
Bareksa - PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menyampaikan prospektus ringkas Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Informasi ini penting karena berpotensi mengubah struktur permodalan dan arah bisnis perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke OJK dan BEI pada 2 Juni 2026, disebutkan dalam aksi korporasi ini, setiap pemegang 2 saham lama berhak memperoleh 3 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham. Dengan modal ditempatkan dan disetor sebanyak 481 juta saham, jumlah saham baru yang diterbitkan berpotensi mencapai 721,5 juta saham.
Apabila seluruh HMETD dilaksanakan, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp3,61 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), pembayaran lebih awal sebagian utang, serta modal kerja perseroan dan entitas anak. SINI merupakan emiten penyedia penginapan sekaligus induk usaha perusahaan pengolahan kayu.
Dari total dana yang dihimpun, sekitar Rp1,512 triliun dialokasikan untuk mengakuisisi 99,995% saham KMS dari PT Petrosea Tbk. Sebesar Rp900 miliar akan digunakan untuk pembayaran lebih awal pokok utang, sementara sisanya untuk kebutuhan modal kerja.
Prospektus juga mengungkapkan sejumlah pemegang saham telah menyatakan komitmen pelaksanaan HMETD. Selain itu, Petrosea berkomitmen melaksanakan HMETD yang dimilikinya, menerima pengalihan HMETD dari salah satu pemegang saham, serta bertindak sebagai pembeli siaga dengan nilai maksimal Rp580,9 miliar.
Dari sisi kinerja, pendapatan perseroan pada 2025 naik 22,72% menjadi Rp534,02 miliar. Namun, SINI masih membukukan rugi tahun berjalan Rp41,21 miliar dan mencatat defisiensi modal Rp687,42 miliar per akhir 2025. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang dapat dicermati investor dalam menilai dampak rights issue terhadap struktur keuangan perseroan ke depan.
Ringkasan Rights Issue SINI
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Skema HMETD | 2 saham lama : 3 HMETD |
Harga Pelaksanaan | Rp5.000 per saham |
Potensi Saham Baru | 721,5 juta saham |
Potensi Dana Dihimpun | Rp3,61 triliun |
Dana Akuisisi KMS | Rp1,512 triliun |
Pelunasan Utang | Rp900 miliar |
Pembeli Siaga | PT Petrosea Tbk |
Komitmen Pembeli Siaga Maksimal | Rp580,9 miliar |
Sumber: SINI
Jadwal Penting
Agenda | Tanggal |
|---|---|
DPS Pemegang HMETD | 10 Juli 2026 |
Distribusi HMETD | 10 Juli 2026 |
Perdagangan HMETD | 14–20 Juli 2026 |
Sumber: SINI
Pendapatan: Rp534,02 miliar (+22,72% YoY)
Rugi tahun berjalan: Rp41,21 miliar
Total aset: Rp1,57 triliun
Total liabilitas: Rp2,26 triliun
Defisiensi modal: Rp687,42 miliar
Rights issue SINI berpotensi menjadi salah satu aksi korporasi terbesar perseroan dengan nilai mencapai sekitar Rp3,61 triliun. Sebagian besar dana akan digunakan untuk akuisisi aset strategis dan perbaikan struktur pendanaan.
Investor dapat mencermati pelaksanaan HMETD, penggunaan dana hasil rights issue, serta dampaknya terhadap posisi keuangan perseroan yang masih mencatat rugi dan defisiensi modal hingga akhir 2025.
1. Kapan pemegang saham berhak memperoleh HMETD SINI?
Pemegang saham yang tercatat dalam DPS pada 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh HMETD.
2. Berapa rasio rights issue SINI?
Setiap 2 saham lama memperoleh 3 HMETD.
3. Berapa harga pelaksanaan rights issue SINI?
Harga pelaksanaan ditetapkan Rp5.000 per saham baru.
4. Untuk apa dana rights issue digunakan?
Untuk akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti, pembayaran utang, dan modal kerja.
5. Apa bisnis utama PT Singaraja Putra Tbk?
Perseroan bergerak di bidang penyedia penginapan dan merupakan perusahaan induk bagi entitas anak yang bergerak di industri kayu.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.