Laba Bersih Perdana GOTO Rp171 Miliar di Q1 2026, EBITDA & Arus Kas Menguat

Abdul Malik • 04 May 2026

an image
Ilustrasi pengguna sedang membuka aplikasi milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui ponsel. (Shutterstock)

GoTo catat laba bersih pertama Rp171 miliar di Q1 2026, didorong pertumbuhan fintech dan efisiensi. EBITDA dan GTV meningkat signifikan.

Bareksa - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat laba bersih Rp171 miliar pada kuartal I 2026. Pencapaian ini penting karena mencerminkan titik balik menuju profitabilitas berkelanjutan. Ini merupakan laba perdana GOTO setelah sebelumnya merugi. 

Berdasarkan laporan riset PT Ciptadana Sekuritas Asia (4/5), kinerja tersebut didorong oleh peningkatan adjusted EBITDA sebesar 131% secara tahunan menjadi Rp907 miliar. Selain itu, arus kas bebas mencapai Rp1,3 triliun yang menunjukkan kemampuan monetisasi yang semakin kuat. Pendapatan bersih naik 26% secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun seiring pertumbuhan nilai transaksi bruto inti sebesar 65% menjadi Rp138 triliun.

Jumlah pengguna tahunan yang bertransaksi juga meningkat 22% menjadi 69 juta. Angka ini mencerminkan penetrasi yang luas di pasar domestik. Kinerja ini menjadi perhatian investor karena menunjukkan skala ekonomi yang mulai optimal. GoTo merupakan emiten teknologi berbasis ekosistem digital.

Pertumbuhan Ditopang Segmen Fintech dan Layanan On-Demand

Segmen fintech menjadi pendorong utama dengan pendapatan naik 58% secara tahunan. Adjusted EBITDA melonjak signifikan menjadi Rp364 miliar, didukung pertumbuhan pinjaman menjadi Rp9,9 triliun. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas monetisasi serta manajemen risiko kredit yang relatif terjaga.

Sementara itu, layanan on-demand mencatat pertumbuhan stabil dengan nilai transaksi bruto mencapai Rp16,3 triliun. Pendapatan naik menjadi Rp3,4 triliun, disertai peningkatan EBITDA menjadi Rp439 miliar. Kinerja didukung efisiensi insentif dan kontribusi pengguna dengan nilai transaksi tinggi.

Manajemen menyampaikan prospek 2026 tetap positif dengan target adjusted EBITDA Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun. Strategi difokuskan pada keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Inovasi produk dan efisiensi berbasis kecerdasan buatan juga menjadi pendorong kinerja ke depan.

Ringkasan Kinerja Utama Q1 2026

Indikator
Nilai

Laba Bersih

Rp171 miliar

Adjusted EBITDA

Rp907 miliar

Arus Kas Bebas

Rp1,3 triliun

Pendapatan Bersih

Rp5,3 triliun

Nilai Transaksi Inti

Rp138 triliun

Pengguna Transaksi

69 juta

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Kinerja per Segmen

Fintech

  • Pendapatan meningkat signifikan

  • EBITDA mencapai Rp364 miliar

  • Portofolio pinjaman Rp9,9 triliun

Layanan On-Demand

  • Nilai transaksi Rp16,3 triliun

  • Pendapatan Rp3,4 triliun

  • EBITDA Rp439 miliar

Kesimpulan

Pencapaian laba bersih pertama GoTo mencerminkan perbaikan fundamental dan efektivitas strategi efisiensi. Kinerja ini menjadi sinyal awal menuju profitabilitas yang lebih konsisten. Investor dapat mencermati keberlanjutan pertumbuhan fintech dan disiplin biaya sebagai faktor utama penentu kinerja ke depan. Risiko kompetisi dan kondisi makro tetap menjadi perhatian.

FAQ

1. Berapa laba bersih GoTo Q1 2026?
Rp171 miliar.

2. Apa pendorong utama kinerja?
Pertumbuhan fintech, peningkatan pengguna, dan efisiensi biaya.

3. Berapa EBITDA GoTo?
Rp907 miliar.

4. Apa prospek GoTo ke depan?
Menargetkan EBITDA 2026 sebesar Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun.

5. Apa yang perlu dicermati investor?
Pertumbuhan pinjaman, monetisasi ekosistem, dan kondisi makro ekonomi

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Adam Nugroho/AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.