
Bareksa - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana pengalihan kepemilikan saham Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. kepada GXS Bank Pte. Ltd. Informasi ini penting bagi investor karena berkaitan dengan struktur kepemilikan dan pengendalian Perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 4 Juni 2026, perseroan menjelaskan bahwa Singtel Alpha Investments dan GXS Bank telah menandatangani perjanjian pengalihan saham. Implementasi transaksi tersebut ditargetkan selesai paling lambat pada Juni 2026. Hingga tanggal surat diterbitkan, Perseroan menyatakan tidak melihat adanya faktor yang berpotensi menggagalkan transaksi tersebut.
Menurut penjelasan Perseroan, Grab memiliki kepemilikan langsung 32,81% di Superbank melalui PT Kudo Teknologi Indonesia dan A5-DB Holdings Pte. Ltd. Selain itu, Grab juga memiliki kepemilikan tidak langsung melalui GXS Bank Pte. Ltd. Superbank merupakan emiten perbankan digital yang tercatat di BEI.
Superbank menjelaskan bahwa kepemilikan tidak langsung Grab melalui GXS Bank akan meningkat menjadi 17,66% setelah transaksi pengalihan saham selesai dilaksanakan. Sebelum transaksi, kepemilikan GXS Bank di Superbank tercatat 10,44%.
Dengan menggabungkan kepemilikan langsung 32,81% dan kepemilikan tidak langsung 17,66%, total kepemilikan ekonomis dan hak suara Grab di Superbank dapat melampaui 50%. Perseroan juga menjelaskan bahwa Grab memiliki 60% hak suara di GXS Bank sehingga keseluruhan hak suara GXS Bank diperhitungkan sebagai hak suara Grab.
Perseroan menegaskan bahwa dasar penilaian pengendalian yang digunakan Grab untuk mengonsolidasikan Superbank dalam laporan keuangannya adalah total hak suara langsung dan tidak langsung yang dapat melebihi 50% pasca transaksi. Hingga saat ini, Perseroan mengaku tidak mengetahui adanya shareholders agreement atau perjanjian lain yang memberikan hak pengendalian tertentu kepada Grab maupun GXS Bank.
Meski terjadi perubahan kepemilikan pada level pemegang saham tertentu, PT Elang Media Visitama (EMV) tetap akan mempertahankan statusnya sebagai pemegang saham pengendali langsung Superbank. Perseroan menyatakan posisi EMV sebagai pengendali langsung tidak berubah setelah pengalihan saham dari Singtel kepada GXS Bank.
Selain itu, Perseroan juga menyampaikan bahwa hingga 25 Mei 2026 tidak terdapat informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan kepada publik dan berpotensi memengaruhi saham Perseroan.
Pada perdagangan 4 Juni 2026, saham SUPA ditutup di level Rp825 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp27,69 triliun. Saham ini bergerak dalam rentang Rp820-Rp855 pada perdagangan harian dan masih berada di bawah posisi tertinggi 52 minggu Rp1.350 per saham.
Ringkasan Perubahan Kepemilikan GXS Bank
Keterangan | Sebelum Transaksi | Setelah Transaksi |
|---|---|---|
Jumlah Saham GXS Bank | 3.538.848.642 saham | 5.985.442.692 saham |
Persentase Kepemilikan | 10,44% | 17,66% |
Kepemilikan Langsung Grab | 32,81% | 32,81% |
Kepemilikan Tidak Langsung Grab | 10,44%* | 17,66% |
Total Hak Suara Grab | Di bawah 50% | Berpotensi di atas 50% |
Target Penyelesaian Transaksi | - | Juni 2026 |
*Kepemilikan tidak langsung melalui GXS Bank.
Sumber: SUPA
Singtel Alpha Investments dan GXS Bank telah menandatangani perjanjian pengalihan saham.
Implementasi transaksi ditargetkan paling lambat Juni 2026.
Kepemilikan GXS Bank di Superbank meningkat dari 10,44% menjadi 17,66%.
Grab memiliki kepemilikan langsung 32,81% di Superbank.
Total hak suara Grab berpotensi melampaui 50% pasca transaksi.
EMV tetap menjadi pemegang saham pengendali langsung Superbank.
Perseroan menyatakan belum mengetahui faktor yang dapat menggagalkan transaksi.
Rencana pengalihan saham Singtel Alpha Investments kepada GXS Bank berpotensi meningkatkan total hak suara Grab di Superbank menjadi lebih dari 50%. Kondisi ini menjadi dasar bagi Grab untuk mengonsolidasikan kinerja keuangan Superbank dalam laporan keuangannya.
Meski demikian, Superbank menegaskan bahwa PT Elang Media Visitama tetap mempertahankan status sebagai pemegang saham pengendali langsung Perseroan. Investor dapat mencermati perkembangan realisasi transaksi yang ditargetkan selesai pada Juni 2026.
1. Apa yang diumumkan Superbank (SUPA)?
Superbank memberikan penjelasan resmi kepada BEI terkait rencana pengalihan saham Singtel Alpha Investments kepada GXS Bank.
2. Kapan transaksi pengalihan saham ditargetkan selesai?
Menurut penjelasan Perseroan, transaksi ditargetkan direalisasikan paling lambat pada Juni 2026.
3. Berapa kepemilikan GXS Bank di Superbank setelah transaksi?
Kepemilikan GXS Bank meningkat dari 10,44% menjadi 17,66%.
4. Mengapa Grab dapat mengonsolidasikan Superbank?
Karena total hak suara langsung dan tidak langsung Grab di Superbank berpotensi melebihi 50% setelah transaksi.
5. Apakah EMV tetap menjadi pengendali Superbank?
Ya. Superbank menegaskan PT Elang Media Visitama tetap menjadi pemegang saham pengendali langsung Perseroan setelah transaksi selesai.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.