SINI akan Rights Issue 721,5 Juta Saham, Bidik Dana Rp3,6 T untuk Akuisisi & Pelunasan Utang

Abdul Malik • 03 Jun 2026

an image
Ilustrasi right issue. (Shutterstock)

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menggelar rights issue senilai Rp3,6 triliun. Dana digunakan untuk akuisisi KMS, pelunasan utang, dan modal kerja.

Bareksa - PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menyampaikan prospektus ringkas Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Informasi ini penting karena berpotensi mengubah struktur permodalan dan arah bisnis perseroan. 

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke OJK dan BEI pada 2 Juni 2026, disebutkan dalam aksi korporasi ini, setiap pemegang 2 saham lama berhak memperoleh 3 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham. Dengan modal ditempatkan dan disetor sebanyak 481 juta saham, jumlah saham baru yang diterbitkan berpotensi mencapai 721,5 juta saham.

Apabila seluruh HMETD dilaksanakan, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp3,61 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), pembayaran lebih awal sebagian utang, serta modal kerja perseroan dan entitas anak. SINI merupakan emiten penyedia penginapan sekaligus induk usaha perusahaan pengolahan kayu.

Dana Rights Issue dan Dukungan Pemegang Saham

Dari total dana yang dihimpun, sekitar Rp1,512 triliun dialokasikan untuk mengakuisisi 99,995% saham KMS dari PT Petrosea Tbk. Sebesar Rp900 miliar akan digunakan untuk pembayaran lebih awal pokok utang, sementara sisanya untuk kebutuhan modal kerja.

Prospektus juga mengungkapkan sejumlah pemegang saham telah menyatakan komitmen pelaksanaan HMETD. Selain itu, Petrosea berkomitmen melaksanakan HMETD yang dimilikinya, menerima pengalihan HMETD dari salah satu pemegang saham, serta bertindak sebagai pembeli siaga dengan nilai maksimal Rp580,9 miliar.

Dari sisi kinerja, pendapatan perseroan pada 2025 naik 22,72% menjadi Rp534,02 miliar. Namun, SINI masih membukukan rugi tahun berjalan Rp41,21 miliar dan mencatat defisiensi modal Rp687,42 miliar per akhir 2025. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang dapat dicermati investor dalam menilai dampak rights issue terhadap struktur keuangan perseroan ke depan.

Ringkasan Rights Issue SINI

Keterangan
Nilai

Skema HMETD

2 saham lama : 3 HMETD

Harga Pelaksanaan

Rp5.000 per saham

Potensi Saham Baru

721,5 juta saham

Potensi Dana Dihimpun

Rp3,61 triliun

Dana Akuisisi KMS

Rp1,512 triliun

Pelunasan Utang

Rp900 miliar

Pembeli Siaga

PT Petrosea Tbk

Komitmen Pembeli Siaga Maksimal

Rp580,9 miliar

Sumber: SINI

Jadwal Penting

Agenda
Tanggal

DPS Pemegang HMETD

10 Juli 2026

Distribusi HMETD

10 Juli 2026

Perdagangan HMETD

14–20 Juli 2026

Sumber: SINI

Sorotan Keuangan 2025

  • Pendapatan: Rp534,02 miliar (+22,72% YoY)

  • Rugi tahun berjalan: Rp41,21 miliar

  • Total aset: Rp1,57 triliun

  • Total liabilitas: Rp2,26 triliun

  • Defisiensi modal: Rp687,42 miliar

Kesimpulan

Rights issue SINI berpotensi menjadi salah satu aksi korporasi terbesar perseroan dengan nilai mencapai sekitar Rp3,61 triliun. Sebagian besar dana akan digunakan untuk akuisisi aset strategis dan perbaikan struktur pendanaan.

Investor dapat mencermati pelaksanaan HMETD, penggunaan dana hasil rights issue, serta dampaknya terhadap posisi keuangan perseroan yang masih mencatat rugi dan defisiensi modal hingga akhir 2025.

FAQ

1. Kapan pemegang saham berhak memperoleh HMETD SINI?
Pemegang saham yang tercatat dalam DPS pada 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh HMETD.

2. Berapa rasio rights issue SINI?
Setiap 2 saham lama memperoleh 3 HMETD.

3. Berapa harga pelaksanaan rights issue SINI?
Harga pelaksanaan ditetapkan Rp5.000 per saham baru.

4. Untuk apa dana rights issue digunakan?
Untuk akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti, pembayaran utang, dan modal kerja.

5. Apa bisnis utama PT Singaraja Putra Tbk?
Perseroan bergerak di bidang penyedia penginapan dan merupakan perusahaan induk bagi entitas anak yang bergerak di industri kayu.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.