Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: MYOR, BBNI & JPFA, IHSG Diprediksi Lanjut Menguat

Abdul Malik • 26 May 2026

an image
Gedung kantor pusat PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau Bank BNI di Jakarta. (Shutterstock)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 26 Mei 2026 menyoroti MYOR, BBNI, dan JPFA sebagai pilihan trading jangka pendek. IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dengan support 6.125 dan resistance 6.460.

Bareksa — Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) sebagai saham pilihan trading jangka pendek hari ini, 26 Mei 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan sinyal pemulihan yang lebih konstruktif setelah menguat dua hari berturut-turut, meski tren bearish menengah belum sepenuhnya terbalik dan indeks masih berada di bawah rata-rata pergerakan utamanya.

1. MYOR: Hold / Beli Spekulatif di Rp1.760–1.870

MYOR direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp1.760–Rp1.870. Harga terakhir saham MYOR naik 1,61% ke Rp1.890 pada perdagangan 25 Mei 2026.

Secara teknikal, MYOR bergerak di atas MA20 di Rp1.804 dan MA50 di Rp1.836 yang mencerminkan tren naik terkonfirmasi dengan struktur bullish yang solid. RSI di level 56,18 menunjukkan momentum beli yang kuat namun belum memasuki area overbought, sehingga ruang kenaikan masih terbuka.

Strategi: buy saat pullback ke area Rp1.760–Rp1.870 atau hold jika sudah dalam posisi. Target ambil untung berada di Rp1.985–Rp2.045, dengan batas risiko Rp1.740.

2. BBNI: Hold / Beli Spekulatif di Rp3.760–3.850

BBNI direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp3.760–Rp3.850. Harga terakhir saham BBNI naik 2,91% ke Rp3.890 pada perdagangan 25 Mei 2026.

Secara teknikal, BBNI bergerak di atas MA20 di Rp3.830 dan MA50 di Rp3.785 yang mengindikasikan breakout MA20 yang mulai solid dengan tren naik terkonfirmasi. RSI di level 52,37 menunjukkan momentum positif yang sehat dengan ruang kenaikan yang masih terbuka. 

BBNI juga mendapat katalis tambahan dari kebijakan pembebasan pajak bunga DHE SDA yang menempatkan BBNI sebagai penerima manfaat terbesar di antara bank-bank BUMN.

Strategi: buy saat pullback ke area Rp3.760–Rp3.850 atau hold jika sudah dalam posisi. Target ambil untung berada di Rp4.090–Rp4.210, dengan batas risiko Rp3.720.

3. JPFA: Hold / Beli Spekulatif di Rp2.500–2.600

JPFA direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp2.500–Rp2.600. Harga terakhir saham JPFA naik 2,33% ke Rp2.630 pada perdagangan 25 Mei 2026.

Secara teknikal, JPFA bergerak di atas MA20 di Rp2.542 dan MA50 di Rp2.556 yang mengindikasikan tren naik terkonfirmasi dengan struktur bullish yang terjaga. RSI di level 53,95 menunjukkan momentum positif yang belum overbought sehingga potensi kenaikan lanjutan masih terbuka. 

Menurut riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (26/5), JPFA masih berada dalam fase konsolidasi sideways namun tetap menunjukkan potensi rebound teknikal selama bertahan di atas area support 2.420–2.500.

Strategi: buy saat pullback ke area Rp2.500–Rp2.600 atau hold jika sudah dalam posisi. Target ambil untung berada di Rp2.770–Rp2.840, dengan batas risiko Rp2.470.

Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa

Saham
Rekomendasi
Entry Area
Target Harga
Stop Loss

MYOR

Hold / Spekulatif Buy

Rp1.760–Rp1.870

Rp1.985–Rp2.045

Rp1.740

BBNI

Hold / Spekulatif Buy

Rp3.760–Rp3.850

Rp4.090–Rp4.210

Rp3.720

JPFA

Hold / Spekulatif Buy

Rp2.500–Rp2.600

Rp2.770–Rp2.840

Rp2.470

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 25 Mei 2026

IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan 26 Mei 2026, Range 6.125–6.460

Grafik Pergerakan IHSG

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

IHSG ditutup menguat 44 poin atau 0,72% ke level 6.206 pada perdagangan Senin (25/5), meski investor asing mencatatkan net sell Rp2,2 triliun. Menurut riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (26/5), penguatan dipimpin sektor Transportasi & Logistik (3,83%), Finansial (1,42%), dan Properti & Real Estate (1,29%), sementara sektor Energy (-2,04%), Basic Materials (-0,93%), dan Teknologi (-0,31%) menjadi penahan indeks.

