FTSE Russell Masih Tunda Full Re-Ranking Saham Indonesia hingga September 2026

Abdul Malik • 18 May 2026

an image
Ilustrasi investor sedang memantau indeks FTSE. (Shutterstock)

FTSE Russell menunda full re-ranking saham Indonesia hingga September 2026 sambil memantau transparansi dan likuiditas pasar modal RI.

Bareksa - FTSE Russell memastikan masih menunda full index re-ranking, kenaikan free float, dan penambahan IPO saham Indonesia hingga minimal review September 2026. Informasi ini penting dicermati investor karena berkaitan dengan aliran dana asing pasif dan posisi saham Indonesia dalam indeks global. 

Berdasarkan pengumuman FTSE Russell pada 13 Mei 2026, keputusan tersebut diambil untuk memperpanjang periode observasi terhadap transparansi dan likuiditas pasar modal Indonesia.

FTSE menyebut otoritas pasar Indonesia telah melakukan sejumlah perbaikan, termasuk publikasi data kepemilikan saham di atas 1%, penerbitan daftar High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan pelaporan klasifikasi investor. Namun, FTSE masih melanjutkan pemantauan sebelum membuka kembali peninjauan penuh indeks saham Indonesia.

Pada review Juni 2026, FTSE tetap menjalankan pembaruan teknis seperti update Industry Classification Benchmark (ICB), penyesuaian jumlah saham beredar, penurunan free float, dan perubahan kategori kapitalisasi akibat spin-off. FTSE juga tetap memperbarui daftar eksklusi ESG, etika, dan syariah berdasarkan data terbaru.

Saham dengan Konsentrasi Tinggi Berpotensi Dihapus

FTSE Russell menegaskan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi berpotensi dihapus dari indeks pada harga nol efektif mulai 22 Juni 2026. Kebijakan ini diterapkan apabila regulator menilai saham dimiliki oleh sejumlah kecil pemegang saham sehingga berisiko menurunkan likuiditas pasar.

Menurut FTSE, kondisi tersebut dapat menyulitkan investor berbasis indeks untuk melakukan transaksi keluar secara tertib tanpa memicu dampak pasar yang signifikan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga integritas dan replicability indeks global bagi investor pasif.

FTSE Russell menambahkan pemantauan terhadap pasar modal Indonesia akan terus dilakukan bersama otoritas lokal. Keputusan lanjutan terkait kemungkinan dimulainya kembali full re-ranking indeks akan dipertimbangkan menjelang review September 2026.

Kebijakan FTSE Russell untuk Indonesia

  • Full index re-ranking masih ditunda hingga minimal September 2026

  • Penambahan IPO baru ke indeks FTSE masih ditangguhkan

  • Kenaikan free float belum diimplementasikan

  • Update ICB dan share update tetap berjalan pada Juni 2026

  • Perubahan kategori large/mid/small cap akibat spin-off tetap dilakukan

Faktor yang Dicermati FTSE

  • Transparansi kepemilikan saham

  • Likuiditas pasar saham Indonesia

  • Daftar High Shareholding Concentration (HSC)

  • Pelaporan klasifikasi investor

  • Risiko replicability indeks global

Jadwal Penting

Agenda
Jadwal

Pengumuman FTSE Russell

13 Mei 2026

Review indeks FTSE Juni 2026

Juni 2026

Efektif penghapusan saham HSC

22 Juni 2026

Evaluasi lanjutan FTSE

September 2026

Sumber: FTSE

Kesimpulan

Keputusan FTSE Russell menunjukkan transparansi dan likuiditas pasar saham Indonesia masih menjadi perhatian investor global. Meski sejumlah perbaikan regulasi telah dilakukan, FTSE masih membutuhkan periode observasi tambahan sebelum melanjutkan full re-ranking indeks.

Bagi investor, kebijakan ini dapat memengaruhi arus dana pasif, pergerakan saham berkapitalisasi besar, serta prospek masuknya IPO baru ke indeks global FTSE.

FAQ

1. Apa yang ditunda FTSE Russell untuk Indonesia?
FTSE menunda full re-ranking indeks, kenaikan free float, dan penambahan IPO saham Indonesia hingga minimal September 2026.

2. Mengapa FTSE Russell menunda review penuh indeks?
FTSE masih memantau transparansi kepemilikan saham dan likuiditas pasar modal Indonesia.

3. Apa itu High Shareholding Concentration (HSC)?
HSC adalah kondisi ketika sebagian besar saham dimiliki oleh sedikit pemegang saham sehingga likuiditas pasar dinilai rendah.

4. Kapan saham dengan HSC berpotensi dihapus?
FTSE menyebut penghapusan dapat efektif mulai 22 Juni 2026.

5. Apa dampaknya bagi investor?
Kebijakan FTSE berpotensi memengaruhi arus dana asing pasif dan volatilitas saham dalam indeks global.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap. 

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.