
Bareksa - PT Kinerja Pakuwon Jati Tbk (PWON) sepanjang 2025 tetap menunjukkan pertumbuhan stabil meski penjualan properti masih lemah.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (7/4), pada kuartal IV 2025, pendapatan PWON naik 14,3% secara kuartal per kuartal (QoQ) dan 5,8% secara tahunan (YoY) menjadi Rp1,99 triliun.
Sementara laba bersih PWON di 2025 melonjak 50,3% YoY menjadi Rp620 miliar.
Secara full year 2025:
Meski margin sedikit turun (margin laba kotor/GPM 55,5% & margin laba operasi/OPM 41,4%) karena biaya operasional naik, kinerja tetap sesuai ekspektasi.
Kontribusi pendapatan berulang (recurring income) naik menjadi 79% dari total pendapatan, tumbuh 10,2% YoY.
Okupansi mal juga tetap tinggi:
Ke depan, pendapatan sewa diproyeksikan tumbuh stabil dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) 5,8% (2024–2028), menjadi penopang utama bisnis di tengah pasar properti yang masih lemah.
Marketing sales 2025 tercatat:
Di kuartal IV 2025:
Insentif PPN membantu penjualan, dengan kontribusi 63% (Rp814 miliar) dari unit yang mendapat insentif.
Ke depan, PWON berpotensi diuntungkan jika insentif ini berlanjut di 2026, apalagi perusahaan punya stok siap jual yakni Rp1,59 triliun (35% inventory)
Analis mempertahankan rekomendasi BUY saham PWON dengan target harga Rp550 per saham, menggunakan valuasi diskon NAV sekitar 70%.
Untuk 2026:
Artinya, PWON dinilai masih punya potensi kenaikan dengan profil bisnis yang relatif stabil.
PWON tetap menarik dengan:
Meski properti masih lesu, model bisnis PWON membuat kinerjanya tetap resilient. Target harga saham Rp550 mencerminkan potensi upside dengan risiko yang relatif terjaga.
1. Kenapa PWON direkomendasikan BUY?
Karena pendapatan sewa stabil dan kinerja tetap tumbuh.
2. Risiko utama PWON?
Penjualan properti masih lemah dan margin tertekan biaya.
3. Apa katalis utama?
Okupansi tinggi dan insentif PPN di 2026.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.