Saham yang menjadi penopang utama indeks antara lain BBRI (3,93% ke Rp3.170), BBCA (3,39% ke Rp6.100), dan ASII (3,70% ke Rp5.600). Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah 34 poin ke level Rp17.743 per dolar AS.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish yang kuat setelah menembus ke bawah beberapa level support penting dan bergerak di bawah rata-rata bergerak 55 hari. Namun indeks telah mencapai zona support jangka panjang di area 5.950–6.000, di mana rebound teknikal berpotensi muncul seiring stochastic oscillator yang sudah berada di zona oversold.

Rebound jangka pendek berpeluang menguji area resistance 6.400–6.700, namun selama IHSG masih berada di bawah garis tren turun dan zona resistance 7.000, outlook yang lebih luas tetap bearish dan setiap pemulihan kemungkinan masih bersifat sementara, bukan pembalikan tren yang terkonfirmasi.

Pada perdagangan 26 Mei 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 6.125 dan resistance 6.460 dengan bias near-term di zona positif.

Kesimpulan

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa hari ini menempatkan MYOR, BBNI, dan JPFA sebagai pilihan trading jangka pendek di tengah kondisi pasar yang mulai menunjukkan momentum pemulihan. MYOR menjadi pilihan defensif dengan tren naik solid di atas kedua garis MA dan RSI yang menunjukkan momentum beli kuat. 

BBNI mendapat dukungan ganda dari sisi teknikal maupun fundamental menyusul kebijakan pembebasan pajak DHE SDA yang menempatkannya sebagai penerima manfaat terbesar. Sementara JPFA melanjutkan konsolidasi positif dengan potensi rebound teknikal yang didukung analisis Ciptadana Sekuritas.

Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati pergerakan rupiah dan sentimen asing yang masih mencatatkan net sell dalam jumlah besar, sebagai indikator bahwa pemulihan IHSG belum sepenuhnya terkonfirmasi.

FAQ

1. Mengapa BBNI menjadi pilihan utama hari ini dibanding bank besar lainnya? 
Selain memiliki struktur teknikal terbaik di antara saham perbankan dengan posisi di atas kedua MA, BBNI juga merupakan penerima manfaat terbesar dari kebijakan pembebasan pajak bunga DHE SDA yang baru diumumkan pemerintah, memberikan katalis fundamental tambahan.

2. Apa pengaruh pembebasan pajak DHE SDA terhadap saham perbankan? 
Kebijakan ini mendorong eksportir memarkir devisa lebih lama di perbankan domestik, berpotensi meningkatkan dana murah (CASA), memperbaiki NIM, dan memperkuat likuiditas bank-bank penerima DHE terutama bank BUMN.

3. Mengapa MYOR dipilih di tengah tekanan sektor consumer
MYOR adalah satu dari sedikit saham consumer yang mencatat return 20 hari positif (7,39%) dan RSI di atas 55, mencerminkan ketahanan permintaan produk FMCG di tengah tekanan daya beli konsumen secara umum.

4. Apakah penguatan IHSG dua hari terakhir sudah cukup untuk masuk posisi? 
Belum cukup untuk dinyatakan sebagai pembalikan tren. Konfirmasi lebih kuat diperlukan berupa penembusan area 6.400–6.700 disertai volume beli signifikan dan net buy asing yang berkelanjutan.

5. Bagaimana strategi menghadapi pasar yang masih volatile saat ini? 
Fokus pada saham dengan struktur teknikal di atas MA20 dan MA50, disiplin pada batas rugi yang ditetapkan, ukuran posisi yang terukur, serta hindari leverage berlebihan hingga tren pemulihan IHSG lebih terkonfirmasi.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.