Laba BBNI Tumbuh 6% di Empat Bulan Pertama 2026, Kredit Naik 21%, Ini Artinya bagi Investor

Abdul Malik • 29 May 2026

an image
Ilustrasi aplikasi Bank Negara Indonesia atau BBNI (Shutterstock)

BBNI cetak laba Rp7,29 triliun di empat bulan pertama 2026, tumbuh 6% YoY dengan kredit naik 21%. Ciptadana pertahankan Beli dengan target Rp5.200. Simak analisis lengkapnya.

Bareksa - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membukukan laba bersih  Rp7,29 triliun pada periode empat bulan pertama 2026, tumbuh 6% secara tahunan, mengakselerasi dari pertumbuhan 4% di tiga bulan pertama 2026. Informasi ini penting karena mencerminkan perbaikan momentum pertumbuhan laba yang konsisten di tengah tekanan suku bunga tinggi pascakenaikan BI Rate 50 basis poin ke 5,25%. 

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (29/5/2026), pencapaian ini setara 33,1% dari estimasi laba penuh tahun 2026, sejalan dengan konsensus pasar di 34% dan di atas rata-rata historis 32,7%. Pendapatan bunga bersih (NII) tumbuh solid 14% secara tahunan menjadi Rp14,43 triliun, meski marjin bunga bersih (NIM) terkompresi 20 basis poin secara tahunan ke level 3,9% — laju kompresi yang lebih lambat dibandingkan tiga bulan pertama 2026. Laba sebelum provisi (PPoP) tumbuh 12% secara tahunan menjadi Rp11,75 triliun, mencerminkan efisiensi operasional yang terjaga.

Pertumbuhan kredit mengakselerasi ke 21% secara tahunan dengan kenaikan 1,8% secara bulanan, membawa total pinjaman bruto ke Rp919,5 triliun dan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) ke level 89,9% per April 2026. Biaya kredit (CoC) kumulatif terjaga di 1,0% sesuai panduan manajemen, meski CoC bulanan April naik ke 1,3% dari 0,7% di Maret — perlu dicermati investor ke depan. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh kuat 26% secara tahunan menjadi Rp1.023,1 triliun dengan deposito berjangka sebagai pendorong utama (35% secara tahunan). 

Kinerja Bulanan dan Outlook

Secara bulanan, laba April 2026 tumbuh 10% secara tahunan namun turun 26% secara bulanan ke Rp1,64 triliun, dipengaruhi lonjakan beban provisi 102% secara bulanan menjadi Rp970 miliar. Biaya operasional tumbuh 15% secara tahunan di empat bulan pertama 2026 menjadi Rp10,05 triliun, sedikit mengakselerasi dari 14% di tiga bulan pertama. Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (29/5/2026), secara keseluruhan hasil bulanan BBNI dinilai positif dengan akselerasi pertumbuhan laba dan momentum kredit yang kuat.

Menurut analis, kebijakan pembebasan pajak bunga Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang baru diumumkan pemerintah berpotensi menjadi katalis tambahan bagi BBNI, mengingat bank ini merupakan penerima manfaat terbesar di antara bank-bank BUMN. Kombinasi momentum kredit yang kuat dan katalis kebijakan DHE SDA menjadikan BBNI sebagai salah satu emiten perbankan yang menarik untuk dicermati investor dalam jangka menengah.

Analis mempertahankan rekomendasi Beli pada saham BBNI dengan target harga Rp5.200 per saham, setara 1,1 kali estimasi nilai buku per saham (PBV) tahun 2026.

Ringkasan Laporan Laba Rugi BBNI (Rp Miliar)

Pos
Jan–Apr 2025
Jan–Apr 2026
Pertumbuhan Tahunan

Pendapatan bunga

21.577

24.748

15%

Beban bunga

8.943

10.315

15%

Pendapatan bunga bersih (NII)

12.634

14.433

14%

Pendapatan non-bunga

6.624

7.363

11%

Biaya operasional

8.731

10.050

15%

Laba sebelum provisi (PPoP)

10.527

11.747

12%

Beban provisi

2.246

2.922

30%

Laba operasional

8.281

8.826

7%

Pajak penghasilan

1.409

1.536

9%

Laba bersih

6.872

7.290

6%

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia, 29 Mei 2026

Ringkasan Neraca BBNI (Rp Miliar)

Pos
Jan–Apr 2025
Jan–Apr 2026
Pertumbuhan Tahunan

Total DPK

811.640

1.023.114

26%

— Giro

328.824

431.147

31%

— Tabungan

255.316

283.812

11%

— Deposito berjangka

227.500

308.156

35%

Pinjaman bruto

757.579

919.502

21%

Total aset

1.089.123

1.328.054

22%

Ekuitas

152.458

159.597

5%

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia, 29 Mei 2026

Rasio Keuangan BBNI

Rasio
Jan–Apr 2025
Jan–Apr 2026
Perubahan

NIM (%)

4,1

3,9

-0,2 ppt

CASA terhadap DPK (%)

72,0

69,9

-2,1 ppt

Rasio biaya terhadap pendapatan (%)

45,3

46,1

0,8 ppt

Biaya kredit/CoC (%)

0,9

1,0

0,1 ppt

LDR (%)

93,3

89,9

-3,5 ppt

Cadangan kerugian terhadap pinjaman (%)

5,0

4,0

-1,0 ppt

ROA (%)

1,9

1,7

-0,2 ppt

ROE (%)

13,3

13,4

0,1 ppt

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia, 29 Mei 2026

Rekomendasi Saham BBNI

Item
Detail

Rekomendasi

Beli

Target harga

Rp5.200 per saham

Valuasi target

1,1x PBV estimasi 2026

Progres laba vs. target 2026

33,1% (konsensus 34%)

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia, 29 Mei 2026

Kesimpulan

Kinerja BBNI di empat bulan pertama 2026 mencerminkan akselerasi pertumbuhan laba yang positif dengan momentum kredit yang kuat di tengah tekanan suku bunga tinggi. Investor perlu mencermati kenaikan CoC bulanan April ke 1,3% dan tekanan NIM sebagai faktor risiko, sekaligus memperhatikan potensi katalis dari kebijakan pembebasan pajak bunga DHE SDA yang menempatkan BBNI sebagai penerima manfaat terbesar di antara bank-bank BUMN.

FAQ

1. Berapa laba BBNI di empat bulan pertama 2026? 
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (29/5/2026), BBNI membukukan laba bersih Rp7,29 triliun, tumbuh 6% secara tahunan dan setara 33,1% dari target tahunan 2026.

2. Berapa target harga BBNI dari analis? 
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (29/5/2026), target harga dipertahankan di Rp5.200 per saham dengan rekomendasi Beli, setara 1,1x PBV estimasi 2026.

3. Apa risiko utama yang perlu dicermati investor BBNI? 
Kenaikan CoC bulanan April ke 1,3% dari 0,7% di Maret dan lonjakan beban provisi 102% secara bulanan perlu dipantau di kuartal II 2026.

4. Apa bisnis utama BBNI? 
BBNI merupakan bank umum milik negara yang bergerak di bidang penghimpunan dana dan penyaluran kredit korporasi, komersial, konsumer, serta usaha kecil dan menengah.

5. Bagaimana dampak kebijakan DHE SDA terhadap BBNI? 
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, BBNI merupakan penerima manfaat terbesar dari kebijakan pembebasan pajak bunga DHE SDA di antara bank-bank BUMN, yang berpotensi meningkatkan DPK murah dan memperbaiki NIM ke depan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap. 

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.