?
BMRI, BRMS, CPIN, dan EMTK.
2. Berapa range pergerakan IHSG hari ini?
IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 5.319 dan resistance 5.438.
3. Apa sektor yang paling menekan IHSG kemarin?
Sektor Industrials, Infrastruktur, dan Transportasi & Logistik.
4. Mengapa cadangan devisa Indonesia turun?
Didorong pembayaran utang luar negeri pemerintah, intervensi Bank Indonesia untuk stabilkan rupiah, arus keluar modal, dan penyempitan surplus perdagangan.
5. Apa arti buy on weakness?
Strategi membeli saham saat harga terkoreksi menuju level support tertentu dengan ekspektasi rebound, memanfaatkan kondisi jenuh jual untuk mendapatkan harga masuk yang lebih baik.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.