
Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 19 Februari 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan ditutup positif.
Saham AMRT naik 3,52% dan ditutup di harga Rp1.910 (18/2). Namun secara tren besar, saham ini masih dalam kecenderungan turun, terlihat dari garis tren menurun dan pola puncak yang makin rendah sejak pertengahan 2025.
Setelah sempat turun tajam ke area Rp1.475, harga memantul kuat dan kini bergerak stabil (konsolidasi) di kisaran Rp1.900–1.910. Level penahan (resistance) terdekat ada di sekitar Rp2.010, lalu Rp2.110 dan Rp2.330, yang merupakan area bekas penembusan turun sebelumnya serta sejalan dengan garis tren menurun.
Level penopang (support) penting ada di Rp1.730 dan Rp1.820. Jika harga turun menembus level tersebut, risiko pelemahan bisa terbuka lagi.
Rekomendasi: beli spekulatif di Rp1.910, pasang batas rugi (stop loss) di Rp1.840, dengan target ambil untung di Rp2.000.
Saham BRIS naik 1,28% dan ditutup di harga Rp2.380 (18/2). Namun secara tren besar, saham ini masih dalam kecenderungan turun, terlihat dari garis tren menurun dan pola puncak yang makin rendah sejak pertengahan 2025.
Setelah sempat turun ke area support Rp2.070–2.150, saham ini memantul dan kini bergerak stabil (konsolidasi) di kisaran Rp2.350–2.380.
Level penahan (resistance) terdekat ada di Rp2.430, lalu Rp2.720, dan resistance kuat di sekitar Rp2.900. Level penopang (support) penting ada di Rp2.310 dan Rp2.070. Jika harga turun menembus Rp2.310, pemulihan yang baru terjadi bisa melemah.
Rekomendasi: beli spekulatif di Rp2.380, pasang batas rugi (stop loss) di Rp2.300, dengan target ambil untung di Rp2.400.
Saham EXCL naik 1,40% dan ditutup di harga Rp2.890 (18/2). Saham ini masih bergerak dalam tren naik jangka menengah, didukung oleh garis tren naik sejak titik terendah di Rp2.060.
Setelah sempat naik tajam hingga puncak Rp4.550, saham ini mengalami koreksi cukup dalam dan kini bergerak stabil (konsolidasi) di kisaran Rp2.800–2.900.
Level penopang (support) terdekat ada di Rp2.710, lalu support yang lebih kuat di sekitar Rp2.380 dan Rp2.060. Sementara itu, level penahan (resistance) ada di Rp3.090 dan kemudian di area puncak sebelumnya sekitar Rp4.550.
Rekomendasi: beli spekulatif di Rp2.890, pasang batas rugi (stop loss) di Rp2.880, dengan target ambil untung di Rp3.050.
Saham PTBA naik 2,75% dan ditutup di harga Rp2.620 (18/2). Saat ini PTBA sedang mencoba pulih setelah membentuk area dasar di kisaran support Rp2.170–2.230.
Harga naik secara bertahap dan sekarang sedang menguji area resistance Rp2.590–2.620. Area ini merupakan bekas level penembusan turun sebelumnya dan juga sejalan dengan garis tren menurun. Jika harga mampu menembus kuat di atas Rp2.620, ada peluang naik menuju Rp2.750–2.900.
Di sisi bawah, support terdekat ada di Rp2.440, lalu support yang lebih kuat di Rp2.360 dan Rp2.240.
Rekomendasi: beli saat harga melemah di Rp2.590, pasang batas rugi (stop loss) di Rp2.540, dengan target ambil untung di Rp2.710.
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: Ciptadana Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 97 poin atau 1,19% dan ditutup di level 8.310 (18/2). Pergerakan hariannya berada di kisaran tertinggi 8.310 dan terendah 8.227. Saham BBCA, BREN, dan BBRI menjadi penggerak utama kenaikan indeks.
Secara tren besar, IHSG masih dalam kecenderungan naik setelah sebelumnya memantul dari koreksi tajam di area support 7.482–7.712. Saat ini indeks sudah kembali di atas 8.000 dan bergerak stabil (konsolidasi) di sekitar 8.300, menandakan kondisi mulai lebih tenang setelah sempat bergejolak.
Level penahan (resistance) terdekat ada di 8.525, dengan resistance yang lebih kuat di sekitar puncak sebelumnya di 9.174. Level penopang (support) penting ada di 7.727 dan 7.482. Jika turun menembus level tersebut, koreksi bisa berlanjut lebih dalam ke area 7.854 atau bahkan 7.548.
Indikator stochastic mulai bergerak naik dari posisi tengah, yang memberi sinyal momentum jangka pendek mulai membaik. Namun, IHSG perlu menembus 8.525 untuk memperkuat peluang kenaikan lanjutan.
Dari sisi teknikal, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 8.170 (level penopang/support) hingga 8.408 (level penahan/resistance), dengan momentum yang masih berada di area positif.
IHSG masih dalam tren naik jangka menengah dan berpeluang melanjutkan penguatan selama bertahan di atas area support 8.170–7.727. Empat saham pilihan menunjukkan peluang rebound jangka pendek dengan strategi disiplin pada level beli dan stop loss. Trading tetap selektif karena sebagian saham masih berada dalam tren turun besar.
1. Apakah rekomendasi ini untuk investasi jangka panjang?
Tidak. Rekomendasi ini lebih cocok untuk trading jangka pendek berbasis teknikal.
2. Mengapa penting memasang stop loss?
Stop loss membatasi risiko jika harga bergerak berlawanan dengan perkiraan.
3. Apa risiko jika IHSG gagal tembus resistance 8.525?
Potensi konsolidasi lebih lama atau koreksi jangka pendek bisa terjadi.
4. Saham mana paling agresif?
Saham dengan status “beli spekulatif” cenderung lebih agresif dan berisiko lebih tinggi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.